One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 21


__ADS_3

"Mba." panggil wanita muda berjilbab melambaikan tangan pada pelayan.


"Iya mba sebentar." agatha mendekat ke depan ke tempat pembeli berada.


"Selamat siang mba, ada yang bisa saya bantu?" tanya agatha dengan mengulum senyum.


"Saya mau pesen kue ulang tahun untuk anak saya dengan nama Rayyan."


"Untuk kapan mba?" balas agatha memegang polpen bersiap mencatat pesanannya di atas kertas.


"Untuk besok, ini." balasnya mengulurkan selembar uang pada agatha.


"Atas nama?" tanya agatha lagi.


"Marwah." agatha menerima uang pembayaran kue dan memberikan kuwitansi pada mba marwah.


"Besok saya ambil jam 09.00 pagi." Ujarnya lagi.


Sudah sekitar 3 minggu agatha bekerja di toko kue milik ibu hanum. ia tak mungkin mengandalkan terus-terusan uang dalam tabungannya untuk memenuhi kebutuhannya. walau gajinya tidak besar tapi agatha selalu bersyukur berapapun uang yang ia terima. agatha mulai bekerja mulai pukul 08.30 pagi dan pulang pukul 17.00 sore. toko kue milik bu hanum hanya memiliki 2 karyawan karena karyawan yang dulu sudah keluar karena melahirkan. teman kerjanya juga menyambut baik kedatangan agatha di sana. jadi agatha merasa kerasan (betah) bekerja di sana, agatha segera memberikan catatan pesanan tadi pada mba upik agar pembuatan kue lekas di kerjakan.


Waktu sudah menunjukan pukul 16.30 sore agatha dan yang lain sudah bersiap untuk pulang.


"Ayo tha biar aku antar." ajak mba Gina yang sudah duduk di atas motor beatnya.


"Aku naik angkot aja mba." Tolak agatha merasa tak enak tiap hari selalu di antar pulang oleh mba gina.


"Mending Kau pulang bareng gina saja tha lagian kalian searah kan?" Ucap mba upik seraya mengunci pintu toko.


"Ngga usah mba takut ngrepotin."


"Ayo buruan naik! ngga boleh nolak pokoknya." ucap mba gina masih memaksaku untuk pulang bersama. agatha semakin tak enak hati pada teman-temannya. akhirnya agathapun ikut pulang bersama mba gina.


Agatha kini sudah sampai di rumah kontrakan. ia juga sudah selesai membersihkan diri dan kini sedang mengistirahatkan tubuhnya.


Agatha baru teringat jika bahan pokok di kontrakannya sudah mulai menipis ia segera bangkit dari ranjangnya dan segera pergi ke warung terdekat.


"Sudah pulang tha?" tanya mba lilis tetangga kontrakannya yang sedang berdiri di teras rumah seraya menggendong anaknya.

__ADS_1


"Sudah mba baru saja sampai." balas agatha.


"Mau ke mana lagi?" tanya mba lilis lagi.


"Mau beli telor mba di warungnya bu wiwin, mari mba."


Baru beberapa hari agatha ngontrak di sini ia mulai berbaur dengan warga di sini jadi ia sudah mulai kenal dengan para tetangga.


Agatha sudah sampai di warung bu wiwin yang hanya berjarak 5 rumah dari rumah kontrakannya.


"Bu saya beli telor sekilo."


"Sebentar nok." balas bu wiwin seraya menimbang butiran telor.


"Warga baru ya." tanya ibu pembeli di warung yang kini sedang menatap agatha dari atas sampai bawah.


"Iya bu baru 1 bulan ngontrak di rumahnya pak RT." balas agatha menarik kedua unjung bibirnya melengkung membentuk senyuman.


"Tapi baru pernah lihat."


"Orang mbanya kan kerja jadi kalo pagi sampai siang ngga kelihatan bu yayu, kalau sore baru ada di rumah." bukan agatha yang menjawab melainkan bu wiwin.


**


["Bagaimana hasilnya?"] tanya juli pada orang di seberang telepon.


["Aku belum bisa menemukannya tuan."]


["Kapan. .kapan kau akan memberikan hasilnya padaku?"]


["Secepatnya tuan, saya usahakan."]


Juli membayar orang suruhan untuk mencari keberadaan agatha. ia masih berharap jika ucapan diana waktu itu semuanya tidak benar.


"Sayang." panggil desi dengan nada manjanya.


juli segera mengakhiri panggilan telepon saat desi masuk ke ruangannya yang muncul secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa kau tak pernah belajar etika?!" sentak juli menoleh ke arah pintu yang baru saja terbuka.


"Kenapa aku harus mengetuk pintu dulu? sedangkan ruangan yang aku masuki ruangan calon suamiku." desi menghampiri juli yang sedang duduk dan bergelayut manja pada juli.


"Des jaga sikapmu!" ketus juli.


"Sayang berhentilah marah-marah padaku, kau bisa darah tinggi nantinya." bisik desi.


"Jika kau tak ingin aku selalu marah-marah padamu berhentilah menggangguku." sergah juli dengan wajah dinginnya. desi masih bergeming belum belum mau melepaskan tangannya yang masih melingkar di leher juli.


Juli sudah mulai risih ia langsung bangkit dari kursinya lalu berdiri menjauh dari desi.


"Aku kemari hanya ingin memberi kabar Kalau acara pertunangan kita di majukan 1 minggu lagi." ucap desi seraya membenarkan dasi yang sedang juli pakai.


Juli masih mematung mendengar kabar pertunangannya dengan desi yang semula 2 minggu lagi di majukan menjadi 1 minggu lagi. jika saja agatha sudah di temukan akan juli pastikan pertunangannya bisa ia batalkan. namun sampai saat ini orang suruhannya masih belum menemukan agatha.


"Jika kau sudah selesai dengan urusanmu, pergilah banyak pekerjaan yang sudah menungguku." ujar juli, ia benar-benar sudah merasa jengah melihat kehadiran desi di kantornya.


"Selamat siang nona." sapa aksa menunduk hormat melihat desi yang baru saja keluar dari ruangan Ceo.


Desi hanya menanggapinya dengan senyuman. karyawan yang melihat kedatangan desi hanya menerka-nerka siapa wanita sexy yang baru saja keluar dari ruangan Ceo.


Desi berjalan dengan angkuhnya tanpa menoleh melewati karyawan yang sedang sibuk bekerja. berhenti di depan lift dan masuk menuju lantai bawah pergi meninggalkan perusahaan Artha Grup.


Baiklah kini pikiran juli sedang kacau, petunangannya sudah di depan mata sedangkan kekasihnya sampai sekarang belum juga di temukan. juli mengobrak abrik berkas yang semula tertata rapi di atas meja.


"Argggghhh." Juli berteriak meluapkan segala beban pikiran yang ada dalam pikirannya.


"Tuan." aksa menerobos masuk ke ruangan juli dengan wajah khawatir mendengar teriakan tuannya dari dalam ruang kerjanya.


tangan juli melambai agar aksa pergi meninggalkan dirinya seorang diri. jika membunuh orang tak berdosa mungkin saja juli sudah membunuh desi hari ini juga.


bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like

__ADS_1


Comen


Vote


__ADS_2