
Mengingat banyaknya kebutuhan untuk masa depan maura agatha mulai berpikir untuk mencari pekerjaan, umur maura juga kini sudah memasuki usia 2 tahun dan agatha sudah harus mempersiapkan uang untuk kebutuhan maura di masa mendatang. untuk masuk sekolah dan kebutuhan yang tak terduga lainnya.
Dengan ijazah yang sengaja ia bawa dari jakarta saat kabur dari rumah harus ia gunakan untuk melamar pekerjaan. yah ijazah dengan lulusan SMA tak mungkin ia gunakan untuk melamar di perusahaan besar, jika ia melmarpun paling hanya menjadi OG atau office girl, jadi ketika ada lowongan pekerjaan di sebuah pabrik tempat bang kemal bekerja sedang membutuhkan banyak karyawan membuat minat agatha untuk mencoba melamar kerja di sana. keinginannya sudah ia bicarakan sebelumnya dengan ibu pengurus panti. mereka tak merasa keberatan jika agatha bekerja dan menitipkan putrinya pada mereka.
Berkas untuk melamar sudah masuk ke dalam map gantung dan siap untuk di bawa pagi ini. ia melajukan sepeda motornya ke sebuah salah satu pabrik garmen di Kota ini. tanpa modal pengalaman apapun di pabrik agatha nekat melamar pekerjaan di sana. terlihat banyaknya pelamar laki-laki dan perempuan yang sedang mengantri untuk test interview. agatha segera memarkirkan sepeda motornya di tempat parkir lalu melangkahkan kaki menuju pos satpam menyerahkan surat lamaran lalu melangkah ke tempat tunggu bersama pelamar lainnya.
"Mbak." sapa seorang wanita berhijab yang duduk di sebelah agatha.
"Eh iya mbak." balas agatha tersenyum ramah.
"Namanya siapa?"
"Agatha mbak, kalo mbak siapa namanya?"
"Alfiana panggil aja fia."
"Sudah pernah kerja di mana sebelumnya?"
"Di toko Kue mbak, kalo mbak sendiri?"
"Di Konveksi di Jakarta."
"Mbak alfiana." panggil pak satpam pada salah satu pelamar untuk masuk ke dalam ruang interview membuat mereka menghentikan percakapan kedua wanita yang baru saja berkenalan.
"Saya duluan ya mbak." pamitnya bangkit dari duduknya meninggalkan agatha dan yang lain.
"Iya mbak, semoga di terima." ucap agatha mendoakan.
"Amiin." alfiana mengaminkan doa agatha.
Agatha masih menunggu giliran namanya di panggil. tak berselang lama namanya di panggil, ia segera bangkit dari duduknya menuju ke dalam ruang interview jantungnya berpacu lebih cepat perasaannya mulai resah ini pertama kalinya ia mendaftar di pabrik. walau sebelumnya ia sudah pernah melamar pekerjaan tapi ini berbeda tempat kerja jadi beda rasanya. sebelumnya ia sudah bertanya pada bang kemal mengenai pertanyaan yang akan di lontarkan bapak atau ibu personalia pada pelamar saat interview.
"Valerina agatha lee." ucap seorang wanita membaca data identitas diri yang tertulis di selebaran milik agatha bergantian menatap pada agatha.
"Apa yang membuat anda ingin melamar pekerjaan di sini? karena yang saya lihat Kartu keluarga anda Jakarta. kenapa anda tidak melamar pekerjaan di ibu kota yang sudah jelas banyak perusahaan besar yang berdiri di sana." banyaknya pertanyaan yang terlontar darinya membuat agatha harus memutar otak agar tak membuat orang yang di hadapannya tercengang mengetahui jika dirinya terlahir dari keluarga yang cukup mampu.
"Biaya di ibu kota mahal jadi sama saja pemasukan dan pengeluarannya jika di hitung-hitung." ucap agatha sekenanya saja.
"Sudah pernah bekerja di mana sebelumnya?" tanyanya lagi.
"Toko Kue."
__ADS_1
"Berapa lama?"
"Sekitar 5 bulan."
"Di sini kerjanya bisa sampai lembur apa mbak bisa mengikuti segala peraturan yang ada?"
"Sebagai karyawan saya mau mengikuti segala peraturan di mana tempat saya bekerja." ucap agatha meyakinkan.
Ibu personalia juga memberikan test perkalian dan test warna pada agatha. setelah di cukup ibu personalia menyudahi test interview.
"Test interviewnya sudah cukup anda boleh keluar dan tunggu pengumuman selanjutnya dari kami." ucapnya tersenyum seraya menumpuk berkas lamaran agatha dengan pelamar lainnya.
