One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 16


__ADS_3

Juli yang baru saja sampai di rumah langsung menghampiri kedua orangtuanya yang sedang duduk bersama di sofa. mencium punggung tangan kedua orangtuanya secara bergantian. ya walaupun mami niken bukan ibu kandungnya tapi ia selalu di ajarkan oleh pengasuhnya yang dulu untuk menerapkan etika sopan santun dengan semua orang terlebih kepada orang yang lebih tua darinya.


"Kau sudah pulang? bagaimana pekerjaanmu di kantor hari ini jul?" tanya ayah sean.


"Semuanya berjalan lancar yah, hanya saja kemarin aku cukup sulit mendapatkan persetujuan bekerja sama dengan tuan Gading. untung saja aksa membantuku untuk meyakinkan tuan Gading jadi aku sudah mendapatkan kesepakatan kerja sama." terang juli pada ayahnya sambil melepas jas yang ia pakai karena merasa gerah.


"Kau harus banyak belajar dari aksa bagaimana mengurus perusahaan dengan baik, apa kau mengerti apa yang ayah maksud kan?" ayah sean masih memberi pengarahan pada putranya agar ia bisa belajar lebih banyak mengenai dunia bisnis. juli hanya menggut-manggut mendengar saran dari ayahnya.


Juli seketika melupakan rasa penasarannya mengenai perjodohan yang baru saja ayahnya katakan sebelum ia masuk ke dalam rumah. mereka terlihat mengobrol serius mengenai pekerjaan di kantor.


"Sudah malam sebaiknya kau beristirhat jul, kau terlihat lelah hari ini." ucap mami niken.


"Ya pekerjaan hari ini cukup melelahkan mi." ucap juli sambil meregangkan otot di kepalanya.


malam semakin larut kini ayah sean sudah beristirahat di dalam kamarnya. begitu juga dengan juli ia juga sudah selesai mandi dan kini ia sedang mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang. rasa lelah yang menjalar di tubuhnya membuatnya cepat memasuki alam mimpi.


hari minggu adalah hari yang di nanti oleh semua orang yang di setiap harinya lelah beraktivitas. pagi ini juli sangat malas untuk bangun lebih awal. ia berniat ingin bangun di siang hari ketika matahari sudah mulai naik.


tok tok tok tok


ayah sean menyuruh mami niken untuk membangunkan putra kesayangannya pagi ini. sudah beberapa kali mami niken mengetuk pintu namun belum mendapatkan jawaban. mami niken barusaja mau beranjak dari depan pintu seketika daun pintupun terbuka.


"iya mih ada apa?" tanya juli dengan suara parau khas orang bangun tidur.


"lekas mandi kita sarapan bersama." jawab mami niken sambil mengusap lengan juli lembut.


"Mami duluan saja aku mau lanjut tidur lagi aku masih ngantuk." jawab juli sambil mengucek kedua matanya.

__ADS_1


"Ada yang papi mau bicarakan denganmu, segera mandi papi tunggu di meja makan." bukan mami niken yang menjawab melainkan ayah sean yang menjawab. ayah sean menyusul istrinya ke lantai atas, ia paham jika istrinya pasti cukup sulit membangunkan putranya.


Juli tak memberikan jawaban apapun ia langsung menutup pintu kembali, ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai mandi ia bersiap untuk sarapan bersama. juli berjalan menuju ruang makan menuruni anak tangga. terlihat ayah dan maminya sudah berada di meja makan. menarik kursi yang berhadapan dengan maminya menjatuhkan pantatnya di sana. dengan malas ia mengambil nasi ke dalam piringnya dan menyuapkannya dengan cepat. jujur saja ia ingin melanjutkan tidurnya lagi pagi ini.


"Jul nanti siang kita dapat undangan makan siang di rumah baru om davit." ayah sean membuka obrolan mereka setelah selesai sarapan namun masih di meja makan.


juli yang belum selesai makanpun seketika menghentikan aktivitas mengunyah.


"Om davit temen ayah dulu semasa SMA, kau tidak lupa kan jul?" jelas ayah sean mengingatkan.


"iya aku ingat yah." jawab juli kembali mengunyah makanan dalam mulutnya.


