One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 24


__ADS_3

Hari, minggu, dan bulan telah berganti kini usia kandungan agatha sudah memasuki bulan ke 5. perutnya juga sudah terlihat membuncit. namun agatha berusaha menutupinya dengan memakai kaos oblong setiap harinya atau baju yang longgar agar perutnya tak terlalu terlihat besar di mata umum.


Hari ini agatha ijin libur bekerja, ia ingin memeriksakan kandungannya di rumah sakit. agatha melangkahkan kaki meninggalkan rumah kontrakan menuju jalan raya dengan berjalan kaki. seperti biasanya ia selalu menyapa orang yang selalu ia temui di jalan. namun terlihat bu omi tetangga sebrang rumah kontrakan agatha menatap dirinya dengan tatapan yang tak biasanya, namun agatha tak menghiraukannya agatha hanya tersenyum sebagai sapaan pada bu omi.


ia terus melangkah menyusuri gang sempit sampai di jalan raya. ia berdiri menunggu angkutan umum yang lewat untuk sampai ke rumah sakit. tak butuh waktu lama angkutan umum yang sedang di tunggunya terlihat akan lewat, iapun segera melambaikan tangannya agar berhenti.


Penumpang yang naik baru 4 orang jadi supir angkot harus sering berhenti untuk menarik banyak penumpang. sekitar 30 menit agatha menempuh perjalanannya untuk sampai di rumah sakit.


Agatha turun dari angkot seraya mengulurkan uang pada pak supir. ia berjalan menuju pintu utama lalu mendekati resepsionis untuk mendaftar periksa ke dokter kandungan. ia selalu memakai masker untuk menutupi wajahnya agar orang yang mengenalnya tak dapat mengenalinya. ia sedikit was-was jika ada tetangga kontrakan ada yang memeriksakan diri juga ke rumah sakit. ini kali ke dua agatha mengunjungi dokter kandungan. masih sama seperti waktu pertama berkunjung di antara banyaknya pasien yang di temani suami dan ada juga yang di temani oleh keluarganya, tak seperti dirinya yang hanya seorang diri.


"Nyonya Valerina." panggil suster bertag name Risti membuyarkan lamunannya setelah nama dirinya di panggil beberapa kali oleh suster.


"Iya sus." agatha bangkit dari duduknya menghampiri sang suster. sama seperti pemeriksaan pertama agatha di cek tensi, cek suhu badan lalu menanyakan keluhan pasien.


suster risti mengarahkan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan menemui dokter bertag name dokter Angga. suster risti meletakan kertas identitas dan keluhan pasien di atas meja lalu keluar meninggalkan ruangan. agatha duduk di kursi berhadapan dengan dokter.


"Ini anak pertama anda nyonya?" tanya dokter angga tersenyum ramah.


"Iya dok." balas agatha lirih seraya jemari tangannya meremas rok yang ia pakai.


"Sudah pernah USG sebelumnya?" tanya dokter lagi.


"Sudah dok, waktu usia kandungan baru menginjak 6 minggu."


"Berarti nyonya belum tau jenis kelaminnya?"


"Belum dok."


"Mari sama-sama kita lihat apa jenis kelaminnya." ucap dokter angga berdiri di samping brangkar periksa pasien.

__ADS_1


Agatha mengikuti arahan dokter angga berbaring di atas brangkar pasien. kaos yang di pakai agatha di angkat sampai bawah payudara. lalu mengoleskan gel di atas perut agatha. alat transducer di letakan dan di putar di atas perut agatha.


"Terlihat di sini jenis kelaminnya perempuan nyonya."


Hati agatha mendadak meringis mendengar perkataan dari dokter angga. ia tidak bisa membayangkan di suatu hari nanti anaknya akan membenci dirinya yang sudah memisahkan putrinya dari ayahnya.


selesai melakukan USG dokter memberikan obat dan vitamin yang di butuhkan agatha supaya ibu dan anak selalu sehat.


**


Cuaca yang begitu panas membuat siapa saja tak betah berada di dalam rumah, jika di dalam rumahpun pasti mengandalkan kipas angin sebagai penyejuk. begitu juga dengan bu omi yang memiliki anak balita tentu lebih senang di luar rumah. kini bu omi sedang berada di warung bu wiwin.


"Bu saya kok liat mba agatha jalannya aneh ya sekarang." Ucap bu omi seraya memangku anaknya. kebiasaan warga kampung jika sedang berkumpul pasti bergosip.


"Aneh gimana bu?" tanya bu wiwin menautkan kedua alisnya.


"Siapa yang lagi hamil bu omi?" tanya bu yayu yang baru saja datang.


"Ini kata bu omi mba agatha jalannya aneh seperti orang hamil." balas bu tari menghentikan aktivitasnya mencari kutu di rambut anaknya.


"Yang bener bu, kalau ngomong jangan sembarangan?" ujar bu yayu mengingatkan.


"Coba deh nanti ibu-ibu liat sendiri biar pada percaya." ujar bu omi memberikan saran.


baru saja bu omi berucap terlihat agatha yang baru pulang akan berjalan melewati warung bu wiwin dan ibu tetangga yang sedang berkumpul di depan warung.


"Mari bu." sapa agatha seraya memberikan senyum. ibu-ibu membalas senyuman agatha namun menatap agatha yang sedang berjalan begitu intens.


"Astagfiruloh hal'adzim ya alloh untung saja aku baru mendekatkan hendri dengannya belum sampai menikahinya." ujar bu yayu seraya mengelus dada.

__ADS_1


"Tuh kan apa saya bilang." ucap bu yayu seraya menatap ibu-ibu secara bergantian.


Sore ini ibu-ibu dan bapak-bapak Warga Kampung sedang berjalan beramai-ramai menuju rumah pak RT. mereka sepakat untuk mencari kebenaran dan membersihkan nama kampung mereka. bagaimana mungkin kampung yang selama ini namanya selalu bersih kini harus tercoreng hanya karena warga baru dari jakarta. mereka takut jika agatha dulu ialah pekerja PSK/wanita malam.


"Pak RT pokoknya harus tegas pada warganya jangan pilih kasih sama warga yang cantik rupanya tapi bejat akhlaknya." Ucap bu wiwin.


"Betul itu pak saya setuju, kampung kita selalu baik namanya jangan sampai tercoreng hanya karena warga baru." timpal pak wahyu suami bu omi.


"Siapa yang kalian maksud?" tanya pak RT mengerutkan keningnya belum mengerti dengan jelas ucapan para warganya.


"Mba agatha warga baru." balas bu yayu.


"Hamil di luar nikah. kami kira mba agatha itu wanita baik-baik tapi ternyata dulunya ******." timpal bu omi dengan perasaan menggebu.


"Astagfiruloh hal'adzim ibu-ibu bapak-bapak saya mengerti keluh kesah anda semua. mari sama-sama kita cari tau kebenarannya dulu jangan asal hakim sendiri seperti ini." ucap pak RT memberikan pengertian pada warganya agar tak tersulut emosi nantinya.


Kini pak RT dan para warga sedang berjalan menuju ke rumah kontrakan pak RT yang di sewakan agatha. mereka menghentikan langkahnya saat sudah di depan kontrakan. agatha yang baru selesai makanpun menghentikan langkahnya yang akan mencuci piring di dapur, saat mendengar suara ketukan pintu dan keributan dari luar rumah.


tok tok tok


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca jangan lupa meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2