One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 6


__ADS_3

jenny dan teman-temannya baru saja sampai di rumah aluna. walau berlatih tanpa agatha mereka tetap pada posisi mereka di saat agatha ikut berlatih. berlatih dance bersama mengahafalkan banyak gerakan. sesekali mereka tersenyum karena kekonyolan diri mereka sendiri yang masih sedikit belum terlihat kompak. lagu boy with love dari BTS boyband asal korea yang akan mereka bawakan untuk mengisi acara perpisahan sekolah.


"ayolah lebih serius lagi. tinggal beberapa hari lagi kita tampil." aluna mengingatkan kembali supaya mereka lebih bersemangat dalam berlatih.


mereka kembali menari mengikuti irama musik dan sesekali mereka ikut bernyanyi. hari menjelang sore mereka beristirahat menikmati hidangan yang sudah di buatkan mbok las ART aluna. ketika sedang asyik mengobrol bersama, jenny melihat pesan dan panggilan telepon dari agatha. sesegera mungkin jenny menelpon agatha kembali.


sudah berulang kali jenny menelpon agatha namun no telepon agatha sedang tidak aktif. jenny membuka pesan yang di kirim agatha 1 jam lalu.


agatha : [jen aku sedang di rumahmu, sekarang kau di mana?]


agatha : [apa kau masih lama perginya?]


jenny menepuk pundak aluna dengan keras. aluna yang sedang minumpun terkejut dan seketika ia menyemburkan minuman dalam mulutnya.


"jenny." triak aluna menoleh dengan wajah kesal.


"maaf." jenny tersenyum semanis mungkin agar aluna tak marah padanya.


"ada apa?" tanya aluna ketus.


"tadi agatha pergi ke rumahku."


"ayo cepat hubungi dia suruh dia kemari, mulutku rasanya gatal ingin memarahinya sungguh." aluna menggoyang goyangkan tubuh jenny.


"aku sudah menghubunginya tapi sekarang nomornya tidak aktif." jawab jenny menunjukan ponselnya membuktikan pada aluna dan yang lain.


"astaga." pandu menepuk jidatnya.


"coba kak jen hubungi orang di rumah siapa tau kak agatha masih ada di sana." tyas memberikan saran dan diikuti oleh jenny. jenny menghubungi orang yang ada di rumah namun mba ila ART di rumah jenny bilang kalau agatha sudah pergi setengah jam yang lalu.


*********


setelah satu jam agatha menunggu dan tak mendapatkan hasil yang di tunggu akhirnya ia memutuskan pergi meninggalkan rumah jenny. tangannya melambai memberhentikan taxi yang terlihat akan melaju melewati dirinya.


"ke universitas merah putih pak." agatha mengatakan tujuan kepergiannya kepada pak supir. entah kenapa ia ingin makan bakso di depan kampus mantan kekasihnya. kebetulan juga perutnya sudah mulai lapar ia sengaja menunda makan siangnya tadi hanya untuk menemui jenny tapi malah yang ingin ia temui tak kunjung pulang.


"siap mba." jawab pak supir taxi. eh bukan pak supir tapi mas supir keliatannya orangnya masih muda tapi lebih nggak enak kalo panggilnya mas takut di kiranya sedang menggodanya. di lihat dari wajahnya si perkiraan umurnya sekitar 22/23 tahun.

__ADS_1


kepala agatha tiba-tiba terasa berdenyut merasakan pusing. ia memijit pelipisanya sesekali ia menghela nafas. agatha teringat kembali dengan pertemuannya dengan juli tadi di lampu merah saat kepergiannya ke rumah jenny. dalam otaknya berputar putar mengatakan bahwa juli sudah bisa move on alias mengobati hatinya.


"mba sudah sampai."


"mba." ulangnya lagi sambil menoleh ke belakang.


taxi yang membawanya ke tujuanpun sudah sampai dan berhenti di depan kampus merah putih. agatha tersadar dari lamunannya ketika pak supir memanggilnnya beberapa kali.


"ah iya maaf pak, ini uangnya." agatha mengambil uang dalam dompetnya dan memberikan selembar uang pada pak supir.


