
Usia baby maura kini sudah menginjak 3 bulan. tumbuh kembangnya sudah semakin pesat tangannya sudah bisa menggapai mainan atau benda yang ada di dekatnya yang menurutnya menarik perhatiannya. maura juga sekarang suka memasukan jarinya ke dalam mulutnya.
Seperti saat ini maura sedang menyemburkan ludahnya keluar. tertawa senang saat beril, nina dan adinda menemaninya bermain, kakinya menendang nendang menujukan rasa senangnya.
"Ciluk ba." beril mengajak baby maura bercanda menutup kedua matanya dengan telapak tangannya lalu membukanya kembali.
"Ih dede ketawa kak." ucap adinda yang ikut menemaninya bermain.
Sedangkan agatha sedang mencuci pakaian putrinya di kamar mandi. tangannya sudah lihai mencuci dengan kedua tangannya. kini tangannya juga sudah tak sehalus dulu, hal yang dulu ia tak pernah lakukan kini setiap hari ia lakukan.
Nina berlari kecil menghampiri agatha di halaman. " Kak atha dede maura nangis." adu nina.
Agatha segera meninggalkan jemurannya yang belum selesai di jemur ia berlari tergopoh gopoh menghampiri maura yang sekarang sudah berada di gendongan bu calista. agatha mengambil alih maura ke dalam gendongannya.
"Cup cup cup Haus ya nak." ucap bu calista mengecup kening dan pipi gembul milik maura yang begitu menggemaskan. maura menggeliat merasa terganggu saat bu calista menciumnya berulang kali. maura masih saja fokus menyusu pada mommynya.
"Iya nek aku haus." ucap agatha menirukan suara anak-anak.
Sore hari Maura sudah mandi dan wangi kini terlihat cantik dengan taburan bedak yang memenuhi wajahnya. karena merasa panas agatha menggendongnya di teras rumah.
Terlihat mobil Avanza masuk ke halaman rumah panti. agatha tak mengalihkan pandangannya ke arah mobil yang baru saja berhenti. ia masih mengamati melihat siapa orang yang datang ke rumah panti. tak lama turunlah seorang pria dan wanita cantik dari dalam mobil. mereka terus melangkah ke arah agatha berdiri.
"Selamat sore mba apa Bu Yosi ada?" tanya seorang wanita berambut pirang pada agatha.
"Ada nyonya, silahkan masuk dan duduk. sebentar saya panggilkan dulu bu yosi." ucap agatha seraya mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.
"Iya terima kasih." ucap lelaki dan wanita itu bersamaan mengekor di belakang agatha lalu duduk di kursi.
"Selamat sore nyonya mayang, tuan bagaskoro." sapa bu yosi muncul dari dalam.
"Sudah lama tak berjumpa." ucap bu calista ikut bergabung.
__ADS_1
"Iya sudah lama sekali ya kita tak bertemu." ucap bu mayang tersenyum.
"Gavin tidak ikut?" tanya bu calista menatap pada bu mayang.
"Ada di dalam mobil, tidak mau turun." ucap bu mayang.
"Perempuan tadi yang menggendong bayi si.." tanya bu mayang penasaran dengan wanita muda yang tadi sedang menggendong bayi.
"Namanya agatha dia baru beberapa bulan tinggal di sini." bu yosi menimpali memotong ucapan bu mayang ia sudah paham siapa yang bu mayang maksud.
"Ooh." bu mayang menjawab membulatkan bibirnya.
"Mama batrenya habis." adu Gavin yang muncul dari luar berlari ke arah mamanya menyodorkan ponselnya ke wajah mamahnya. lalu naik duduk di pangkuan mamanya.
"Son papa sudah pernah bilang jangan teriak teriak. kecilkan suaramu." ucap tuan bagaskoro mengingatkan akan etika ketika bertamu pada putranya. mendengar ucapan papanya gavin malah merajuk lalu turun dari pangkuan mamanya berlari keluar meninggalkan kedua orang tuanya.
"Kau siapa dan sedang apa di sini?" tanya agatha terkejut saat ada bocah laki-laki yang sedang menemani maura bermain di dalam kamarnya.
Ya agatha membaringkan maura di atas ranjang saat putrinya sudah terlelap dalam gendongannya. hanya beberapa menit saja maura terlelap lalu bangun lagi.
"Baikalah terima kasih anak baik. lalu kau siapa dan dari mana asalmu?" tanya agatha yang masih merasa asing dengan wajah bocah laki-laki yang ada di hadapannya.
"Namaku Gaga dan aku kemari bersama mama dan papaku, sekarang mereka sedang ada di depan bersama Nenek osi." jelasnya seraya memegang jari jemari tangan maura.
Agatha mengangguk paham ia teringat pada tamu yang kini sedang berada di ruang tamu.
**
"Ponselmu berdering mas." ucap desi melirik ponsel suaminya yang berada di atas nakas. juli yang sedang ada di kamar mandi tak menjawabnya, desi segera meraih ponsel yang sedari tadi berbunyi. juli keluar dengan pakaian yang sudah lengkap segera menyambar ponsel yang sudah berada di genggaman desi istrinya.
"Aku sudah pernah bilang jangan pernah menyentuh apa yang aku miliki." sentak juli.
__ADS_1
"Kenapa? apa masalahnya jul? aku istrimu tapi kau menganggapku seperti orang lain!" desi sontak kaget dengan suara tinggi suaminya, ia meluapkan segala amarahnya berdiri berhadapan menatap tajam pada suaminya.
"Dengar ya kau memang istriku tapi hanya status!"
"Jadi kau mempermainkan pernikahan kita?" tanya desi menggelengkan kepala masih tak percaya dengan ucapan juli.
"Apa yang kau sembunyikan dariku jul? apa!"murka desi tangannya melayang memukul dada suaminya. deru nafas yang memburu kian terdengar di telinga. juli membiarkan desi memukulnya sampai puas, juli sendiri masih terdiam ingin sekali ia mengatakan kata maaf belum bisa memberikan hatinya untuk wanita yang ada di hadapannya, wanita yang sudah menjadi istrinya beberap bulan ini. namun lidahnya begitu kaku untuk mengatakannya.
"Sampai kapan jul kau akan melakukan ini padaku?" desi tak merasa lelah masih terus bertanya.
"Siapa wanita itu jul?" desi masih terus menangis sesenggukan.
"Aku minta maaf." hanya kata itu yang selalu juli ucapakan jika desi sedang marah.
Juli membawa desi ke dalam pelukannya mencoba membuat istrinya tenang. juli mengusap lembut punggung istrinya. entah kenapa kehamilan desi yang sudah membesar membuat juli selalu merasa bersalah setelah mereka bertengkar. ia sendiri sebenarnya takut akan terjadi sesuatu pada kandungan istrinya. walau bagaimanapun anak yang sedang di kandung desi adalah darah daginganya.
Desi tersenyum mendapat perlakuan hangat dari suaminya. ia sendiri masih ingin terus berada di pelukan suaminya.
"Maafkan aku." ulang juli lirih.
Bersambung. . .
Terima kasih untuk para pembaca yang masih setia mantengin ceritaku dan meluangkan waktu untuk mampir ke lapakku.
Biasakan setelah membaca selalu meninggalkan jejak dengan memberikan
Like
Comen
Vote
__ADS_1