One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 74


__ADS_3

Niken baru saja sampai di kota Semarang. Awalnya Sean tak mengijinkan mengingat kondisi istrinya baru saja pulih dari sakit. Namun Niken memaksa ingin menemui putrinya. Setelah berdebat dan Niken berpura-pura merajuk pada akhirnya Sean memberikan Ijin. Dengan pesawat pribadi milik keluarganya Niken dan Sean terbang di dampingi dokter Bima yang siap siaga jika terjadi hal yang tak di inginkan.


"Ini sudah malam, Kita istrirahat dulu di hotel." Ucap Sean pada istrinya.


"Iya mas." Niken mendesah pelan. jujur saja ia ingin segera bertemu putrinya. Ingin rasanya ia memeluk Agatha yang sudah ia perlakukan buruk saat pulang kemarin.


Ketiganya berjalan meninggalkan bandara menuju hotel milik keluarga Hansen untuk melepas rasa lelah.


Sean melambaikan tangan memberhentikan taxi yang terlihat akan melewatinya.


Ia menujukan arah tujuan pada pak supir. dengan cepat taxi melaju ke arah yang di inginkan penumpangnya.


Sesampainya ia mengulurkan beberapa lembar uang pada supir taxi lalu mereka segera turun.


Scurity menunduk hormat saat pemilik hotel datang berkunjung.


"Selamat malam Tuan." Sapa Security bertag name Farel.


"Malam."


Mereka masuk ke hotel dan meminta kunci kamar biasa keluarga Hansen menginap pada resepsionis. Setelahnya masuk ke dalam lift khusus pemilik hotel.


Setelah mengistirahatkan tubuhnya semalam Sean dan Niken sarapan terlebih dahulu sebelum pergi ke rumah panti di mana putri dan cucunya tinggal.


"Makan yang banyak agar kau lekas kembali sehat Sayang." Ucap Sean perhatian.


"Kau juga mas." Balas Niken.


Kini mereka sudah berada di perjalanan menggunakan mobil yang ada di Hotel.


Terlihat padat kendaraan yang besar hingga kecil memenuhi jalanan. Dengan sabar Indro supir pribadi Sean melajukan mobil secar perlahan. Banyak orang yang berangkat bekerja dan melakukan aktivitas lain membuat jalanan macet.


Tepat pukul 07.16 menit mereka sampai di pekarangan Rumah Panti. Indro turun lebih dulu berlari kecil mengitari depan mobil lalu membukakan pintu untuk Tuannya. Namun belum sampai di teras rumah terdengar sapaan dari samping rumah yang membuat sang pemilik nama menghentikan langkah lalu menoleh ke arah sumber suara.


"Selamat pagi Tuan Sean dan Nyonya Niken." Sapa Bu Dewi yang baru saja membuang sampah.


"Siang." Balas Niken dan Sean bersamaan.


"Mari silahkan masuk, silahkan duduk." Ajaknya berjalan mendahului tamu membukakan pintu utama.


"Terima kasih." Balas Niken tersenyum. ketiganya duduk di sofa ruang tamu. Dokter Bima juga ikut ke manapun Sean dan Niken pergi sebagai bentuk kesigapan sang Dokter.


"Saya ingin menemui Ale, apa dia ada di rumah?" Tanya Niken.


"Ale, Ale siapa Nyonya?" Tanya Bu Dewi nampak bingung.


"Ale Agatha." Ulang Niken.


"Oh Agatha, kalau jam segini dia berangkat bekerja."


"Ale biasanya pulang jam berapa Bu?" Tanya Niken lagi.


"Kalau tidak lembur jam 16.00, kalau lembur bisa sampai jam 8 malam."


"Oh begitu rupanya, malam sekali pulangnya. lalu di mana Maura?"


"Sekolah Nyonya di TK."


"Minumannya Nyonya." Ucap Bu Calista meletakan minuman di atas meja.

__ADS_1


"Terima kasih, maaf jadi merepotkan." Ujarnya merasa sungkan.


"Kami tidak merasa di repotkan. malah merasa senang mendapatkan kunjungan dari donatur Panti."


"Cucuku Sudah mulai sekolah?" Tanya Sean.


"Sudah Tuan." Balas Bu Calista dan Bu Dewi bersamaan.


Sambil menunggu Putrinya dan cucunya pulang mereka terlibat obrolan bersama. hingga tak terasa jam menujukan pukul 10.00 Bu Calista hampir saja lupa menjemput Maura, ia segera undur diri pergi menjemput Maura di sekolahnya.


"Silahkan dinikmati minuman dan cemilannya, saya tinggal menjemput Maura sebentar." Bu Calista Pamit undur diri.


Jarak tempuh ke sekolah TK tak terlalu jauh. Jadi tak memakan banyak waktu untuk sampai di halaman sekolah.


Anak-anak sudah membubarkan diri di jemput para orang tua. Netra bu calista tak mendapati Maura di sana, mungkin saja Maura sedang menunggu jemputan di ruang Guru. Ia berjalan ke arah ruang Guru dengan langkah cepat takut Maura merajuk menunggu jemputan lama.