"tunggu mba kembaliannya." pak supir megulurkan tangannya memberikan uang kembalian.


"buat bapak anggep aja rejeki bapak hari ini." agatha keluar dari taxi meninggalkan taxi yang masih belum beranjak untuk pergi.


"alhamdulilah." pak supir mengucap syukur.


agatha berjalan menuju warung bakso yang berada di seberang kampus. ia mendekati pak maman si penjual bakso untuk memesan.


"pak bakso satu porsi sama minumnya es teh."


"makan di sini apa mau di bungkus neng?"


agatha duduk di bangku yang masih tersisa satu. terlihat banyak sekali pengunjung yang sedang menikmati bakso dalam mangkuknya. warung baksonya memang selalu ramai karena cita rasa dari baksonya sendiri, kuahnya juga rasanya gurih makannya banyak pengunjung yang rela makan walau harus berdesakan dan bahkan jika harus antri mereka sangat rela.


agatha jadi teringat pertama kali makan di sini bersama juli. dia yang merekomendasikan warung bakso padanya. ah jadi mengulang kenangan dulu.


flashback on


"sayang laper nggak?" tanya juli di saat masih mengendarai sepeda motornya.


"apa yang?" tanya agatha sedikit berteriak, memakai helm membuat telinganya sedikit tuli.


"kamu laper ngga yang?" ulang juli.


"lumayan." jawab agatha ikut berteriak.


"suka bakso ngga?" tanya juli lagi.

__ADS_1


"suka malah suka banget." jawab agatha mengeratkan pelukannya karena laju motor juli yang sedikit ngebut.


tak pikir panjang juli langsung membawanya ke warung bakso seberang kampusnya. yang juli suka dari sifat agatha ia tak gengsi apalagi malu jadi ia tak perlu bingung membawanya makan di mana dan tak memandang makanan seperti apa yang akan mereka makan.


dulu ketika juli masih menjadi playboy ia selalu membawa kekasihnya makan di restoran atau di coffe namun sekarang juli lebih mudah lagi mencari makan, jenis makanan apa saja dan di mana saja asal berdua akan terasa nikmat. padahal waktu itu agatha sedang mengurangi makanan berlemak namun karena kecintaannya pada bakso ia tak berpikir untuk menolaknya.


flashback off


agatha menikmati bakso yang sudah dihidangkan di atas mejanya. ia meberikan bumbu saus kecap dan sambal di atasnya lalu mengaduknya dengan rata. ia menyantapnya dengan sangat nikmat. di ujung meja terlihat seorang wanita yang sedang menatapnya sinis namun agatha merasa acuh dengannya dan kembali menikmati baksonya hingga tandas. ia mengambil ponsel di dalam tasnya namun terlihat ponselnya mati kehabisan daya. ia bangkit dari kursinya menghampiri pak maman si penjual bakso mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.


"berapa pak maman bakso uratnya?"


"Rp 14.000 neng."


"minumnya es teh nambah ketupat 1 sama klanting 1 jadi berapa semuanya?" tanya agatha lagi.


"Rp 20.000 neng, ngga ke sini sama pacarnya neng?" tanya pak maman mengambil uang kembalian dalam laci dan menyodorkannya pada agatha.


"engga pak, pacar saya lagi sibuk." bohong agatha.


"ooh pantesan, ngga makan bareng."


agatha hanya tersenyum pada pak maman ia enggan untuk menjawab. setelah perutnya terasa kenyang agatha ingin langsung pulang ke rumah. di saat sedang menunggu taxi yang lewat terlihat seorang wanita menghampirinya dan berdiri di sampingnya.


"heh pelakor." agatha terkejut mendengar teriakan wanita itu melontarkan kata-kata pedas padanya.


"maaf siapa yang anda maksud?" tanya agatha mengerutkan keningnya menatap wajah perempuan itu lebih intens. menoleh kesana kemari berpikir mungkin si perempuan itu bukan sedang berbicra dengannya.


bersambung. . .


Terima kasih sudah mampir ke lapakku.


biasakan tinggalkan jejak dengan memberikan :


Like


Coment

__ADS_1


Vote


__ADS_2