One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 64


__ADS_3

"Maura makan yang banyak sayang biar cepet besar." ucap jason seraya menyendokan nasi di atas piringnya.


Jonathan masih menatap penuh tanya pada gadis kecil yang sejak kemarin menarik perhatiannya. wajahnya begitu lucu dan menggemaskan. tetapi seperti tidak asing di matanya. wajahnya sangat mirip dengan juli adik sambungnya.


"Lula mau makan sama nugget." ucapnya menujuk nugget yang ada di atas meja.


"Uncle suapin ya." jason menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulut maura.


"No, suapin sama mommy." maura menggelengkan kepala. ia menutup mulutnya dengan tangan kirinya.


Uhuk Uhuk


"Jo pelan-pelan." papi sam menuangkan air minum ke dalam gelas dan menyodorkannya pada jonatahan.


"Kenapa anak ini memanggil ale dengan sebutan mommy?" tanyanya dalam hati seraya meneguk air dalam gelas hingga tandas. pandangan matanya juga masih menatap pada gadis kecil di hadapannya.


Sarapan bersama telah usai. mereka kini sudah berada di ruang keluarga. maura di amankan sejenak, jason tahu jika papi dan kakaknya jonathan ingin berbicara serius dengan adiknya. jason menyuruh mbak nur membawa maura ke taman kota agar jonathan bisa leluasa berbicara banyak dengan adiknya.


"Ale kata apa pertama yang di ucapkan setelah kau pergi dari rumah dan membuat semua orang khawatir?" ucap jonathan dengan wajah dinginnya. wajahnya menyiratkan kekecewaan di sana.


Agatha masih menundukan kepala. ia masih merasa takut untuk menatap kedua mata kakaknya.


"Maaf." bibirnya bergetar dan hanya kata itu yang terlontar. kedua tangannya meremas pakaian yang sedang ia pakai, tangannya juga mengeluarkan keringat dingin.


"Lihat papi le sekarang tubuhnya kurus, papi setiap hari memikirkanmu." ucapnya lagi namun kali ini dengan nada lemah.


"Papi." agatha mendongakan kepala saat dirinya mendengar papinya merasa sedih kala putrinya pergi.


Samuel merentangkan kedua tangannya agatha segera bangkit dari duduknya mendekati papi sam. agatha menerima pelukan papi sam dan keduanya sama-sama saling melepaskan kerinduan yang teramat dalam.


"Jo jangan terlalu keras padanya." ucap papi sam menatap tidak suka pada jonathan seraya mengelus kepala agatha lembut.


"Papi senang kau sudah kembali nak. jangan pergi lagi ya. papi tidak bisa membayangkan akan kehilanganmu lagi dalam waktu yang lama." ucap papi penuh harap, perkataan papi membuat hati agatha sakit. bagaimana jika ia tahu maura adalah putrinya sekaligus cucunya apa papi masih mau menganggapnya anak atau justru mengusirnya.


"Papi dia akan semakin nakal jika tak di beri pelajaran." jonathan merasa kesal ia anak tertua dan tugasnya berat menjaga dan mendidik adiknya agar menjadi anak yang baik. tapi papi malah tak setuju jika agatha mendapat omelan darinya.


"Boleh memarahinya tapi jangan berlebihan jo." ucap papi sam lagi.


"Ale minta maaf pi sudah membuat papi dan kak jo khawatir." air mata agatha yang sudah tak bisa lagi di bendung memaksa menerobos keluar.


"Dan maaf ale belum bisa menjadi anak yang bisa di banggakan, hanya bisa menjadi aib keluarga." sesal agatha.

__ADS_1


"Ssttt Jangan bicara seperti itu lagi, Kata siapa papi tidak bangga memiliki putri sepertimu? papi sangat sangat bangga padamu ale." ucap papi sam mengangkat dagu putrinya dengan jarinya. lalu mengecup kening agatha.


"Ada yang ingin papi tanyakan, tapi ale harus jawab dengan jujur." ucapnya dengan wajah penuh harap.


"Apa pi?"


"Siapa gadis kecil yang bernama maura itu?"


