
Hari minggu adalah hari di mana para pekerja bersantai dan menikmati hari libur yang hanya mereka rasakan 1 hari. seperti biasanya agatha bangun lebih awal mengerjakan pekerjaan yang selama 3 hari tak ia kerjakan. tumpukan baju kotor dalam ember sudah menanti untuk di cuci. pukul 05.00 pagi ia sudah memulai pekerjaannya. sedangkan maura masih tertidur semalam ia terbangun di tengah malam menangis mencari ayahnya.
"Daddy mana?" kedua mata agatha terbka sempurna menatap ke sebelahnya kosong tak mendapati orang yang ia cari.
"Kan daddy pergi kerja sayang." ucap agatha mengelus lembut rambut putrinya.
"Lula mau sama daddy..hua.." tangis maura.
"Daddy kerja sayang, uangnya di kumpulin buat sekolah lula. katanya lula mau sekolah. hey jangan menangis kan ada mommy di sini." agatha masih mencoba menenangkan maura.
Agatha segera menggendong putrinya mengelus lembut kepala maura agar tangisnya reda.
"Lula mau bobo sama daddy."
"Iya nanti mommy bilang ke daddy besok maura mau bobo sama daddy."
Hatinya meringis mendengar permintaan putrinya. ia sendiri menjadi kewalahan menghadapi maura yang menginginkan juli tetap di sisinya. sampai kapan ia akan berbohong pada putrinya. agatha tak pantang menyerah ia terus mencoba menidurkan kembali putrinya. padahal tubuhnya sangat lelah membutuhkan istirahat namun demi putrinya ia rela menahan rasa lelahnya.
Dinginnya udara di pagi ini tak membuat agatha bermalas malasan. pekerjaannya hampir saja selesai saat sosok lelaki berdiri di depannya.
"Lebih enak pakai mesin cuci jadi tak merasa kedinginan dan cape." suara yang tak asing mampir ke telinganya membuat agatha terkejut.
"Astaga." agatha mendongak kaget reflek ia mengelus dadanya.
"Sedang apa kau di sini pagi-pagi buta?" tanya agatha memutar bola mata malas.
"Tentu saja ingin menemui kedua wanitaku." ujarnya seraya berjongkok.
"Mesin cuci yang aku belikan kenapa tidak di pakai?"
"Lebih enak pakai tangan." balasnya seadanya.
__ADS_1
"Jangan di situ nanti basah, mending ke kamar maura lihat apa dia sudah bangun atau belum. tadi malam dia menangis mencarimu." usirnya ia sendiri merasa risih akan tatapan juli padanya.
"Maura mencariku?" tanya juli.
"Iya dia mencarimu ingin tidur denganmu."
Juli melesat ke kamar putrinya. ia duduk di tepi ranjang, juli mengamati wajah putrinya yang sedang terlelap begitu tenang. tangannya terulur membelai rambut putrinya.
"Daddy." ia membuka kedua kelopak matanya saat merasakan usapan lembut di kepalanya, saat kedua kelopak matanya terbuka ia mendapati orang yang ia cari tadi malam berada di sisinya.
"Good morning my honey."
"Daddy lula kangen, pengin tidul sama daddy." maura berhambur memeluk juli.
"Daddy juga kangen, besok nginep di rumah daddy ya nanti kita tidur bersama."
"Benelan?" maura mengendorkan pelukannya mendongak menatap wajah juli. juli hanya mengangguk mengiyakan.
"Mau mau." balasnya antusias.
"Mommy baju lenang aku di mana?" maura berlari keluar dari kamar.
"Untuk apa?" agatha yang sudah selesai menjemur pakaian ingin masuk ke dalam kamarnya. niatnya ingin mengambil handuk sekalian membersihkan diri karena bajunya yang terlanjur basah.
"Mau lenang sama daddy."
"Aku yang mengajaknya berenang, kau juga harus ikut."
"Kalian berdua saja, Aku di rumah." tolak agatha.
"Kenapa Mommy nda ikut?" tanya maura saat mendengar agatha menolak untuk ikut.
__ADS_1
"Lula maunya mommy ikut, ngga lame kalo mommy ngga ikut."
"Ikut saja, bukannya kita belum pernah pergi bertiga." ajak juli.
Maura masih saja merengek dan pada akhirnya agatha mengiyakan permintaan putrinya. ia melangkah menuju lemari menyiapkan perlengkapan putrinya untuk berenang. tepat pukul 09.00 pagi mereka berangkat.
Dari jarak yang tak terlalu jauh dan tak terlalu dekat mobil berwaran hitam masih saja betah mengamati sekitar rumah panti. kedua matanya membulat saat ia mendapati mantan suaminya tengah menggendong gadis kecil dan di belakangnya di ikuti oleh seorang wanita muda membawa tas masuk ke dalam mobilnya.
Rahangnya mengeras dan perasaannya mulai tak karuan ia bertanya tanya dalam hatinya apa penyebab ia di ceraikan karena juli sedang mendekati seorang janda pikirnya. melihat mobil yang di kendarai juli melaju melewatinya desi segera menyusul mengekor di belakangnya.
Tepat di parkiran Obyek Wisata Air ia menghentikan laju mobilnya. ingin rasanya ia keluar dan menghampiri mereka tapi malu rasanya jika sampai juli lebih membela agatha di depan orang banyak. ia menahan rasa gejolak amarah dalam dadanya. mulutnya sendiri tak berhenti mengumpati agatha dengan perkataan yang menyakitkan.
"Dasar ****** beraninya kau merusak rumah tanggaku. akan aku buat kau menderita dan menyesal. lihat saja nanti!" ucapnya menggebu.
tok tok tok
Kaca mobilnya di ketuk seseorang dari luar. desi segera menurunkan kaca mobinya.
"Maaf mbak jangan parkir di sini. di sini di larang parkir. mbak maju lagi saja tempat parkirnya kebetulan masih longgar." ucapnya sopan. bukannya desi memajukan mobilnya malah ia pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke hotel, lebih baik berpikir mencari cara bagaimana caranya untuk membuat perhitungan dengan wanita tadi.
Bersambung. . .
Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan
Like
Comen
Vote dan
Jangan lupa Tambahkan ceritaku ke cerita Favoit kalian ❤
__ADS_1