"Aku usahakan yah." selesai ia menghabiskan sarapannya ia langsung beranjak dari kursi meninggalkan semua orang yang ada di meja makan menuju ke kamarnya. ia bahkan sangat malas berpergian hari ini, ia ingin menghabiskan waktu liburnya di rumah untuk bersantai.


*********


"Tuhan mohon ampuni aku atas semua kesalahan yang sudah aku lakukan. aku kini sudah tak lagi suci tubuhku sudah kotor. apa aku masih pantas berhadapan dengan-Mu, kenapa ujian yang engkau berikan begitu banyak. bagaimana aku menjalani semua ini?


Tuhan berikanlah kekuatan padaku agar aku bisa melewati semuanya dengan ikhlas, Amin." agatha berdoa dalam hati.


ia masih berada di gereja duduk di kursi jemaat ia teringat pertemuanya dengan bang kemal orang yang sudah menolongnya kemarin. bang kemal membawa agatha ke pantai ia masih ingin memberikan nasihat padanya. mengajaknya duduk di pasir bersama menghadap ke arah pantai.


"Aku tidak tau masalahmu apa tapi yang harus kau tau semua orang pasti punya persoalan masalah masing-masing. kau tau agatha aku juga dulu pernah punya masalah yang berat sangat berat. namun bibi dan pamanku selalu memberikan nasihat padaku agar aku selalu menyelesaikan setiap masalah dengan mendekatkan diri pada alloh Tuhanku. di tengah malam aku selalu mengadu bahkan bisa di bilang aku menangis di hadapan-Nya ketika aku berdoa. tapi aku tak pernah lelah untuk berdoa meminta supaya aku di berikan kekuatan dan keikhlasan menghadapi semuanya." bang kemal menghentikan ucapannya sejenak.


agatha masih terdiam mendengarkan nasihat bang kemal. ia sendiri merasa tersentuh mendengar setiap kalimat yang bang kemal katakan. hatinya seketika menghangat dan pikirannya kini sudah mulai tenang.


"Papahku bangkrut di tipu rekan bisnisnya beberapa tahun yang lalu, papahku meninggal terkena serangan jantung karena syok mendapat kabar buruk dari kantornya. kami harus menjual semua aset perusahaan untuk membayar gaji para karyawan, rumah yang kami tempati juga dijual untuk membayar hutang pada bank dan mobil yang kami miliki juga dijual untuk melanjutkan hidup kami." kemal mengusap air mata yang menggenang di ujung matanya. pandangan matanya menatap lurus ke depan menerawang ke masa lalu.

__ADS_1


"Bang." agatha menoleh ke arah bang kemal hatinya terenyuh mendengar kisah hidup pria berbeda usia hanya beberapa tahun dengannya.


"Saat itu umurku baru menginjak 12 tahun, aku belum cukup umur untuk bekerja namun karena kondisi perekonomian kami yang sulit memaksaku untuk bekerja di usia dini, mamaku yang biasa hidup royal bergelimang harta tak menerima keadaan. ia pergi ke kota dan menitipkanku pada paman dan bibiku yang ada di desa. mamah bilang ia ingin bekerja di kota nyatanya aku mendapat kabar kalau ia malah menikah dengan orang kaya yang sudah beristri. sampai sekarang ia tak pernah menjengukku setelah menikah lagi." kemal melanjutkan cerita hidupnya.


"Aku yakin kau pasti mampu melewati setiap ujian dan masalah yang Tuhan berikan." bang kemal menggengam tangan agatha erat.


agatha mengusap perutnya yang belum terlihat membuncit. bang kemal yang melihatnya sedikit paham dengan permasalahan yang sedang agatha hadapi.


"Katakan padanya mintalah pertanggung jawabannya, anakmu butuh sosok ayah." ucap bang kemal bangkit dari duduknya.


"Aku harus bilang apa bang? aku bingung." jawab agatha menundukan kepala.


"katakan saja sejujurnya jika kau hamil, aku yakin dia pasti mau bertanggung jawab."


agatha masih mematung bingung apa yang harus ia katakan pada juli dan kedua orang tuanya. apa yang ia dapat jika ia sudah berkata jujur pada mereka semua.


Flashback off


bersambung. . .


biasakan setelah membaca selalu meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2