One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 31


__ADS_3

Seluruh umat Nasrani di muka bumi sedang bersuka cita menyambut perayaan hari Natal. agatha dan seluruh warga panti sibuk melakukan dekorasi di seluruh ruangan. mulai dari membersihkan rumah, mendekor pohon Natal, memasak bersama dan menyiapkan kado. semua orang di panti bekerja sama mengerjakan tugas agar semua pekerjaan segera terselesaikan sebelum acara misa dan kebaktian malam nanti.


Ini Natal pertama untuk agatha tinggal di panti. perasaannya mendadak sedih mengingat keluarga yang di tinggalkannya. ia mengingat kembali saat dirinya mendekor pohon Natal dan bertukar kado bersama kakaknya jonathan dan jason. bulir air matanya mengelir keluar. ibu calista ya melihatnya langsung mengusap air mata agatha dengan ibu jarinya.


"Kenapa?" tanya bu calisa.


"Tidak apa bu." jawab agatha menggelengkan kepala.


"Kau merindukan keluargamu?" tanya bu calista menoleh ke arah agatha.


"Ini pertama kalinya aku merayakan Natal tanpa mereka." ucap agatha menunduk dengan wajah sendu.


"Kami sekarang juga keluargamu. berhentilah menangis dan berbahagialah." ucap bu calisata seraya mendongakan dagu agatha dengan tangannya.


"Terima kasih sudah menerimaku di sini bu." ucap agatha lirih menatap kedua manik bu calista seraya memeluk bu calista.


"Sama-sama sayang." ucap bu calista menerima pelukan mengelus rambut agatha lembut.


Makanan yang di masak agatha dan bu calista sudah siap untuk di hidangkan dan semua tatanan dekorasi juga telah selesai.


"Hua. . ." Suara tangis Ciko pecah ia terjatuh karena berlari bermain kejar-kejaran dengan elon. agatha yang sedang beristirahat di dalam kamar segera melangkah keluar menghampiri ciko di halaman depan. kamar agatha berada di depan jadi suara tangis ciko terdengar jelas dari dalam kamarnya.


"Hey boy, anak laki-laki ngga boleh nangis." ucap agatha mengelus rambut ciko. agatha menuntun tangan kecil ciko menuju ke teras. perut yang sudah mulai membesar tak memungkinkan dirinya untuk menggendong ciko ke teras.


"Mana yang sakit." tanya agatha pada bocah laki-laki yang belum genap berusia 4 tahun ini yang sudah duduk di lantai dan masih menangis sesenggukan.


"Ini atit kak." adu ciko seraya menunjuk lututnya yang kini mengeluarkan darah.


"Ini kak." Lintang membawa kotak P3K yang baru saja ia ambil dari dalam rumah dan memberikannya pada agatha.

__ADS_1


"hiks. . .hiks pelih kak." ciko menangis sesenggukan merasakan perih saat kapas yang di tuangi betadin menempel di lututnya.


Dengan telaten agatha mengobati luka ciko dan menenangkan tangisannya. agatha mulai belajar mengurus anak panti, jadi nanti ketika anaknya lahir ia sudah bisa mengurus anaknya sendiri. agatha menceritakan cerita Kancil untuk membuat tangis ciko berhenti.


**


Jonathan tiba di Kota Jakarta kemarin malam, ia ingin merayakan Natal bersama kedua adiknya. sedangkan jason mengambil cuti libur 2 hari di Rumah Sakit menjelang Natal. sedangkan papinya tak ikut pulang bersama jonathan, papi merayakan Natal di Jerman negara kelahirannya bersama oma yunita.


Jo terkejut rahangnya mengeras mendengar kabar agatha adik perempuan satu-satunya yang kini pergi entah ke mana.


"Apa kau sedang bercanda jas." tanya jonathan murka bangkit dari duduknya menghampiri adiknya seraya menarik krah kemeja jason. tak biasanya emosi jonathan cepat memuncak.


"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?" ucap jason yang terlihat dari kedua matanya tak ada kebohongan.


"Sejak kapan? sejak kapan jas?" tanya jonathan berapi-api.


"Aku sudah berusaha mencarinya dan aku juga sudah membayar orang untuk mencarinya juga, tapi sampai sekarang belum ketemu." ucap jason lagi. bagaimana mungkin adiknya pergi sudah lama dan jo sendiri baru mengetahuinya sekarang kakak macam apa dirinya. jo masih saja merutuki kebodohannya.


"Jangan beritahu papi aku takut papi akan jatuh sakit." ucap jonathan khawatir, ia menyugar rambutnya ke belakang pikiranya kini sedang kacau sekarang.


Jonathan dan jason masih saja berdiskusi mengenai kemungkinan kepergian adiknya.


Jonathan dan jason kini sedang berkunjung ke rumah ayah sean. di sana sudah ada ayah sean, mami niken, juli dan desi yang sedang berkumpul di ruang keluarga. kedatangan kedua putranya seperti kejutan yang tak terduga untuk dirinya. biasanya hanya salah satu dari putranya yang bisa merayakan Natal bersama. mami niken menyambut kedua anaknya yang baru saja sampai di pintu masuk.


"How are you my son. [Bagaimana kabarmu putraku?]" ucap mami niken menghambur ke pelukan putra pertamanya lalu mencium keninganya.


"I'am fine mi [Aku baik mi]." ucap jonathan menerima pelukan dari maminya. setelah memeluk jonathan kini mami niken beralih memeluk jason anak keduanya bergantian.


Mami niken menggandeng kedua anaknya ke dalam. menemui keluarga barunya.

__ADS_1


Juli yang sedang duduk mencoba memgamati wajah jonathan dengan teliti. wajahnya seperti tak asing pernah melihat tapi di mana ia sendiri tak ingat.


"Kenalkan des jul ini putra pertama mami namanya jonathan. kalo yang ini kalian pasti sudah pernah bertemu sebelumnya namanya jason." mami niken memeperkenalkan satu persatu anaknya.


Juli sangat terkejut saat mami niken mengatakan jika laki-laki yang ada di samping jason adalah putra pertamanya.


Juli baru teringat jika foto yang pernah di tunjukan diana padanya adalah kakak pertama agatha. ia sangat menyesal pernah mempercayai ucapan diana waktu itu. ia begitu merutuki kebodohannya percaya begitu saja hasutan diana. kini hanya penyesalan yang ada di dalam hatinya.


"Apa kak jas sudah mulai mencari agatha?" tanya juli menghmpiri jason yang baru saja selesai menelepon dengan seseorang entah siapa di teras depan.


"Untuk apa kau menanyakan hal itu lagi padaku?" bukannya jason menjawab ia malah balik bertanya dengan nada ketus. tangannya mengepal, rahangnya mengeras rasa marah dalam dirinya masih ada dalam hatinya


"Maafkan aku kak." ucap juli lirih. walau terlambat ia berharap masih bisa mendapatkan maaf dari jason kakak tirinya.


"Jika ale sudah ketemu akan aku pastikan kau tak aku perbolehkan lagi bertemu dengannya." ucap jason menuding dengan jari telunjuknya ke wajah juli. jason melangkah masuk ke dalam rumah.


Dari jauh jonathan mengamati perbincangan adiknya jason dan juli adik sambungnya, ia semakin penasaran kenapa jason bisa bersikap kasar pada juli. apa ada masalah di antara keduanya hingga mereka terlihat tak akur.


Bersambung. . .


Terima kasih kepada pembaca yang masih setia menunggu ceritaku.


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan dukungan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2