One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 19


__ADS_3

"Agatha." bang kemal terkejut melihat agatha kini ada di hadapannya. ternyata orang yang di tanyainya adalah orang yang ia kenal. walaupun agatha memakai kacamata dan masker sekalipun bang kemal tetap mengenalinya.


"I. .iya Bang." agatha cengengesan menanggapi panggilan bang kemal pria yang sudah agatha anggap seperti kakak sendiri. agatha melepas kacamata dan masker yang ia pakai.


"Apa kabar bang?" tanya agatha basa basi.


Bang kemal menjatuhkan pantatnya di kursi sebelah agatha. tas yang ia gendong kini ia pindahkan di pangku di atas pahanya.


"Alhamdulilah kabarku baik, Mau ke mana?" tanya bang kemal seraya menoleh ke arah agatha.


"A..aku aku mau ke rumah saudara bang." jawab agatha memutar bola matanya berpikir memberikan jawaban yang pas pada bang kemal.


"Lah abang sendiri mau ke mana?" tanya agatha balik.


"Aku mau pulang kampung, anak pertama paman yang seumuran denganku mau menikah jadi aku akan menghadirinya."


"Memangnya kampung abang di mana?" tanya agatha kepo.


"Semarang."


"Kampungmu lumayan jauh juga ya bang."


"Tidak terlalu jauh masih di sekitar indonesia juga." seloroh bang kemal.


"Itu juga aku tau masih di indonesia, maksudku jauh dari jakarta." cebik agatha.


"Ya begitulah."


"Kau pergi sendiri?" tanya bang kemal menoleh ke kanan dan ke kiri. sepertinya ia sedang mencari keluargaku.


"Iya aku hanya sendiri, keluargaku sudah sampai di sana duluan kemarin." kilah agatha supaya bang kemal tak mencurigainya.


"Kalau tau mau ke semarang berangkat bareng abang."


"Iya bang jadi ada temennya."


Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 Para penumpang sudah menduduki kursi mereka masing-masing. bus yang agatha tumpangi sudah mulai melaju meninggalkan kota Jakarta menuju kota Semarang. sebenarnya hatinya terasa berat meninggalkan semua kenangan yang sudah ia lalui bersama keluarga, sahabat dan mantan kekasihnya. agatha mengobrol banyak hal dengan bang kemal sehingga agatha kini jadi tau banyak mengenai kehidupannya. dan tak menyangka juga ia pernah naik taxi yang di supiri oleh bang kemal menggantikan pamannya yang sedang ada urusan waktu itu. lelah mengobrol mata agatha terasa berat seketika matanya terpejam dan menyandarkan kepalanya di bahu bang kemal. bang kemal membenarkan posisi kepala agatha agar tidurnya menjadi nyaman. senyum yang terbit dari bibir bang kemal terukir kala melihat separuh wajah agatha yang tertutup oleh rambut. jujur saja ada perasaan aneh dalam hati kemal saat dirinya berada dekat dengan agatha. ia sendiri belum bisa memastikan jika perasaan yang ia rasakan saat ini adalah perasaan cinta.

__ADS_1


**********


Juli mengerjabkan kedua matanya saat ponselnya berbunyi, ia mengambil ponselnya di dalam saku jaketnya dan melihat siapa yang sudah menelponnya. terlihat di layar handphone nama sandy yang menghubunginya. dengan segera ia menggeser tombol hijau dan mengangkatnya.


["Ya hallo san." ] Juli.


["Apa kau tak berangkat ke kampus hari ini?"] Sandy.


["Ya aku sedang malas berangkat hari ini, kemungkinan beberapa hari ini aku ngga ngampus dulu."] Juli.


["Ada seorang wanita mencarimu."] Sandy.


["Siapa?"] Juli.


["dia bilang namanya desi."] Sandy.


["Bilang saja aku sedang di luar kota, aku malas menemuinya."] Juli.