Agatha sudah sampai di rumah dan kini sedang menemani maura bermain dengan kelincinya di halaman belakang. ia terus saja melirik ponselnya yang belum menujukan tanda-tanda ada pesan dari pabrik. pihak pabrik mengatakan akan memberikan informasi pengumuman penerimaan karyawan lewat whatsapp.
Terlihat maura tertawa senang berlari kesana kemari mengejar kelincinya yang tak mau anteng.
"Sayang jangan lari-lari nanti jatuh." agatha memperingatkan putrinya.
"Ini tangkep ici mom."
"Iya tapi nanti kalau maura lari bisa jatuh sayang."
"Mom ikut tangkep."
"Kalau sudah di tangkep, terus mau di apakan kelincinya?" tanya agatha saat kelincinya sudah berada dalam gendongannya.
"Mau aku ndong." ucapnya merentangkan kedua tangannya. agatha memberikan kelincinya pada maura namun kelincinya terlepas lagi.
"Aaa lepas lagi." ujar maura kesal.
"Anak momy ngga boleh sedih ayo kita tangkap lagi." ucap agatha menenangkan putrinya lalu kembali menangkap kelincinya lagi di bantu ciko dan anak yang lain. senyum di bibir maura terukir kembali.
Batin agatha meringis mengingat dirinya akan sibuk nantinya jika sudah bekerja di pabrik ia tidak akan mempunyai banyak waktu untuk putrinya. dengan berat hati ia harus rela membagi waktunya untuk kebahagiaan maura nantinya. ia sendiri harus menepati janjinya membahagiakan malaikat kecilnya.
**
Malam telah berlalu dan sudah berganti menjadi pagi, agatha kembali pada rutinitasnya sebagai seorang wanita dan ibu yang baik mengurus putrinya sambil berjualan online. sudah 2 hari ini agatha di buat resah belum ada kabar dari pihak pabrik. agatha terus menggerutu dalam hati kenapa sampai hari ini ia belum juga mendapat kabar baik dari pabrik.
Ting
Ponselnya bergetar ia merogoh saku celananya pakaian yang terlihat di layar ponselnya pesan masuk agatha segera membukanya seketika kedua matanya berbinar membaca pesan yang baru saja masuk. ia segera berlari mencari ibu dewi, bu yosi dan bu calista yang sedang ada di dalam rumah. pakaian yang belum selesai ia jemur di tinggalkan begitu saja.
__ADS_1
"Bu ibu." panggil agatha saat melangkah masuk. agatha mendapati bu dewi dan bu calista memasak di dapur sedangkan ia sendiri tak menangkap keberadaan bu yosi di sana.
"Ada apa tha?" tanya bu dewi menghentikan aktivitasnya memotong sayuran.
"Ada kabar baik bu, aku di terima kerja." ucap agatha menampakan wajah bahagianya.
"Puji Tuhan Syukurlah." bu dewi mengucap syukur.
"Besok aku udah mulai berangkat kerja bu, doakan semoga semuanya berjalan lancar ya bu." ucap agatha menunjukan ponsel yang berisikan pesan panggilan dari pabrik.
"Semoga apa yang kamu harapkan semuanya di lancarkan Tuhan." ucap bu calista mendoakan.
"Amiin." ucap bu dewi dan agatha bersamaan.
Agatha melanjutkan kembali pekerjaannya yang tadi sempat tertunda. maura sedang asyik bermain sepeda di halaman depan dengan lintang dan yang lain. sedangkan ciko, elon dan anak laki laki sedang bermain layangan di belakang rumah.
"Sayang mamam dulu yuh." ajak agatha menghampiri maura.
"Nda, lagi main ini loh." tolak maura seraya melajukan sepedanya.
"Kak lintang dan kak beril juga mau makan, iya kan kak." agatha masih terus membujuk maura untuk makan.
"Iya makan dulu ya kakak ambil makan dulu kita makan sama-sama." beril beranjak dari duduknya masuk ke dalam mengambil makan untuk dirinya dan lintang.
dengan telaten agatha menyuapkan sedikit demi sedikit makanan ke dalam mulutnya. tak sampai habis namun sudah berkurang makanan dalam mangkuknya agatha sangat bersyukur.
"Nanti habis ini bobo ya jangan main sepeda terus." ucap agatha sebelum dirinya masuk ke dalam rumah mencuci mangkuk yang sudah ia pakai.
Maura sudah terlelap dalam gendongan agatha.
"Mom ici." rancau maura. agatha tersenyum menatap putrinya. ia mengusap keringat yang membasahi wajahnya. menjatuhkan tubuh maura secara perlahan di atas ranjang dan terlelap bersama.
Bersambung. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ceritanya dengan memberikan
Like
Comen
Vote
__ADS_1
Terima kasih untuk readers yang udah mampir ke lapakku dan setia menanti kelanjutan setiap episode