
juli sudah tidak mengikuti kuliah selama satu minggu, ia hanya mengirimkan tugas lewat e-mail pada dosennya. dan hari ini dia mulai masuk ke kampus lagi. berpakaian khas anak kuliah dengan memakai kaos berwarna putih serta outwear jaket jeans denim dan celana jeans berwarna hitam, sneakers berwarna abu dan memakai jam tangan di pergelangan tangannya menambah kesan cool and perfect. tak seperti kemarin ia selalu memakai kemeja di padukan dengan jas dan celana bahan pakaian khas kantor namun masih terlihat tampan. kini ia melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah sambil memutar musik untuk menemani perjalanan sampai kampus.
sesampainya di kampus juli keluar dari mobilnya. di sana ia belum melihat mobil yang di kendarai para sahabatnya. tak berselang lama kemudian mobil ken, hans, dan sandy berjalanan beriringan. mereka akhirnya berjalan ke kelas bersama walau mereka berbeda jurusan.
"jul jika kau bertemu nadia nanti jangan melakukan hal yang nekat." ucap hans mengingatkan pada sahabatnya. hans tau jika juli mempunyai emosi yang tinggi jika dia sudah merasa dirinya terusik.
juli hanya diam mendengarkan peringatan dari hans. yang ia pikir harus dengan cara apa ia menyadarkan nadia jika dia tidak bisa menerimanya lagi. dulu saja ia memacarinya hanya untuk sebuah kesenangan saja supaya ia mendapat predikat Raja Playboy.
"jangan sampai bikin keributan jul malu sebagai lelaki, kita memberi pelajaran pada seorang wanita." ucap sandy.
"ya aku tau itu." ucap juli jengah mendengar cepotehan para sahabatnya.
sebelum ke kelas mereka mampir dulu ke kantin kampus untuk sarapan bersama. netra juli melihat agatha dan jenny sedang duduk di meja pojok. langsung saja ia berjalan menghampiri agatha. hans dan sandy hanya mengekori juli dari belakang sedangkan ken menghampiri pak dono memesan makanan.
juli mendaratkan bokongnya di kursi samping agatha memasang senyum semanis mungkin.
"hoek." agatha mual ketika juli medekati dirinya.
"tha aku lagi makan jangan mual di sini." tegur jenny kesal yang sedang menguyah nasi goreng.
"jul menjauh kau bau." agatha menutup hidungnya dengan kedua jarinya sedangkan tangan satunya melambai menyuruh juli untuk menjauh darinya.
juli mencium aroma tubuhnya sendiri dan beralih ke arah hans dan sandy yang sedang duduk di meja yang sama dengannya.
"sayang aku sudah mandi dan aku juga tak lupa memakai deodoran dan parfum jadi mana mungkin tubuhku bau."
"hans, san apa tubuhku bau?" tanya juli pada kedua sahabatnya menatap bergantian.
"wangi kok." hans dan sandy mejawab bersamaan.
"tapi aku ngga suka baunya."
jenny hanya menggeleng melihat kelakuan sahabatnya yang berbeda akhir-akhir ini.
"kak jul lebih baik kau pergi, nanti agatha mual lagi." ucap jenny.
akhirnya juli bangkit dari duduknya pindah ke meja yang lumayan agak jauh. juli terlihat kesal dengan sikap agatha yang megatakan dirinya bau. ia masih mencium aroma dirinya sendiri berulang kali.
__ADS_1
"cukup jul, hari ini kau seperti biasanya kau terlihat tampan, wangi, cool dan perfect." ucap sandy merasa jengah dengan kelakuan juli.
"mungkin ini cara agatha supaya kau mau menjauhinya." ucap hans lirih.
"sepertinya aku melewatkan kejadian barusan. memang apa yang agatha katakan padamu jul?" tanya ken sedikit kepo dengan perbincangan sandy dan hans yang begitu serius.
"agatha bilang juli bau." jawab hans menyeruput teh hangat yang baru saja di bawa ken.
ken terbengong mendengar jawaban hans.