["Apa dia pacar barumu?"] Sandy.


belum sampai sandi mendapatkan jawaban sambungan telepon terputus. juli menatap ranjang sebelahnya kosong. ia bangkit berjalan ke kamar mandi namun ia tak mendengar suara gemericik air dari dalam. ia melangkahkan kaki ke luar kamar mengedarkan pandangannya ke segala penjuru namun netranya tak menangkap keberadaan agatha di manapun.


**********


Sekitar 7 jam perjalanan ia dan bang kemal sampai di Kota Semarang pada pukul 15.00, mereka turun di Terminal Mangkang tempat pemberhentian bus terakhir. juli menenteng tas besar miliknya sedangkan bang kemal menggendong tas ransel di punggungnya.


"Mana keluargamu? apa mereka tak menjemputmu?" tanya bang kemal menatap agatha heran.


"Aku lupa tak memberi kabar pada mereka, biar saja aku langsung ke sana memberikan kejutan pada mereka." dusta agatha.


"Gani kau sudah sampai?" Panggil pria asing yang ku yakini jika ia keluarga bang kemal.


"Apa tadi pria tua ini memanggil kenapa ia memanggil gani pada bang kemal? sebenarnya bang kemal namanya kemal atau gani?" tanyanya dalam hati merasa bingung.


"Paman." bang kemal melambaikan tangannya ke arah pamanya. paman ben menghampiri kami dan mereka saling berpelukan. paman bang kemal menatap ke arahku dengan pandangan aneh.


"Wanita ini.." Ucap paman Ben seraya menujuk ke arah agatha dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Dia temanku paman dari Jakarta namanya agatha, katanya mau ke rumah saudara." Sergah bang kemal cepat yang tau akan pertanyaan yang akan ia lontarkan padanya.


"Agatha." agatha mengulurkan tangannya pada paman kemal.


"Beni, Kau bisa memanggilku Paman Ben." paman ben menerima uluran tangan agatha dengan ramah.


"Paman kira dia pacarmu." Paman Ben terkekeh mendengar jawaban kemal mengenai wanita di sebelahnya. bang kemal sontak saja mencubit perut paman ben. agar paman ben berhenti bertanya aneh-aneh pada agatha.


"Aw." paman ben meringis sakit di bagian perutnya.


"Kami hanya berteman." sungguh paman Ben membuat kemal malu. ingin sekali ia menenggelamkan wajahnya sendiri ke dasar laut.


"Ah paman bisa saja, apa kami terlihat seperti pasangan kekasih?" agatha tertawa renyah saat paman ben mengira agatha dan kemal mempunyai hubungan khusus.


"Iya kalian terlihat serasi, bagaimana jika hubungan kalian berakhir di pelaminan? tanya paman ben seraya menatap ke arah agatha dan bang kemal secara bergantian. sedangkan bang kemal membulatkan bola matanya mendengar saran paman ben.


"Paman hanya sendiri menjemputku? apa kelin tak ikut bersama?" tanya kemal mengalihkan pembicaraan.


"Motor paman hanya muat untuk dua orang bagaimana mungkin paman mengajak kelin yang sudah besar."


"Ah iya aku lupa jika kelin sudah besar sekarang." kemal menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


"Paman ben, bang kemal kalau begitu saya permisi." pamit agatha.


"Kau tidak mau mampir ke rumah paman dulu?" tawar paman ben.


Agatha hanya menggeleng menolak tawaran paman ben dan bergegas pergi meninggalkan terminal. ia memberhentikam taxi yang lewat mencari hotel terdekat untuk mengistirahatkan tubuhnya dan mencari makan untuk mengisi perutnya yang kini sudah merasa lapar. agatha memutuskan malam ini menginap di hotel karena tubuhnya yang tak mungkin di bawa pergi untuk mencari kontrakan sore ini.


bersambung. . .


Terima kasih pada reader yang masih mau meluangkan waktunya untuk membaca karyaku yang masih amburadul. mohon maaf jika ceritanya tak begitu menarik minat kalian.


mohin berikan dukungan dan suport karyaku, jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan :


Like


Comen

__ADS_1


Vote


__ADS_2