
Jason tak memalingkan pandangannya dari gadis kecil di hadapannya. agatha yang sadar kakaknya meamandangnya dengan tatapan tak biasa ia mengalihkan pandangannya ke arah lain seraya tangannya mengusap lembut kepala putrinya.
"Mommy napa balu pulang? kemalin dady cali mommy sama oppa juga." maura mendongak menatap wajah agatha yang tinggi badannya di atasnya tubuhnya.
"Ssttt.." agatha mendesis merasa sakit saat maura tak sengaja menyenggol kakinya yang luka.
"Oppa siapa yang maura maksud? apa ayah sean sudah tau keberadaanku yang sekarang. apa juli sudah menceritakan semuanya pada ayah." gumam agatha dalam hati. wajahnya mulai memucat mengingat ucapan ayah sambungnya yang dulu menyakitkan hati.
"Mommy." panggil maura saat agatha hanya diam tak menjawab pertanyaannya.
"Ah iya sayang kemarin mommy nginep di Rmah Sakit sayang, Badan mommy sakit semua." agatha menunjukan luka di tubuhnya.
Maura melepas pelukannya, ia menatap tubuh agatha dari atas sampai bawah.
"Napa tangan sama kaki? kenapa pake itu?" tanya maura menunjuk tangan dan kaki agatha yang terbalut perban putih.
"Agatha kau sudah sampai? Bagaimana keadaanmu nak?" bu calista melangkah mendekat saat tadi beril memanggilnya memberitahu jika agatha sudah kembali.
"Iya bu barusaja sampai ini. ya sedikit luka di tangan dan kaki, sudah mendapatkan tindakan medis dan di perbolehkan pulang hari ini." bu calista memperhatikan tubuh agatha dari atas sampai bawah.
"Kami baru mendengar kabar kecelakaanmu pagi ini, dan sekarang yosi sedang menyusulmu ke Rumah Sakit."
"Tapi tadi kami tak berpapasan di sana."
"Mungkin saat yosi di perjalanan berangkat sedangkan kau sudah dalam perjalanan pulang jadi tak bertemu. Biar nanti ibu telpon yosi dan menyuruhnya pulang."
"Dia kakakku." agatha memperkenalkan jason saat kedua mata bu calista menatap ke samping di mana seorang lelaki sedang berdiri.
"Jason kakaknya ale." ucapnya mengulurkan tangan berkenalan.
__ADS_1
"Calista, saya pengurus panti asuhan." ucapnya menerima uluran tangan jason.
"Mari silahkan masuk." ajak bu calista tersenyum ramah mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.
Kini Agatha, jason dan maura sedang berada di ruang tamu. jason duduk berhadapan dengan agatha. dengan jelas ia melihat wajah gadis kecil yang sangat membuatnya penasaran. wajahnya seperti tak asing seperti adik tirinya juli. ia berpikir keras menduga siapa gadis kecil itu.
"minumannya tuan."
"Terima kasih, jadi merepotkan. jangan memanggilku tuan panggil saja jason." ujarnya merasa sungkan.
"Tak merasa repot jas." balas bu dewi menarik kedua sudut bibirnya membuat lengkungan tersenyum.
"Napa tangan sama kaki?" tanya maura lagi ia belum mendapat jawaban akan pertanyaannya tadi saat di halaman depan. tingkat keingintahuan di usianya saat ini membuat maura menjadi anak yang aktif berbicara.
"Luka sayang jatuh dari motor kemarin." bukan agatha yang menjawab melainkan bu dewi yang sedang meletakan teh di atas meja.
"Atit?" tanya maura lagi.
"Sayang ke dalem dulu sama nenek iwi ya, mommy mau ngomong dulu sama uncel jas." ucap agatha memegang dagu maura. maura menatap ke arah di mana seorang lelaki duduk di kursi di depannya, ia menurut lalu bangkit berdiri pergi di gandeng bu dewi meninggalkan ruang tamu bersama.
Kedua kakak beradik ini masih terdiam. agatha sedang bingung mulai dari mana ia menjelaskan. jason masih menunggu adiknya berbicara. tatapan matanya terlihat sudah tak lagi bersahabat. jantung agatha berpacu lebih cepat kebenaran harus terungkap hari ini. namun jujur saja sebenarnya ia belum siap mengungkap semuanya. dengan satu kali tarikan nafas ia mulai bicara.
"Maura gadis kecil yang tadi duduk di sampingku yang menjadi alasan aku pergi dari rumah dan tak ingin kembali bersama kalian lagi." agatha menunduk ia tak mampu menatap kedua mata kakaknya.
"Apa maksudmu, kakak masih belum mengerti?" tanya jason menyatukan alisnya ia bingung dengan ucapan adiknya.
"Dia putriku."
Deg
__ADS_1
Jason mematung mendengar ucapan adiknya. lidahnya terasa kelu tak mampu lagi berucap.
"Katakan ale jika kau sedang berbohong!" jason mencoba agar agatha mengulang ucapannya takut tadi ia salah dengar.
Agatha menggelengkan kepala. jason segera bangkit dari duduknya berpindah tempat duduk di kursi yang sama dengan agatha.
"Siapa, siapa lelaki itu ale?" tanya jason dengan nada tingginya. ia seakan lupa sedang ada di mana dia saat ini berani meninggikan suaranya.
"Maafkan ale kak." agatha menggigit bibir bawahnya kini ia sedang merasa takut pada jason.
"Ale kakak tanya siapa dia? Apa juli orangnya?" tanya jason sekali lagi merasa geram pertanyaannya tak mendapatkan jawaban. ia menebak pria yang sudah berbuat kurang ajar terhadap adiknya.
"Ju..juli." bibirnya bergetar hebat saat agatha menyebutkan nama pria itu. tangan jason terkepal erat kilatan di matanya seolah menyala. sudah ia duga jika julilah lelaki yang menghamili agatha, wajah maura saja bagai pinang di belah dua dengan adik sambungnya.
"Keparat." mulutnya mengumpat tak terkendali. jason bangkit dari duduknya. tangan agatha segera meraih pergelangan tangan kakaknya. air mata yang sejak tadi terbendung kini sudah mulai menbanjiri kedua pipinya. agatha menahan suaranya isak tangisnya agar tak terdengar dari dalam.
"Kak maafkan aku kak, maaf aku sudah menjadi aib di keluarga kita." agatha mencoba meredam amarah kakaknya yang sudah memuncak.
Jason kembali duduk, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. ia merasa menjadi kakak yang tak berguna tak bisa menjaga adiknya dengan baik. apa yang akan ia dapat dari jonathan setelah tau agatha hamil di luar nikah bisa babak belur ia di buatnya.
Bersambung. . .
Tetap biasakan setelah membaca meninggalkna jejak dengan memberikan
Like
Comen
Vote dan
__ADS_1
Masukan ceritaku ke dalam cerita favoritmu ya ❤