Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Tentang Rocky


__ADS_3

Rocky Garlfried.


Adik Freya, ia merupakan anak laki-laki satu-satunya di keluarga Garlfried. Anak kesayangan dari ibunya dan juga ayahnya.


Meskipun Rocky melakukan kesalahan, ataupun ia berbuat seenaknya. Saat Antonio akan menghukum dirinya, Camilla sebagai ibunya akan membelanya.


Tapi sayangnya, tidak ada yang tahu apa yang ia inginkan, kasih sayang ibu dan ayahnya hanya ia anggap sebagai sebuah kasih sayang biasa.


Entahlah, apa yang dipikirkan oleh anak laki-laki itu, ia tampak misterius dan sulit ditebak. Tapi walau begitu, Rocky tidak pernah berbuat hal keterlaluan, hanya saja ia yang dilahirkan di keluarga Garlfried ini. Membuatnya tidak merasa beruntung dalam hal apapun.


“Rocky, ayah dengar dari salah satu dosen jika kamu tidak masuk kuliah tadi pagi,” kata Antonio mulai berbicara ditengah makan.


Rocky hanya diam, ia tidak mengatakan apapun. Seolah bukan ia yang sedang di ajak bicara. Hingga Antonio yang melihat itu merasa kesal dan tidak terima.


“Apa kamu akan terus saja memperlakukan kami semua layaknya kami tidak pernah ada? kapan kamu akan sadar jika harusnya kamu bersyukur karena terlahir di keluarga Garlfried. Banyak sekali orang yang berharap bisa lahir di keluarga ini!” nada suara Antonio mulai tinggi.


Camilla yang sedang memakan makanannya itu sontak langsung menatap suaminya. Ia mengusap punggung suaminya yang sedang marah. Seolah Camilla berusaha untuk menenangkan suaminya.


“Suamiku, kamu bisa bicara dengan baik-baik. Tidak perlu berbicara kasar pada anak kita, bisa 'kan? coba untuk tenangkan emosi lebih dulu saat akan berbicara.” Kata-kata lembut dari Camilla berhasil memenangkan Antonio, tapi itu tidak seutuhnya.


Masih ada kekesalan yang Antonio rasakan. Itu terlihat dari bola matanya yang masih menatap kesal anaknya.


“Kamu harus sering menasehati anak kamu itu! jangan terus menerus membuat orangtuanya kesal! apa dia ingin membuat ayahnya mati lebih cepat!”


“Suamiku, apa yang kamu katakan. Kamu sudah tahu bukan jika seperti itu sikap Rocky. Itu sejak dulu, jadi kita hanya bisa memakluminya saja,” Camilla membela Rocky dengan nada semakin lembut.

__ADS_1


“Iya tapi sampai kapan? sampai kapan aku harus terus bersabar pada sikap dia yang seperti itu? apa dia tidak tahu jika sikapnya sangat tidak sopan pada orang tua!”


“Jadi apa yang Ayah inginkan?” akhirnya Rocky buka suara. Tatapan matanya ia arahkan pada ayahnya yang kini menatapnya semakin tajam


“Kami seharusnya belajar dengan benar! ayah tidak ingin mendengar kegagalan kamu nanti! ingat Rocky, kamu sekarang sudah berusia 18 tahun, sudah seharusnya kamu lulus dan bisa mengalahkan kakak kamu Freya!”


Freya, ia seolah terlahir dengan banyak sekali kelebihan. Otak yang cerdas dengan kepintaran di atas rata-rata. Ingatan yang tajam dan juga ahli dalam banyak hal.


“Jadi ayah ingin agar aku bisa mengalahkan Kak Freya? bukankah dia memang sangat pintar? jadi apakah aku harus mengalahkan dirinya dalam kepintaran juga?”


Rocky muak, ia tidak bisa hidup seperti ini. Seakan patokan dari ayahnya yang harus ia lewati adalah kakaknya sendiri. Kakaknya yang dianggap monster karena dia sangat pintar dan bisa dikatakan jenius.