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Titahnya dari dalam ruangan.


"Selamat pagi menjelang siang Bu, Saya mau menjemput Maura."


"Loh bukannya Maura sudah pulang ya, tadi ada seorang wanita mengaku tantenya Maura." Ujar Guru yang mengajar Maura.


"Tantenya Maura?" Tanya Bu Calista mengulang ucapan Ibu Guru.


"Seperti apa orangnya Bu kalau saya boleh tau?" Tanya Bu Calista penasaran.


"Kalau begitu saya permisi Bu." Pamit Bu Calista.


Dengan raut wajah bingung Bu Calista melajukan kembali sepeda motornya meninggalkan sekolah ke Rumah Panti. Biar nanti ia tanyakan pada Agatha apa Maura memiliki tante atau tidak.


**


Juli masih berkutat di depan layar komputer. Walau raganya sedang berada di kantor saat ini namun pikirannya entah berkelana ke mana. Bahkan sejak kemarin di restoran sampai hari ini dirinya tak berselera makan. setiap menit detik dan jam selalu saja hanya ada bayangan Agatha dan calon suaminya menari-nari di otaknya.


"Jadi dia benar-benar akan menikah dengan pria itu." Gumamnya dalam hati.


"Apa aku sanggup menyaksikan mereka menikah." Juli mendesah frustasi, pikirannya sangat kacau. Ia memijit keningnya yang mulai berdenyut.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan dari luar menghentikan aktivitasnya.


"Masuk." Titah Juli.


"Tuan saya hanya ingin mengingatkan pada anda jika jam satu nanti ada meeting dengan clien." Ucap Aksa.


"Sekarang saja kita berangkat, akan terlambat jika kita terjebak macet saat perjalanan. Sebentar lagi jam makan siang banyak orang yang akan beraktivitas di luar rumah." Juli melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia segera menyimpan data pekerjaannya lalu bangkit berdiri melangkah keluar. Sedangkan Aksa berjalan mengekor di belakangnya.


Aksa melirik ke samping kemudi. Ia khawatir dengan kesehatan Tuannya, " Apakah hari ini anda sedang kurang enak badan Tuan?" Tanya Aksa penuh hati-hati.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Aksa, kau fokus saja pada jalanan."


"Baik Tuan." Aksa mengangguk patuh.


Kereta besi yang membawa mereka ke tempat tujuan terjebak macet yang amat panjang. tepat sekali praduganya. Untung saja mereka berangkat lebih awal.


Cukup lama mereka bersabar dengan kemacetan kini mereka telah sampai di mana mereka akan mengadakan meeting.


Aksa lebih dulu turun dari mobilnya lalu berlari kecil mengitari depan mobil untuk membukakan pintu untuk Tuannya.


"Selamat datang Tuan Muda Juli dan Tuan Aksa. Mari ikuti saya lewat sini, ruangannya di sebelah sana Tuan." Ucap pelayan wanita ramah menujukan letak ruangannya.


Aksa mengangguk sopan. "Terima kasih Nona." Ucapnya tersenyum.


Juli lekas duduk di kursinya di ikuti Aksa di sampingnya.


"Kenapa perasaanku tidak enak begini." Batinnya yang mendadak cemas.


"Tuan." Panggil Aksa.


"Pukul berapa sekarang?"


"12.56 Tuan." Balasnya setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


Juli benar-benar tidak fokus dengan meeting yang kini sedang berlangsung. Entah perasaan apa yang sedang ia rasakan. Mendadak ia merindukan putrinya.


Meeting telah usai, mereka melanjutkannya dengan makan siang bersama dengan clien.


"Senang bekerja sama dengan anda Tuan, kalau begitu saya permisi." Ucap Tuan Rey seraya menyalami Juli dan Aksa bergantian.


"Semoga proyeknya berjalan dengan lancar." Ucap Juli.


Selesai meeting Juli Kembali melangkah keluar dari restoran masuk ke dalam mobilnya.


"Aku ingin ke Rumah Panti." Ujarnya seraya menyandarkan kepalanya ke jok.


"Baik Tuan."


Mobil kembali melaju ke arah tujuan yang Tuannya inginkan. Sesampainya di pekarangan rumah panti Aksa memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil warna hitam yang terparkir di sana.


"Tuan bukankah itu mboil hotel." Ucap Aksa menunjuk mobil berwarna hitam di sebelahnya.


"Iya, siapa yang ada di dalam?" Juli mengangguk membenarkan. Ia sendiri begitu penasaran siapa orang yang membawa mobil itu.


Bersambung. . .


Mohon dukungannya dengan memberikan


Like


Comen


Vote dan


Masukan ceritaku ke dalam cerita favorit kalian ya❤


Jang lupa mampir ke cerita ke duaku yang berjudul Pelangi Di Atas Senja


__ADS_1


__ADS_2