One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 63


__ADS_3

Jason langsung melesat meninggalkan Rumah Sakit saat ia mendapatkan panggilan telepon dari asisten rumah tangganya. mbak nur yang tak bisa mengatasi maura mengamuk sedari tadi mencari agathapun semakin kewalahan kala maura menangis meraung.


Sesampainya jason di pekarangan rumah jason langsung saja turun dari mobilnya, ia memarkirkan mobil sembarang. Jonathan yang barusaja terlelap merasa terganggu dengan suara tangis maurapun keluar dari kamarnya menilik kondisi di bawah.


"Apa ale ada bilang selain pergi ke supermarket?" tanya jason.


"Tidak ada, non agatha bilangnya mau ke supermarket sebentar tapi sampai sekarang belum juga kembali." ucap mbak nur menggeleng menerawang kembali ucapan agatha sebelum pergi.


"Hua Mommy mana? aku mau sama mommy." maura merengek dalam gendongan mbak nur.


"Mommy lagi ke supermarket, sebentar lagi pulang sayang." ucap jason mencoba menenangkan keponakannya. ia segera mengambil alih keponakannya dalam gendongannya.


"Lama nda pulang-pulang." ucap maura berteriak.


"Jas kenapa anak itu menangis?" ibunya memangnya kemana?" tanya jonathan yang sedang menuruni anak tangga. kantung matanya masih terlihat mengantuk dan tubuhnya juga butuh istirahat. dan saat ingin istirahat malah di suguhkan pemandangan seperti ini.


Jason menoleh ke arah sumber suara di mana kakaknya berada. karena kesibukannya di Rumah Sakit dia sendiri lupa jika papi dan kakaknya kembali hari ini.


"Ale belum pulang kak, padahal kata mbak nur dia pamitnya pergi hanya sebentar tapi sampai sekarang belum pulang." ucap jason seraya mengelus rambut milik maura.


"Apa hubungannya anak itu dengan ale?" jonathan di buat semakin bingung dengan ucapan jason.


"Astaga aku lupa jika aku belum memberitahukan masalah ale pada kak jo dan papi." gumam jason dalam hati memutar otaknya agar bekerja lebih keras dalam mencari alasan.


"Jas." panggil jonathan lagi saat pertanyaannya tak mendapat jawaban malah adiknya hanya diam saja.


"Ah iya kak. tunggu sampai ale pulang nanti kakak akan tau jawabannya." jason tak ingin memberitahukannya tanpa adanya adiknya di rumah. biar nanti agatha sendiri yang menceritakan semuanya pada kak jo dan papi.


"Kenapa harus menunggu ale?" skakmat jonathan membuat dirinya terdiam di buatnya.


Ponsel jason mendadak bergetar. jason rasanya seperti terselmatkan olehnya. ia merogoh kantong kemejanya dan lekas menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.


Jason : ["Hallo."]


Jenny : ["Kak aku mau mengabarkan jika agatha sedang bersamaku. dia sekarang sedang beristirahat di rumahku."]


Jason : ["Aku akan ke sana."]


Jason memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. dan memasukan kembali ponselnya ke dalam saku.


"Sayang ikut uncle jemput mommy." bisik jason pada maura.


Seketika tangis maura berhenti.


"Mau mommy." maura mengangguk mengiyakan.


Mobil yang di kendarai jason sudah sampai tepat di halaman rumah jenny. jason turun dari mobilnya sedangkan maura di tuntun oleh jason.


"Katanya mommy ke supelmalket ini kok uncle ajak aku ke sini?" tanya maura merasa bingung. ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah. ia paham betul tempat seperti apa supermarket itu karena dulu ia sering di ajak pergi ke supermarket.


"Mommy mampir main ke rumah temen."

__ADS_1


Teett


Teett


Suara bel di bunyikan agar sang pemilik rumah lekas membukakan pintu. tak lama jason menunggu di luar pintupun terbuka. wanita parubaya muncul dari balik pintu.


"Cari siapa den?" tanya wanita parubaya membuka pintu.


"Jenny ada?"


"Ada den, silahkan masuk silahkan duduk." Ajaknya melangkah masuk membiarkan tamunya singgah di dalam.


"Saya tunggu di sini saja." tolaknya lalu mengambil duduk di kursi yang ada di teras.


Wanita itu lekas undur diri masuk ke dalam rumah memanggil majikannya.


"Kak jas. apa kabar?" sapa wanita berambut pirang itu muncul dari dalam.


"Kabar baik. mana adikku jen?" todongnya saat kedua netranya menangkap sang pemilik rumah.


"Ada di dalam, dia bilang mau cuci muka sebentar." balas jenny seraya menjatuhkan bokongnya di samping jason.


"Mom mana?" tanya maura menarik kemeja yang di pakai jason, ia yang sejak tadi diam mendengarkan percakapan jason dan jenny merasa sudah tak sabar bertemu mommynya.


