One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 50


__ADS_3

"Maaf bukannya menolak pemberian anda tuan, tapi kami ikhlas menolong agatha dan kami juga tak merasa keberatan mereka tinggal di sini bersama kami." ucap Bu dewi menyodorkan kembali kertas cek yang di berikan pada mereka.


"Tidak papa bu anggap saja ini rejeki anak panti, jangan di tolak." balas juli.


"Terima kasih atas kebaikan tuan." ucap bu calista pada akhirnya menerima.


"Semoga Tuhan melancarkan rejeki tuan dan semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan dalam hidup tuan." ucap bu dewi mendoakan.


"Amiin." semua orang mengaminkan.


Kini hanya agatha, juli dan maura masih ada di ruang tamu. kecanggungan di antara keduanya terlihat jelas. ponsel yang menampilkan film favorit maura membuatnya anteng di depan layar. sesekali terdengar suara tawa dari bibir mungil putrinya.


"Tha apa kau tak pernah memperlihatkan fotoku pada maura?" tanya juli membuka obrolan mereka.


"Tak pernah." balas agatha jujur. terdengar helaan nafas yang keluar dari mulut juli.


"Jadi sampai sekarang maura tak pernah tau seperti apa dadynya?" tanya juli lagi.


"iya." balas agatha seadanya.


"Katakan sekarang!" ucap juli tegas.


"Beri aku waktu." balas agatha kembali berpikir mulai dari mana ia harus bicara pada putrinya.


"Sudah 4 tahun dan kau masih meminta waktu? butuh berapa lama lagi maura akan tau semuanya?" ucap juli kesal.


Agatha terdiam membenarkan setiap ucapan yang di katakan juli. agatha pindah duduk di dekat maura. ia akan memulai bicara pada maura dengan pelan agar putrinya paham.


"Sayang, maura masih inget tidak kemarin malam sebelum tidur maura pernah bertanya pada mommy di mana dady maura?" ucap agatha seraya menyisir rambut maura dengan jarinya. maura menganggukan kepala.


"Maura ingin bertemu dady?" tanya agatha lagi. lagi-lagi maura hanya menganggukan kepalanya.


Dengan satu tarikan nafas agatha mulai berucap.


"Om ian dadynya maura." maura menoleh ke samping di mana juli berada.


"Benelan om ian dady lula?" tanya maura polos.


"Iya sayang ini dady nak." balas juli. seketika maura berhambur memeluk juli ia mengalungkan kedua tangannya ke leher dadynya.


"Belati uang dady udah banyak sekalang udah bisa pulang? kata mommy dady pulangnya kalo uangnya udah banyak." pertanyaan maura membuat juli menatap nyalang pada agatha. dalam hatinya mengumpati agatha bisa-bisanya ia mengatakan hal ini pada maura. agatha hanya menunduk tak berani menatap kedua mata ayah kandung dari putrinya.

__ADS_1


"Tentu saja banyak, maura mau beli apa dady belikan." ucap juli seraya menoel hidung putrinya.


"Asik lula mau beli mainan yang banyak sekamal." ucap maura girang. juli hanya menanggapi ucapan putrinya dengan senyuman.


**


Beberapa kali agatha terlihat melamun saat bekerja, teman sebelahnya tak tinggal diam, segera menegur agatha sebelum mbak ajeng dan mbak ika melihatnya.


"Jangan ngelamun terus tha, kerja yang fokus inget target." ucap agnes mengingatkan. seketika agatha tersadar dari lamunannya.


"Iya nes." Agatha nyengir menanggapi ucapan agnes.


"Mikirin apa?" tanya agnes kepo.


"Tidak ada, aku hanya memikirkan maura sudah makan apa belum." kilah agatha. entah kenapa ia belum ingin meceritakan perihal pertemuannya dengan mantan kekasihnya.


"Tidak usah di pikirkan pasti semuanya sudah di urus ibu panti." ucap agnes meyakinkan.


"Sudah dapet banyak targetnya dari tadi ngobrol terus?" tegur mbak ajeng. yang kini berdiri di belakang agatha.


"Maaf mbak." balas agatha dan agnes barengan.


"Langsung pulang apa mau mampir dulu?" tanya yerika yang sudah nangkring di atas motor beatnya.


"Mampir ke alfamart dulu beli susu sama jajan buat maura terus langsung pulang, cape." ucap agatha seraya memakai helm.


"Iya ini badan udah minta di rebahin di atas kasur." ucap agnes.


"Duluan." pamit agatha menstater sepeda motornya melesat meninggalkan pabrik.


"Iya hati-hati." balas yerika dan agnes melambaikan tangan.


Agatha melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang. sebelum pulang ia mampir sebentar ke alfamart membeli susu dan jajanan untuk maura. ia melajukan kembali motor varionya sampai ke rumah panti. ia segera memasukan motornya ke dalam garasi. memarkirkan sepeda motornya dan melangkah masuk ke dalam rumah.


Tok Tok Tok


"Sudah pulang?" tanya bu calista saat membuka pintu.


"Barusaja sampai bu." balas agatha.


"Apa maura sudah tidur?" tanya agatha setelah melepas sepatunya dan menyimpannya di rak sepatu.

__ADS_1


"sepertinya sudah, di tidurin sama dadynya tadi." balas bu yosi yang sedang duduk di kursi ruang tamu.


"Juli masih di sini?" tanya agatha mengerutkan dahi. ia segera melangkah masuk ke dalam kamarnya. saat membuka pintu di lihatnya ternyata benar maura sudah tidur di temani dadynya.


"Baru pulang?" tanya juli menatap ke arah agatha.


"Iya, biasa lembur." balas agatha seraya melepas jaket yang melekat di tubuhnya dan menanggalkannya di gantungan.


"Sepertinya kita perlu bicara." ucap juli dingin.


"Bicara apa lagi?" tanya agatha menatap jengah pada juli.


Juli bangkit dari ranjang dan duduk di kursi.


"Maura membutuhkan perhatianmu, jadi berhenti bekerja dan fokus padanya." ucap juli memohon.


"Kau bicara apa ha? kau pikir selama ini aku tak memperhatikan maura. apa kau pikir setiap hari aku main-main di luar sana? aku bekerja banting tulang setiap hari pergi pagi pulang malem lembur demi menghidupi dan demi masa depan maura." ucap agatha.


"Apa kau pikir maura hanya butuh uang? dia butuh perhatian juga darimu." balas juli mendadak merasa geram mendengar jawaban agatha.


"Jika aku berhenti bekerja apa uang itu akan datang dengan sendirinya?" balas agatha mengangkat sebelah bibirnya.


"Apa uangku tidak cukup untuk menghidupi kalian berdua?"


"Aku bukan istrimu, aku tidak punya hak memakai uangmu sepeserpun." balas agatha masih mencoba menahan amarah dalam dadanya.


"Tapi maura anakku jadi dia berhak memakai uangku." ucap juli.


"Baiklah terserah kau saja, bisa tinggalkan kamarku aku lelah ingin istirahat." ucap agatha mengakhiri perdebatan mereka yang tak ada ujungnya.


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote


Terima kasih kepada readers yang sudah setia membaca dan menyempatkan mampir ke lapakku.

__ADS_1


__ADS_2