One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 37


__ADS_3

Menjadi singel mom memang bukan keinginan seluruh wanita di dunia. begitu juga dengan agatha yang kini merawat putrinya seorang diri tanpa adanya suami di sisinya, bersyukurnya dirinya di pertemukan dengan orang baik dan juga mendapat tempat tinggal. bukan hal mudah memang menjalani hidup seperti ini. banyak cacian dan hinaan yang sudah agatha terima sejak awal ia pergi meninggalkan keluarga dan ibu kota. kehadiran putrinya ke dunia yang selalu menguatkan hatinya yang tak lagi mampu untuk berdiri kokoh melawan banyaknya orang yang mungkin tak menyukai kehadirannya.


Satu kata yang terlintas dalam benak agatha ia ingin selalu memberi kebahagiaan untuk putrinya. entah bagaimana caranya ia ingin dan harus membuat putrinya bahagia.


Demi bisa mendapatkan penghasilan namun masih bisa mengurus putrinya agatha membuka usaha kecil-kecilan toko online shop yang menjual segala jenis pakaian, sepatu, tas pria dan wanita usia balita hingga dewasa ia lakoni demi mendapatkan rupiah untuk memenuhi kebutuhannya. uang kiriman dari kakaknya tak semuanya ia pakai hanya di pakai saat dirinya melahirkan dan membeli segala kebutuhan untuk anaknya, selebihnya ia memakai uang hasil penjualan online. agatha juga aktif mempromosikan dagangannya di sosial media seperti di Facebook dan Instagram. ia berpikir tak mungkin ia hanya di rumah mengurus rumah saja dan merawat putrinya. ia juga harus mempersiapkan masa depan maura nantinya.


Kluntang


"Orang yang beli Jaket mintanya COD hari ini, ngga jadi hari besok." gumamnya dalam hati. agatha yang sedang membuka ponsel mendapati pesan masuk dari custemer.


"Tempatnya si lumayan jauh apa ngga papa maura di tinggal sebentar." perasaan agatha mulai bimbang.


"Coba deh aku ajak COD di alun-alun yang nggak jauh banget dari sini siapa tau mbaknya mau." agatha mengetikan meminta pindah lokasi pertemuan pada custemernya.


"Syukurlah mbaknya mau tapi mintanya COD sore ini pulang kerja jam 17.00." gumam agatha membaca pesan dari mbak april.


"Jam 17.00. ini udah jam 16.25."


Agatha sudah berada di atas motor membawa jaket pesanan. sedangkan maura kini sedang ada di belakang panti memberi pakan kelinci. sengaja bu calista menjauhkan maura dari ibunya karena mau pergi takut nanti melihat agatha pergi dia menangis.


"Ici Hihihihi." maura berjongkok di depan kandang kelinci.


"Kelincinya kasih makan sayang." ucap bu calista.


"Ici Bobo." jawab maura seraya menunjuk ke dalam kandang kelinci.


"Ngga lagi bobo, ayo kasih ini." ujar bu calista seraya menyodorkan rumput pada maura. maura mendongakan kepala menerima pakan dan memberikannya untuk kelinci peliharaannya.


"Ici Mamam." celotehnya menyodorkan pakan pada peliharanya. dengan tingkah laku maura yang begitu lucu dan menggemaskan.


Agatha sengaja membelikan maura kelinci untuk menemani putri kecilnya bermain, nyatanya memang benar maura senang memiliki peliharaan. seperti dirinya dulu ia juga di belikan anak anjing oleh papinya.

__ADS_1


Kini agatha sudah bersiap di atas motor segera menstater sepeda motornya melaju ke alun-alun kota. di suasana sore hari jalanan terasa padat karena memang ini jamnya para pekerja pulang. agatha sangat sabar melajukan sepeda motornya tak mau ngebut ataupun menyalib kendaraan lain.


"Mba atha?" tanya seorang wanita berhijab pada agatha yang agatha yakini bahawa dialah wanita yang sedang agatha tunggu sejak tadi.


"Eh iya mbak saya atha, mbak april ya?" tanya agatha tersenyum ramah. ia segera bangkit dari duduknya.