"kau serius agatha berkata seperti itu padamu?" ken menggelengkan kepalanya seperti tak percaya. dulu saja saat berpacaran juli yang menempel pada agatha sepanjang hari saja tak pernah menolak jika juli bergelayut manja padanya ini malah mengatakan jika juli bau. apa agatha sudah benar-benar memebenci juli.
*********
setelah pelajaran usai jenny dan agatha memutuskan langsung pulang ke rumah. tadinya agatha ingin mengajak jenny ke bioskop tapi jenny menolak dengan alasan menyuruhnya untuk beristirahat. melihat wajah agatha yang masih terlihat pucat ia yakin jika agatha memang sebenarnya belum sembuh total.
"kau mau aku antar ke mana?" tanya jenny yang masih fokus pada jalanan.
"ke rumah oma yunita kak jas bilang ia akan berangkat ke London sore ini." jenny melajukan mobilnya sesuai permintaan agatha. hari ini agatha tak membawa mobil sendiri jenny sengaja menjemput agatha karena jam matkul mereka di mulai pada waktu yang sama.
"jen berhenti dulu."
"ada apa?" tanya jenny mengerutkan dahinya karena bingung. tapi ia tetap menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"aku mau beli lutis, apa kau juga mau biarku belikan sekalian?" tawar agatha sambil membuka seat belt.
jenny hanya menjawab dengan gelengan kepala. jenny menoleh ke belakang mengikuti langkah kaki agatha berhenti. cukup lama ia mengantri agatha sudah mendapatkan apa yang ia mau satu bungkus lutis buah sudah berada di tangannya. agatha masuk ke dalam mobil membuka lutis yang baru saja ia beli dan menikmatinya.
"jen kau benar-benar tidak mau? ini enak banget loh?" tawar agatha pada jenny sambil menyodorkan potongan buah pada jenny. jenny yang di tawari hanya menggelengkan kepala masih tidak percaya dengan kelakuan agatha.
"kau seperti orang hamil tha makan begituan."
"ah kau ini, waktu aku makan soto kau bilang ngidam sekarang aku makan lutis buah di bilang hamil."
"kan aku bilang seperti bukan menuduh kau hamil." jenny menghela nafas supaya tak tersulut emosi.
perdebatan unfaedah dengan jenny tlah usai. kini agatha sudah ada di rumah oma yunita.
__ADS_1
"pukul berapa kau akan berangkat kak?" tanya agatha sambil bergelayut manja pada jason kakaknya.
"tha minggir ih panas." jason mencoba melepaskan tangan agatha yang menempel pada jason sejak ia sampai di rumah oma.
agatha tak menggubris perkataan jason ia malah semakin mengeratkan gelayutan pada kakaknya.
"kenapa jadi manja sekali hm?" tanya jason mengusap rambut milik agatha lembut.
"apa kau rindu bergelayut manja pada juli hm?"
agatha melepaskan tangannya dari tubuh jason, memanyunkan bibirnya menandakan jika dirinya sedang marah. jason terkekeh melihat wajah adiknya yang sedang marah padanya. ia sejak dulu memang senang menggoda adiknya. makanya ia dulu sering dimarahi oleh mami dan papinya karena sering membuat agatha menangis.
"maaf." jason menghampiri adiknya yang sudah berada di dalam kamarnya.
"hm." ucap agatha lirih.
jason punya cara tersendiri untuk membuat adiknya marah lagi padanya, jason menggelitiki agatha hingga ia tertawa terpingkal-pingkal.
"hentikan kak ini sangat menggelikan."
"memafkanku atau tidak?" ulang jason lagi.
"iya."
ya kakak beradik ini memang senang sekali bertengkar namun hanya sebentar lalu hubungan mereka akan kembali membaik.
bersambung. . .
biasakan tinggalkan jejak dengan memberikan
Like
Comen
vote
berikan kritik dan saran supaya saya bisa lebih baik lagi. terima kasih sudah mau mampir ke lapakku. mohon maaf juga bila ceritanya masih amburadul.
__ADS_1