Jason mengangkat tubuh maura ke dalam pangkuannya.


"Sebentar sayang, sudah kangen?" ucap jason seraya mencium hidung maura.


"Kak anak ini siapa lucu banget." tanya jenny menatap gemas pada maura.


"Namanya cantik secantik orangnya." tangan jenny terulur menjembel pipi tembem maura. maura hanya diam saat jenny menyentuhnya. jenny yang sebenarnya suka sekali dengan anak-anak sangat senang melihat maura yang berpipi gembil. namun sayang sampai saat ini pernikahannya belum juga di karuniai keturunan oleh Tuhan.


**


Jason melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. maura yang duduk di belakang terlihat sudah memejamkan kedua matanya. ya setelah lelah menangis maura rupanya ia tertidur.


"Ale kenapa matamu sembab?" tanya jason menoleh ke jok samping.


Agatha hanya menggelengkan kepala. suaranya enggan ia keluarkan.


Jason hanya mendesah saat adiknya tak bicara apapun. ingin memancing agar ia bicara namun ia sendiri takut jika agatha marah dan menganggu tidur keponakannya. akhirnya iapun kembali diam.


Jalanan yang cukup lenggang membuat jason cepat sampai di rumah. agatha yang masih sedikit nyeri di tangannya tak banyak melakukan pergerakan apapun pada maura. jason yang menggendong maura sedangkan belanjaan agatha yang di beli tadi siang di bawa oleh asisten rumah tangganya.


Maura sudah di baringkan di atas ranjang. ia meninggalkan kamar adiknya menuju kamarnya.


Jarum jam sudah mulai merangkak semakin maju. agatha menyusul maura pergi ke alam mimpi. menggelar selimut untuk menutup tubuhnya dan tubuh putrinya. satu kecupan ia jatuhkan di puncak kepala maura.


"Selamat tidur sayang, mimpi indah."


Mentari pagi telah menyapa. dengan perlahan ia membuka kedua kelopak matanya. senyum di bibirnya terbit kala ia mendapati putrinya masih terlelap dengan wajah tenangnya.

__ADS_1


Ia segera menyingkirkan selimut yang membungkus tubuhnya. langkah kakinya mengayun menuju jendela dan membuka setengah koreden yang menutup jendelanya.


Agatha mengambil ikat rambut yang tergeletak di atas nakas dan memakainya. maura terlihat menggeliat saat silaunya sinar yang masuk ke dalam kamarnya mengganggu tidurnya.


"Sudah bangun sayang." sapa agatha duduk di tepian ranjang.


"Mommy daddy mana?" pertanyaan yang selalu maura lontarkan setiap harinya kala ia bangun dari tidurnya.


"Daddy ke luar kota sayang jadi tadi malam tak pulang." agatha menatap sedih pada putrinya.


Wajah maura seketika memberengut mendengar daddynya tak pulang semalam.


"Ooh iya kemarin uncle jas ada bilang mau beli kelinci kan buat maura." agatha mengalihkan pembicaraan agar putrinya tak lagi merajuk.


"Kapan pelgi?" tanya maura antusias.


Tok


Tok


Tok


"Ale." panggil jason dari luar.


"Iya kak sebentar." balas agatha melangkah menuju pintu dan membukanya.


"Ayo turun kita sarapan bersama, papi dan kak jo sudah menunggu di bawah." ucapnya seraya menilik ke dalam kamar mencari keberadaan keponakannya.


"Kak aku belum siap." raut wajah agatha menampakkan kecemasan.


"Jika bukan sekarang kapan lagi?"


"Kak aku takut."


"Papi dan kak jo pasti akan marah tapi aku yakin jika mereka tak akan mungkin membunuhmu apa lagi sampai mengusirmu." ucap jason masih meyakinkan hati agatha.


Setelah mendapat pengertian dari jason agatha lekas membersihkan diri bersama maura. agatha melangkah keluar kamar turun ke bawah menuju ruang makan. tangannya menuntun tangan mungil maura untuk menguatkannya.


Nampak di meja makan semua sudah nampak duduk rapi di meja makan. ada pipi, jonathan, dan jason. tatapan jonathan yang menatap ke arah agatha nampak tak berkedip membuat jantung agatha berdetak semakin tak beraturan. sedangkan papi sibuk dengan ponsel di tangannya. mungkin sedang berkomunikasi dengan rekan bisnisnya.


Langkah agatha berhenti saat ia sudah sampai di meja makan. agatha menarik kursi untuk putrinya di sebelah jason. sedangkan dirinya duduk di sebelahnya lagi.


"Siapa gadis kecil ini kenapa ia begitu dekat dengan ale." *gumam jonathan dalam hati*nya.


Bersambung. . .


Tetap biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen

__ADS_1


Vote


Terima kasih kepada para readers yang sudah meluangkan waktu untuk mampir ke lapakku dan setiap menunggu kelanjutan cerita ini.


__ADS_2