"ini pesenannya 2 jaket, 1 warna hitam 1 warna navy." agatha segera menyodorkan paper bag berisikan jaket ke mbak april.


"Silahkan di cek dulu mbak takut ada yang kurang." imbuh agatha memberi saran.


Mbak april menerima uluran paper bag dari tangan agatha lalu membukanya meneliti dengan seksama seluruh sisi dari jaket tersebut. namun mata jelinya tak menemukan kecacatan pada kedua jaket yang ia pesan.


"Saya sudah cocok mba. uangnya mau cash apa mau di transfer?" tanya mba april.


"Terserah mbak aja enaknya gimana."


"Ya udah saya bayar pakai uang cash, silahkan di hitung dulu." Mbak april mengulurkan uang beberapa lembar pada agatha. agatha menerima uluran uang dari mbak april.


"Ini kembaliannya." sambung agatha mengulurkan uang kembalian pada mbak april


"Buat mbak aja itung-itung buat bensin, makasih mba jaketnya."


"Eh ngga usah mbak, ngga pake uang bensin juga tak apa, jarak dari rumah ke alun-alun ngga jauh." ucap agatha merasa tak enak hati.


"Ngga papa anggap aja itu rejeki buat mbak, ngga baik di tolak lagian saya ikhlas kok." ucap mbak april masih kekeh menolak uang kembalian.


"Eh iya terima kasih ya mbak." agatha memasukan kembali uang yang akan ia berikan pada mbak april.


Setelah urusan agatha selesai agatha segera melajukan kembali sepeda motornya. ya walaupun bukan di ibu kota tp jika sudah sore begini banyaknya kendaraan memadati jalanan. suara klakson tak enak di dengar terdengar ruing di telinga membuat siapa saja ingin segera meninggalkan jalanan yang ramai ini.


Sorot mata seorang pria dari dalam mobil membuat kedua matanya tak lepas dari seorang wanita yang sedang berhenti di sebelahnya menunggu lampu berubah menjadi hijau. walau dari dalam mobil dan sang pengendara motor memakai helm tak lantas membuatnya tak jelas dengan apa yang di lihatnya. kedua matanya begitu jeli namun tak mungkin ia keluar dari mobil karena suasana di jalanan yang begitu ramai pengendara.

__ADS_1


"apa itu agatha." gumamnya lirih namun aksa yang duduk di depan sebelah supir menoleh ke belakang ia masih bisa mendengar suara tuannya dengan jelas.


aksa mengikuti pergerakan mata sang tuannya menatap ke sebelah mobilnya.


"Apa anda yakin jika itu nona agatha?" tanya aksa ragu.


"Apa kau meragukan penglihatanku?" tanya juli galak.


"Bu..bukan bukan begitu tuan maksudku, bukankah max bilang nona sudah meninggal dan kita barusaja dari makamnya." ucap aksa terbata mengingatkan kembali pada tuannya jika nona agatha telah tiada.


"Di dunia ini banyak sekali orang yang mirip tuan." ucap aksa lagi agar juli tak marah padanya.


Juli terdiam meresapi apa yang aksa katakan. tapi jujur saja hati kecilnya mengatakan jika wanitanya memang masih hidup.


Juli memang ada proyek di kota semarang memutuskan mampir ke makam agatha yang ada di TPU di suatu desa jauh dari kota, max yang memberikan alamat desa di mana agatha di makamkan.


Kini hanya ada penyesalan dalam diri juli. jika saja waktu itu ia tak meniduri agatha sampai ia hamil mana mungkin agatha akan pergi dari rumah. hubungan antara dirinya dan jason juga sudah tak baik mereka masih saja bermusuhan.


Juli sampai sekarang belum berani mengatakan pada jason bahwa agatha kini telah tiada entah apa jadinya jika jason tau juli akan mendapat hukuman apa dari keluarga besarnya.


Bersambung. . .


Maaf baru bisa up, dari kemarin ngga enak badan.


Aku tetep ingatkan setelah membaca biasakan untuk meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2