Deg


Akhirnya papinya menanyakan hal ini padanya. lidahnya berasa kelu tak mampu bicara. namun kedua mata agatha berkaca-kaca. tubuh agatha melorot ke bawah bersujud memohon maaf pada papinya. jonathan yang sejak tadi memperhatikan adiknya kini terkejut melihat agatha bersujud di bawah kaki papinya.


"Pi maafin ale pi, maafin ale."


"Ale jangan seperti ini, ayo bangun sayang." papi sam di buat bingung oleh sikap putrinya.


"Papi hanya bertanya siapa gadis kecil itu kenapa kau sampai bersujud seperti ini, ada apa ale?" papi sam memegang kedua bahu putrinya lalu mengangkatnya agar bangun.


"Dia putriku pi, dia putriku." ucap agatha lirih.


Deg


Jantungnya mendadak seperti berhenti berdetak, tatapan mata papi sam tak berkedip saat putrinya memberikan jawaban atas pertanyaan yang sejak tadi ia tunggu.


"Katakan siapa dia ale? siapa ayahnya?" tanya papi sam lagi. sorot matanya mengandung kekecewaan di dalamnya.


"Ale jangan diam katakan siapa dia?" tanya jonathan yang sudah tak sabar ingin mengetahui siapa laki-laki yang sudah merenggut kehormatan dan menghancurkan masa depan adiknya.


"Juli." ucap agatha lirih namun masih bisa di dengar oleh semua orang yang ada di sana.


"Juli anak ayah sean, saudara tiri kita?" tanya jonathan memastikan.


Agatha hanya menganggukan kepala membenarkan.


"KEPARAT!" jonathan mengumpat marah. tangannya mengepal. dadanya bergemuruh saat tau lelaki brengsek yang sudah menodai adiknya.


"Jas apa kau sudah mengetahui semua ini?" tanya jonathan pada jason.


"Aku juga baru tau baru-baru ini saat bertemu di semarang." jonathan menyugar rambutnya kasar.


"Ale apa kepergianmu karena kehamilanmu?" tanya papi sam.

__ADS_1


"Iya pi, aku hanyalah aib bagi keluarga."


Papi sam mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. ia sudah merasa gagal menjadi orang tua yang baik. ia juga merasa bersalah karena tak bisa menjaga putrinya dengan baik.


Setelah obrolan tadi pagi dengan anak-anaknya. samuel mengajak Sean bertemu siang ini. ia langsung datang ke kantor milik sean. dengan di dampingi jonathan sang putra. sedangkan jason tak bisa ikut, seperti biasa ia berangkat bertugas di Rumah Sakit.


Barusaja mobil sampai di halaman depan kantor. ia sudah di sambut oleh security yang sigap berdiri di depan pintu.


"Selamat siang tuan." sapanya menunduk hormat.


Samuel dan jonathan hanya melemparkan senyum padanya sebagai jawaban.


"Saya sudah ada janji dengan sean." ucap samuel pada receptionist.


"Ruangannya ada di lantai 15 tuan." balasnya tersenyum menunjukan ruangan sang atasan.


Keduanya melangkah masuk ke dalam lift menuju lantai paling atas di mana ruangan sean berada.


Di dalam ruangannya sean sedang duduk di sofa menunggu tamunya bersama istrinya. niken yang sedang sibuk dengan urusannya di butik terpaksa meninggalkan pekerjaannya karena sean yang meminta untuk datang ke kantor.


"Tuan sam anda sudah di tunggu di dalam. mari saya antar." ucap asisten sean.


"Tuan samuel sudah datang." ucap sang asisten membuka pintu.


"Suruh mereka masuk." titah sean pada asistennya.


Samuel dan sean muncul dari balik pintu. raut wajah yang tak ramah terlihat jelas di wajah samuel dan jonathan.


Niken terkejut saat samuel mantan suaminya datang berkunjung ke kantor suaminya. sean tak mengatakan apapun padanya.


"Silahkan duduk." ajak sean pada samuel dan jonathan putra sambungnya. mereka duduk di sofa saling berhadapan dengan sean dan niken.


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote dan

__ADS_1


Jangan lupa masukan ceritaku ke dalam cerita favorit kalia ya ❤


__ADS_2