One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 62


__ADS_3

Jason sudah rapi dengan pakaian Dinas. menuruni anak tangga dengan langkah tergesa-gesa. ya ia barusaja mendapat panggilan pasien darurat di Rumah Sakit pagi ini. agatha yang sedang menata makanan di atas meja menghentikan aktivitasnya saat melihat jason menuruni anak tangga.


"Sarapan sudah siap." ucap agatha.


"Sepertinya waktunya tak akan cukup jika kakak sarapan di rumah." balas jason tak menghentikan langkahnya.


"Tunggu sebentar saja, aku siapkan bekal." ujarnya memaksa.


"Ale sudah mepet waktunya." ucapnya lagi menggerutu. ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Agatha lekas mengambil kotak makan dan menyendokknya ke dalam wadah. dengan gerakan cepat makanan sudah siap, ia menyodorkan kotak makanan pada kakaknya.


"Pak dokter kalau tidak sarapan bisa sakit, kau dokter dan harus selalu sehat." ucapnya dengan senyum di wajahnya.


"Terima kasih adikku sayang." jason menerimanya dan langsung melangkah pergi.


Agatha mengekor di belakang mengantar sampai ke teras.


"Hati-hati di jalan." tangan agatha melambai ke udara saat mobil yang di kendarai jason melaju meninggalkan halaman rumah.


Agatha lekas masuk ke dalam rumah kembali. ia melangkah menaiki anak tangga masuk ke dalam kamarnya. maura yang barusaja bangun menoleh ke arah pintu.


"Sudah bangun?" tanya agatha duduk di tepi ranjang mengecup kening putrinya.


"Mommy daddy mana?" tanya maura saat pandangan matanya tak menemukan juli.


"Sudah pergi kerja sayang. nanti sore daddy ke rumah."


Kemarin malam juli tak di bolehkan pulang oleh maura namun karena belum ada ikatan pernikahan jason tak mengijinkan mereka hidup dalam satu atap. jadi juli di rumah sampai maura tidur setelahnya ia kembali ke rumahnya.


"Lihat siapa yang video call." tanya agatha menunjukan ponselnya saat juli menghubunginya.


Maura segera bangkit dari tidurnya, tangannya segera meraih ponsel di tangan agatha dan menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.


"Daddy." panggil maura saat wajah juli sudah terlihat di layar ponselnya.


"Hallo sayang, baru bangun?" tanya juli.


"Iya, daddy nanti sole tidul sini lagi sama lula."


"Iya nanti malam daddy tidur di sana lagi." balasnya menganggukan kepala.


"Sekarang mandi biar cantik dan wangi."


"Mau di mandiin daddy." ucapnya lagi dengan nada manjanya. juli hanya tersenyum menanggapi putrinya. sebegitu manjanya maura padanya.


"Sekarang mandi sama mommy dulu nanti sore baru mandinya sama daddy." ujarnya memberi pengertian pada putrinya.


"Sudah dulu daddy mau lanjut kerja lagi." ucapnya di akhir percakapannya dengan maura.


"Dadah daddy." maura melambaikan tangan sebelum sambungan video call benar-benar terputus.


Kini maura sudah selesai mandi dan sedang mengusai ruang tamu sebagai taman bermain. dengan pola tingkahnya mainannya sudah berserakan di mana-mana, di lantai di atas sofa sampai di atas meja. ada masak-masakan, boneka, dan masih banyak mainan yang baru di belikan jason secara online.


"Lula masak dulu ya nanti kalo udah mateng lula suapin." ucapnya pada boneka panda yang sedang ia gendong.


Tangannya membolak balik mainan spatula di atas wajan.

__ADS_1


Suara deru mesin mobil terdengar berhenti di halaman depan. arif supir pribadi keluarga lee keluar dan membukakan pintu untuk majikannya. samuel keluar dari mobil di ikuti oleh jonathan putra pertamanya.


Langkah kakinya berhenti saat sudah sampai di depan rumah. pintu yang terbuka membuat samuel sang pemilik rumah tak mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung saja masuk. baru dua langkah ia berjalan samuel menghentikan langkahnya saat ia mendapati gadis cilik yang sedang duduk di lantai dengan banyaknya mainan.


"Astaga papi." Jonathan yang mengekor di belakang samuel menabrak punggungnya. ia mengusap keningnya yang tadi membentur punggung papinya.


"Anak siapa itu jo?" tanya samuel, ia melepas kaca mata yang sedang ia pakai.


"Jo tidak tau pi jo saja baru pulang." balasnya mengdikan bahunya.


"Bukannya nur janda dan anaknya sudah besar. apa dia menikah lagi?" tanya samuel. dan lagi-lagi jonathan hanya mengedikan bahunya.


Jonathan melenggang masuk ke dalam rumah.


Tap


Tap


Tap


Maura menoleh saat ada suara langkah kaki yang masuk ke dalam rumah.


"Hey anak manis namanya siapa sayang?" tanya jason berjongkok di samping maura mengusap rambut milik maura.


"Lula." jawab maura.