“Suamiku, kenapa harus Freya yang harus Rocky lampaui kemampuannya. Setiap anak memiliki porsi dan kemampuannya yang berbeda-beda. Aku yakin Rocky juga akan segera lulus, hanya saja jika harus melebihi Freya itu sangat berlebihan. Kamu ingat bukan, jika saat ini Greta berumur 21 tahun, dia saja masih belum lulus, apakah itu hal yang baik jika kita terus memaksa anak kita seperti ini,” kaya Camilla dengan nada lembutnya.


“Suamiku-” Camilla seakan kesulitan untuk bisa berbicara lagi. Ia tidak tahu harus mengatakan apa jika suaminya sudah berbicara seperti ini.


“Ada hal yang harus aku lakukan, kalian makan saja makanan itu dengan baik.” Setelah mengatakan itu, Antonio bangkit dan pergi dari ruang makan.


Camilla yang melihat itu pun hendak mencegah suaminya, tapi ia sadar jika suaminya tidak ingin diganggu saat ini.


Camilla akhirnya menatap ke arah anaknya itu. “Rocky,” panggil Camilla yang hanya mendapat kebungkaman saja dari Rocky.


“Rocky! ibu sekarang sedang berbicara dengan kamu!” akhirnya Rocky menatap ibunya saat ia mendengar nada kesal dari ibunya itu.


“Tidak bisakah kamu berusaha untuk menjadi apa yang ayah kamu inginkan? apa kamu ingin membuat ayah dan ibu terus bertengkar karena masalah ini?”

__ADS_1


“Akan Rocky coba,” jawabnya dengan nada acuh.


“Dan satu lagi, cobalah untuk bersikap lebih lembut dan sopan lagi pada kami. Kami adalah keluarga kamu,” kata Camilla yang langsung bangkit dan berniat untuk menyusul suaminya.


Camilla tidak bisa membiarkan jika masalah ini akan terus berlanjut. Ia ingin segera menenangkan emosi dan kemarahan suaminya saat ini.


Melihat jika Camilla telah pergi, kepala pelayan yang merupakan seorang wanita paruh baya. Ia bernama Eva, wanita itu merupakan ibu dari Fefe, pelayan yang sempat ditanya oleh Freya.


“Tuan muda, sebaiknya Anda mencoba agar bisa berbicara dengan sopan. Cobalah mendengarkan apa yang ibu Anda minta, ini semua demi kebaikan Anda.”


“Jadi? saya harus bersikap seperti yang semua orang mau? meski saya tidak mau?” pertanyaan menohok itu hanya dijawab kebungkaman dari Eva.


“Tuan muda, saya sangat menyayangi Anda dan sudah menganggap Anda seperti anak saya sendiri. Saya tidak ingin jika Anda nanti akan menanggung amarah dari tuan besar karena sikap keras kepala Anda ini. Tolong untuk mengerti tuan muda,” kata Eva lagi dengan hormat tapi terdengar memaksa bagi Rocky.


“Kamu menganggap aku seperti anak kamu?” tanya Rocky seolah memastikan dengan disertai tatapan tak biasa miliknya.


“Tentu saja tuan, saya yang telah merawat Anda sejak Anda masih bayi. Rasa sayang saya pada Anda itu tulus dan sungguh-sungguh. Apa Anda meragukan kasih sayang seorang ibu?”


“Satu hal yang harus kamu tahu Madam Eva, kamu bukanlah ibuku. Dan kasih sayang kamu itu tidak tulus, bukankah kamu hanya ingin posisi kamu tetap aman dan terus menjadi kepercayaan dari ibu?” tatapan yang tidak bisa ditebak itu kembali terlihat.


“Tuan muda, apa Anda terhasut oleh seseorang. Bagaimana bisa Anda berfikir seperti itu pada saya?” tatapan tak percaya dari Eva muncul.


“Kalau memang kamu menyayangiku. Kamu tidak perlu menasehati aku untuk menurut. Coba untuk mengerti apa yang aku mau, paham?” lagi-lagi mata yang mengandung jutaan misteri itu terlihat.


Eva yang tak mengerti bahkan linglung dibuatnya. Apa yang tuan mudanya inginkan? Eva jelas tidak bisa tahu itu. Jangankan dirinya, ibu dan ayahnya saja tidak mengetahui apa yang Rocky inginkan.

__ADS_1


__ADS_2