Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Mengunjungi Rocky


__ADS_3

Saat ini, di sebuah universitas ternama. Terlihat seorang wanita cantik tengah menatap ke arah gedung megah universitas.


Wanita cantik dengan memakai kaos putih yang di lapis dengan jaket kulitnya. Ia terlihat menarik dan juga sangat cantik.


Dengan gerakan santai yang terlihat anggun tanpa dibuat-buat, wanita itu lalu membuka mobilnya itu dengan mengenakan kacamata hitam miliknya.


Langkah kakinya terlihat sangat anggun, hingga saat ia melangkah memasuki gedung universitas, banyak sekali mata yang menatap ke arahnya dengan tatapan kagum mereka.


Wanita itu tak lain adalah Freya. Ia yang baru saja selesai membeli pelajaran pada Greta, kini ia ingin membujuk Rocky untuk pulang.


“Rocky, Kakak datang,” ujar Freya menatap dalam ke arah gedung universitas itu.


Universitas itu adalah universitas terbaik yang ada dinegaranya. Bahkan universitas itu terkenal hampir ke seluruh penjuru negeri.


Jangan tanya berapa biaya yang harus di habiskan untuk berkuliah di sana. Itu sangat-sangat fantastis.


“Hey, kalian bukan mengenalnya? oh tidak ya ampun, itu nona Freya dari keluarga Garlfried bukan? wanita cantik yang sangat terkenal di universitas kita?”


“Oh ya ampun, aku bahkan hampir lupa. Iya kamu benar, itu 'kan wanita yang berhasil lulus S3 di umur yang baru sembilan belas tahun.”


“Oh ya ampun ..., dia ternyata bertambah keren saja.”


“Biasa aja tuh, masih bagusan juga saya kemana-mana dibandingkan wanita itu.”


Banyak sekali bisik-bisik memuji ataupun hanya sebuah kata-kata sindiran karena iri yang masuk ke dalam indera pendengaran Freya.


Tapi Freya tidak peduli. Ia kini hanya ingin bertemu adiknya Rocky, hanya dialah yang kini Freya tuju. Ia sebagai seorang kakak baru menyadari jika selama ini ia tidak dekat dengan adiknya, bahkan asrama yang biasanya adiknya tempati saja ia tidak tahu.


“Permisi, apa kamu mengenal Rocky Garlfried?” tanya Freya pada seorang mahasiswa yang tengah mengobrol dengan teman-temannya.


“Garlfried? keluarga hebat yang terkenal itu? aku hanya tahu jika wanita yang sempat berkuliah di sini bernama Freya Garlfried. Tak pernah ada yang bernama Rocky Garlfried, kalaupun ada ..., satu-satunya laki-laki yang bernama itu adalah Rocky saja.”


“Oh ya, kalian benar, aku hanya tahu Rocky si cupu itu 'kan? anak laki-laki yang kutu buku dan penakut itu?”

__ADS_1


“Oh yang sering di-bully oleh teman-temannya?”


Mendengar apa yang orang-orang itu katakan, Freya terlihat mencerna itu semua. Apa Rocky adiknya itu sengaja menyembunyikan identitasnya? lalu, mengapa para mahasiswa itu mengatakan jika Rocky anak yang cupu dan penakut?


Rocky yang merupakan adiknya adalah anak yang berani, ia pandai bela diri apalagi dalam memanah.


“Di mana dia sekarang?” tanya Freya langsung.


Ketiga mahasiswa itu pun langsung menoleh dan menatap ke arah Freya. Mereka terlihat tertegun sejenak, tak henti-hentinya mereka merasa kagum dengan wanita yang ada dihadapan mereka saat ini.


“Em ..., di asramanya mungkin. Eh tidak! mungkin saja kini dia sedang ada di perpustakaan, karena dia biasanya akan menghabiskan banyak waktu di sana.”


Freya hanya mengangguk lalu pergi. Begitu melihat Freya yang berjalan menjauh, ketiga orang itu hanya menatap satu sama lain.


“Bukankah dia terlalu cantik? tapi, sepertinya aku sedikit familiar dengan wanita itu,” salah satu dari ketiga mahasiswa itu mulai berbicara.


“Nona Freya! ya itu nona Freya!”