"Anaknya mbak nur?" tanya jonathan lagi.


"Mommy atha." balasnya menggelengkan kepala.


**


Agatha mengambil beberapa keperluan barang yang sudah habis di rumahnya. ya agatha pergi ke supermarket hanya seorang diri. maura ia titipkan pada mbak nur karena ia menolak di ajak pergi. ia mendorong troli pelan seraya melihat barang yang tertata rapi di rak.


"Agatha." suara itu mengalun di udara. agatha menoleh mencari orang yang sudah memanggilnya.


"Hay jen." balasnya melambaikan tangan.


"Apa kabar?" lama tak jumpa." jenny lekas menghampiri agatha seraya mendorong troli yang memuat banyak belanjaan.


"Puji Tuhan kabar baik. kamu apa kabar?" tanya agatha balik. sudah sekitar 5 tahun mereka tak bertemu mereka saling berpelukan dan cipika cipiki.


"Puji Tuhan baik juga. ke mana aja selama ini menghilang?" tanya jenny lagi kepo. mereka saling melepas pelukan.


"Aku pindah ke ausi." bohong agatha.


"Tapi kenapa tak berpamitan denganku pindah kuliah. nomormu juga tak bisa di hubungi." ucap jenny lagi manyun.


"Maaf aku tak ada waktu untuk memberi kabar. semua serba mendadak. ponselku hilang sewaktu di sana." ucap agatha berpura pura memasang wajah penuh sesal.


Mereka akhirnya merampungkan belanja bersama. dengan banyaknya belanjaan di tangan, mereka segera memasukan belanjaannya ke dalam bagasi. agatha dan jenny kembali melanjutkan mengobrol saat makan siang bersama di salah satu resto di seberang supermarket yang cukup di kenal di kalangan anak muda.


"Kau sudah menikah?" tanya agatha saat ia melihat cincin pernikahan di jari manis tangan sebelah kanan jenny.


"Sudah. 2 tahun yang lalu." Jenny menganggukkan kepala seraya tangannya mengelus cincin yang melingkar di jarinya.


"Dengan Hans?"

__ADS_1


"Bukan, dengan teman sepupuku Wiliam namanya." jenny menggeleng cepat.


"Selamat semoga awet." doa agatha tulus.


"Amiiin. terima kasih doanya, tapi.." ucap jenny menggantung.


"Tapi apa?" tanya agatha penasaran.


"Aku belum di kasih anak rasanya kurang lengkap." ucap jenny kedua matanya berkaca-kaca.


"Yang sabar, tetep minta sama Tuhan semoga lekas di segerakan." ucap agatha menguatkan jenny. ia menggenggam jari jemari sahabatnya.


Byuuurrr


"Ya Tuhan." agatha basah akibat air yang mengguyur tubuhnya.


Agatha mendongak melihat siapa yang sudah menyiramnya. betapa terkejutnya agatha melihat desi istri juli kini ada di hadapannya. ia menelan salivanya saat mata mereka bertemu.


"DASAR WANITA MURAHAN! beraninya kau menggoda suamiku." ucap desi dengan suara lantang hingga seluruh pengunjung resto menoleh ke arah agatha.


"Apa kau tidak laku hingga mendekati suamiku hah." ucapnya lagi masih dengan suara keras hingga terdengar pengunjung berkasak kusuk membicarakan agatha.


"Maaf ya mba saya tidak pernah menggoda suami mbak." ucap agatha mencoba membela diri.


Prok


Prok


Prok


Desi bertepuk tangan mendengar jawaban agatha.


"Dengar semuanya saya mau mengatakan hal penting pada kalian. bahwa wanita ini dia sudah menggoda suamiku hingga suamiku menceraikanku." ucap desi pada seluruh pengunjung resto seraya menujuk agatha dengan jari telunjuknya.


"Apa ngga laku sampai menggoda suami orang." cibir pengunjung di meja yang tak jauh dari agatha.


"Atau kepingin mendadak jadi orang kaya bisa jadi simpenan pengusaha." cibir pengunjung yang lain lagi. dan masih banyak lagi cibiran orang-orang yang ada di sana yang begitu menyakitkan hatinya.


"Cukup mbak cukup." ucap jenny angkat bicara. ia yang sedari tadi diam tak bersuara sudah tak sanggup lagi mendengar perkataan menyakitkan yang membuat sahabatnya semakin pilu.


Lidah agatha sendiri terasa kelu tak mampu ia berkata apa-apa lagi. air matanya tak mampu ia bendung ia menangis dalam pelukan jenny sahabatnya. bahkan wajahnya ia benamkan di dada jenny.


"Puas mbak sudah membuat sahabat saya malu?" tanya jenny sebelum jenny membawa agatha pergi meninggalkan resto.


Bersambung. . .


Tetap biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan dukungan


Like


Comen


Vote dan


Jangan lupa masukan ceritaku dalam cerita favoritmu ❤


Terima kasih kepada yang sudah menyempatkan untuk mampir ke lapakku dan setia menunggu cerita kelanjutannya. tanpa kalian aku bukan apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2