One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 48


__ADS_3

"Sayang boneka milik siapa ini?" tanya agatha saat menatap maura yang sedang menggendong boneka beruang di ruang tamu.


"Ini boneka lula, di kasih om ian tadi siang." balas maura.


"Om ian itu siapa?" tanya agatha mengerutkan dahinya.


"Yang ngasih boneka sama mainan ini." ucap maura menunjuk ke mainan yang satunya.


"Baik sekali om ian. udah ngucapin makasih belum ke om ian? tanya agatha berjongkok.


"Udah." maura menganggukan kepalanya.


"Anak pintar." ucap agatha mengacak kepala maura.


Agatha lekas pergi ke kamarnya mandi membersihkan diri. selesainya ia menyiapkan makan sore untuk maura. di lihatnya putrinya masih asyik dengan mainannya yang baru.


"Mom katanya kalo aku punya mommy aku juga punya dady. dady aku di mana?" tanya maura saat mau tidur.


Agatha tak menyangka jika maura akan bertanya hal ini sekarang.


"Kerja jauh sayang." balas agatha mencari alasan agar putrinya percaya.


"Kapan pulang?" tanya maura lagi masih ingin tau.


"Nanti kalo udah banyak uangnya nanti dady pasti pulang."


Benar dugaannya lama kelamaan jika sudah besar pasti maura akan bertanya soal dadynya padanya dan kini terjadi, untung saja ia sudah memepersiapkan jawaban semuanya jauh sebelum putrinya lahir.


*


Hari besoknya di Malam hari aksa mulai melaksanakan tugas dari tuannya. ia sudah stand by di depan pabrik tempat wanita yang kemarin di bilang mirip nona agatha oleh tuannya kemarin pagi.


Aksa tak melepaskan pandangannya begitu juga dengan maxim. mereka sama-sama menajamkan kedua matanya. di lihatnya wanita yang mereka tunggu terlihat maxim langsung melajukan mobilnya mengikuti ke mana arah wanita itu pergi. sedangkan agatha tak merasa ada yang aneh dengan sekitarnya ia terus melajukan sepeda motornya. tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di depan agatha. spontan saja agatha mengerem mendadak. untung saja ia sigap menahan diri agar tak terjatuh dari motornya. perasaannya mendadak khawatir daerah yang ia lalui sepi tak banyak kendaraan yang melintas. keluarlah dari dalam mobil 2 lelaki betubuh tegap melangkah menghampiri agatha. jantung agatha berdetak cepat dan nafasnya kian memburu. niat hati ingin kabur namun mereka langsung menangkap agatha.

__ADS_1


Agatha ambrug tak sadarkan diri. aksa memberikan obat bius pada agatha maxim segera menggendong tubuh agatha masuk ke dalam mobil. aksa sudah kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di jok kemudi. maxim membawa sepeda motor milik agatha dan melajukannya mengikuti mobil yang di kendarai aksa.


"Max katakan pada para penjaga agar tetap berada di luar jangan sampai wanita ini pergi meloloskan diri." ucap aksa saat sudah sampai di halaman rumah juli ia segera membawa agatha masuk ke dalam rumah.


"Siap tuan laksanakan." maxim segera pergi melaksanakan perintah.


Juli kini sedang beristirahat setelah selesai berolahraga malam. ia mengusap keringat yang menetes dengan handuknya.


"Tuan saya sudah selesai melaksanakan perintah." lapor aksa menunduk hormat.


"Di mana?"


"Di kamar tuan."


"Baiklah aku akan ke atas untuk mengeceknya." ucap juli pergi meninggalkan tempat gym sedangkan aksa kembali berjaga di ruang tamu.


Suara derit pintu kamar yang terbuka tak membuat agatha terbangun dari pingsannya. juli melangkah masuk menatap di mana seorang wanita yang mirip dengan agatha terbaring di atas ranjang.


Juli meneliti wajah ayu milik agatha, jari jemarinya mengelus kedua pipi agatha. senyumnya mengembang, rasanya seperti mimpi melihat kekasihnya hidup kembali. satu kecupan mendarat di kening agatha cukup lama.


Malam semakin larut namun juli tak merasa lelah untuk membuka kedua matanya.


"aduh kepalaku." ucap agatha saat pertama kali membuka kedua matanya secara perlahan. tangan kanannya menyentuh kepalanya yang terasa sedikit pusing.


"Di mana aku." ucap agatha bingung menatap ke sekelilingnya yang tampak asing di matanya. di dengarnya suara seorang lelaki yang sedang melakukan sambungan telepon dengan seseorang di luar kamar. agatha segera beranjak dari ranjangnya melangkah menghampiri pintu. namun suara bas seorang lelaki menghentikan langkahnya.


"Mau ke mana?" tanya juli.


Agatha terdiam mendengar suara yang tak asing di dengarnya. ia masih berdiri di tempat dan tak menoleh ke belakang.


Juli melangkah mendekat di mana agatha berdiri. kedua mata mereka bertemu, setelahnya agatha memutuskan pandangan mereka dan menunduk.


"Juli." gumamnya dalam hati. ia tak menyangka jika juli dapat menemukan keberadaannya.

__ADS_1


"Kenapa? apa kau terkejut melihatku?" ucap juli datar.


"Aku mau pulang." ucap agatha kembali melangkah.


"Berhenti atau kau akan tau akibatnya!." ancam juli hingga membuat agatha menghentikan langkahnya lagi.


"Apa maumu?" tanya agatha menatap berani pada juli.


"Apa mauku? kau pasti tau tha apa mauku. kembalilah padaku!" ucap juli mendorong agatha hingga ke tembok mengunci kedua tangan agatha.


"Apa kau sudah gila kita sudah jadi saudara. dan kau juga sudah menikah jadi mana mungkin kita bisa bersama lagi?" ucap agatha berteriak.


"Di mana anak kita?" tanya juli yang membuat agatha terkejut. dari mana juli bisa tau jika dirinya memiliki anak.


"Kenapa diam?" tanya juli lagi.


"Anak anak siapa?" balas agatha pura-pura tak mengerti.


"Kau jangan membohongiku tha, kau pergi dan mengandung anakku kan?" murka juli merasa kesal karena agatha masih tak mau jujur.


"Jul aku mohon jangan ganggu aku dan anakku. biarakan kami hidup bahagia aku mohon." ucap agatha bersimpuh di kaki juli. air matanya juga ikut terjatuh.


Bagai tersayat hatinya mendengar ucapan agatha. apa jika agatha hidup bersamanya mereka tak bahagia. ia menatap sendu melihat wanita yang di cintainya menangis karenanya.


"Aku ingin bertemu dengan anak kita. bisakah kau membawaku bertemu dengannya?" mohon juli mengangkat tubuh agatha berdiri lalu memegang kedua bahu agatha.


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkaam jejak dengan memberikan


Like


Comen

__ADS_1


Vote


__ADS_2