One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 23


__ADS_3

Bulan ini agatha mendapatkan gaji pertama. bu hanum membagikan gajinya di jam makan siang. ia menerimanya dengan senang hati.


"Makin semangat kerjanya tha." ucap bu hanum seraya mengulurkan amplop berwarna coklat pada agatha.


"Iya bu, terima kasih." ucap agatha menerima uluran amplop dari bu hanum.


Agatha keluar dari ruang bu hanum menghampiri mba upik dan mba gina yang sedang duduk di lantai, mereka baru akan makan siang nanti setelah agatha keluar dari ruangan bu hanum.


"Eh maaf mba lama." ucap agatha seraya menjatuhkan bokongnya di lantai.


"Iya lama banget udah sampe ngarat ini nunggunya." mba upik dan mba gina berkelekar.


agatha langsung membuka nasi uduk yang tadi di belinya saat berangkat ke toko tadi pagi. sedangkan yang lain membuka bekal masakan rumahan.


"Nanti pulang dari toko kita makan bakso dulu yuk." ajak mba gina seraya menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


"Boleh tuh mba udah lama juga aku ngga makan bakso." balas agatha antusias.


"Bakso yang deket sini aja ya, baksonya mang dadang." usul mba gina.


"Ngikut aja mah." balas agatha seraya mengambil gorengan di kantung plastik lalu memakannya.


Mereka menghabiskan makan siang dengan tenang setelah itu mereka kembali bekerja lagi.


sepulangnya mereka dari toko mereka langsung pergi ke warung bakso mang dadang. di sana sudah terlihat ramai pengunjung. mungkin saja baksonya rasanya enak di lihat dari banyaknya motor yang terparkir dan meja yang penuh.


mba gina dan agatha mencari meja yang kosong sedangkan mba upik memesan bakso dan es teh untuk minumannya.


cukup lama kami menunggu pesanan kami mengobrol banyak hal mulai dari keluarga dan pacar tentunya. agatha tak mungkin berkata jujur pada teman-temannya mengenai keluarganya dan cerita kelamnya, ia sengaja membuat karangan cerita sendiri dan berbohong pada mereka.


"Aku masih heran sama kamu tha, orang kampung pergi ke kota, ini malah kamu orang kota pergi ke kampung." ujar mba upik masih kepo dengan cerita hidup agatha.


"Aku juga sebenarnya bukan asli orang jakarta mba tapi dari jogja. aku lahir di jogja dan besar di jakarta, waktu aku SMP ibu pisah sama bapak terus bapak tetep tinggal di jakarta kalau ibu balik ke jogja lagi, waktu itu aku ikut bapak kalau mba ikut ibu." agatha berdusta mengarang indah jalan hidupnya.

__ADS_1


"Ooh aku kira kamu asli jakarta." timpal mba gina.


"Kenapa ngga tinggal di jakarta lagi bareng bapak?" tanya mba upik lagi.


"Mba tau sendiri biaya hidup di jakarta mahal." agatha tertawa kecil.


"Ngga tinggal bareng ibu di jogja?" tanya mba gina.


"Pengin mandiri mba." balas agatha.


"Ibu kamu ngijinin tinggal di sini?" tanya mba upik.


"Ngijinin mba lagipula aku sudah besar jadi ibu dan kakakku mengijinkan aku merantau."


Bakso yang mereka pesan sudah datang, mereka mulai menyantap bakso yang masih kebul asap. mba gina dan mba upik merasa heran melihat porsi makanku yang banyak. ada ketupat, klanting dan mendoan yang agatha santap.


"Tha badanmu memang kecil tapi makanmu banyak juga ya." ujar mba gina seraya geleng-geleng kepala.


"Iya mba habis laper." Ujar agatha nyengir.


**


Juli menoleh ke sana ke mari mencari keberadaan jenny di area kampus. ada yang ingin ia tanyakan padanya. ia berjalan melangkah melewati banyaknya kelas menuju kelas jenny namun dirinya masih belum menemukan keberadaan jenny. saat juli sedang berjalan ke halaman kampus netranya menangkap keberadaan jenny yang sedang berjalan menghampiri mobilnya di area parkir.


"Jen." panggil juli berlari menghampiri jenny.


"Bisa kita bicara sebentar." ucap juli dengan nafas yang masih terengah menghentikan langkahnya di depan jenny.


"Ada apa?"


"Apa kau tau agatha pindah ke mana?" tanya juli langsung pada intinya.


"Untuk apa kau mencari tau lagi keberadaan agatha? bukankah kalian sudah berpisah dan kau sendiri juga akan segera menikah?" cibir jenny.

__ADS_1


"Ya aku tau itu, aku hanya ingin tau keberadaan agatha saat ini." balas juli.


"Jika kau sudah tau, jadi berhenti mencarinya dan fokus pada pernikahanmu, jangan memberikan harapan apapun lagi pada sahabatku." ucap jenny ketus.


"Jen aku mohon." juli mencekal pergelangan tangan jenny menahannya sebentar agar tak pergi. juli mengatupkan kedua tangannya memohon.


"Jika aku tau keberadaan agatha aku tak akan pernah memberitahumu." jenny menoleh seraya menuding dada juli dengan jari telunjuknya.


"Dan berhentilah menggangguku." ucap jenny lagi seraya melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam mobil.


Juli hanya mematung menatap nanar kepergian jenny. tak luput juga dari pandangan para sahabatnya hans, ken dan sandy mereka merasa sedih melihat kondisi juli saat ini.


Tubuh yang kokoh mendadak ambruk, lututnya ia gunakan sebagai pijakan. para sahabatnya mencoba membangkitkan juli dan mengajaknya ke mobil dan memberikan juli semangat lagi agar ia tak terus-terusan larut dalam kesedihan.


Desi masih mengamati interaksi antara kekasihnya dengan seorang wanita, mereka terlihat terlibat obrolan serius dengan juli.


Niat hati desi ingin mengajak juli makan siang bersama tapi malah pemandangan buruk yang ia dapat.


"Siapa wanita itu dan ada hubungan apa juli dengannya?" desi masih mengamati juli dan seorang wanita.


"Aku harus mencari tau, apa mungkin juli tak bisa bersikap manis padaku karena hadirnya dia." desi masih saja menerka-nerka siapa wanita yang sedang bersama juli.


Desi melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2