“Oh ya ampun Doni ..., aku baru ingat kalau itu memang nona Freya!” mereka bertiga langsung mengangguk-angguk tanda ingat siapa wanita tadi.


...----------------...


Freya yang melihat sekelilingnya. Ia berusaha untuk menyusuri perpustakaan yang benar-benar sangat luas dan besar. Rak-rak buku ada di mana-mana dengan banyaknya buku-buku yang tersusun rapi.


“Akh!” suara raung kesakitan masuk pendengaran Freya. Karena penasaran ia langsung menghampiri ke asal suara itu.


Langkahnya yang terasa pasti itu, membuat ruang sunyi itu sedikit gaduh dengan suara kakinya yang beradu dengan lantai.


“Heh, ayo kita kabur! sepertinya ada orang yang datang ke sini,” terdengar suara yang ketakutan hendak lari dari suara gaduh berasal.


“Untuk apa takut? apa kamu lupa jika aku adalah anak dari pemilik universitas ini?” suara yang lain menimpali.


“Tapi tuan, bagaimana jika itu adalah dosen yang datang ke sini? apa kita nanti akan mendapatkan hukuman?”

__ADS_1


“Jangan takut! mereka tidak ada yang berani jika nanti berurusan denganku,” ujar suara yang arogan itu, ia sepertinya adalah bos bagi mahasiswa yang lain.


“Cecungguk!” maki Freya saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, adiknya tengah berbaring lemah di atas lantai, perutnya kini sedang di injak oleh seorang mahasiswa dengan wajah arogan.


Laki-laki yang menjadi ketua dari mahasiswa itu langsung saja menoleh, begitu pun dengan ketiga temannya yang lain. Sama seperti yang lainnya, mereka berempat yang melihat Freya terlihat tertegun dan mematung.


Tendangan kaki Freya yang tak main-main di perut salah satu mahasiswa itu langsung menyadarkan ketiga mahasiswa yang lain.


“Anak-anak nakal! apa kalian ingin terlihat seperti seseorang berandalan?” tanya Freya dengan wajah angkuhnya. Ia marah saat melihat adiknya sendiri terlihat tak berdaya dan justru di ganggu oleh para mahasiswa itu.


Seharusnya mereka semua sudah dewasa bukan? mereka bukan anak sekolah yang bisa bersikap dengan sembarangan. Apa karena mereka merasa berkuasa jadi mereka bisa dengan bebas bersikap seperti itu?


“Siapa kamu?” tanya mahasiswa yang bernama Gerry, ia yang sepertinya adalah ketua di antara yang lainnya.


“Siapa saya?” tanya Freya yang langsung membuka kacamata hitam miliknya. Keempat orang yang terdiam itu langsung terkejut tapi mereka sadar jika mereka kini mengenali siapa wanita itu.


“Kalian lihat apa yang akan saya lakukan dengan sikap sembarangan kalian ini!” ancam Freya. Ia akan memilih cara lain untuk membuat keempat mahasiswa baru itu merasa jera.


Mereka salah telah menyinggung adiknya yang ingin ia lindungi.


...----------------...


Di asrama Rocky.


Kamar milik Rocky itu terlihat sangat buruk dan sedikit kumuh, tempat itu juga sangat berantakan dengan beberapa baju sobek yang berserakan.


Melihat ini, entah kenapa Freya curiga akan suatu hal. Sepertinya ada yang adiknya sembunyikan dari keluarga Garlfried.


“Ada apa ini?” tanya Freya dengan pandangan tak menyangkanya.


Adiknya yang tertutup dan akan acuh pada keluarganya sendiri, ia justru hanya diam saja saat teman-temannya membullynya. Itu sedikit tak wajar, para mahasiswa itu sudah dewasa dan seharusnya mereka tidak bersikap seperti itu.


“Hanya masalah kecil,” jawab Rocky yang memilih untuk menatap ke arah lain. Luka lebam yang ada di wajahnya terlihat memerah dan sedikit berwarna biru saking kerasnya pukulan itu.

__ADS_1


“Rocky,” wajah serius dan mengancam Freya terlihat.


Freya tidak tahu apakah Rocky akan merasa takut padanya atau tidak. Tapi ia sebagai kakak tentu tak terima saat adiknya diperlakukan seperti itu.


__ADS_2