
Saat Freya telah memasuki mansion keluarganya. Ia melihat suasana di mansion itu terlihat sangat sepi. Melihat itu Freya lantas menghampiri salah seorang pelayan.
“Fefe,” panggil Freya pada pelayan yang baru saja hendak melewatinya, pelayan itu merupakan anak dari kepala pelayan yang ada di mansionnya.
“Iya nona, apa ada yang perlu saya bantu?” dengan wajah gugup yang kentara jika Fefe terlihat sangat takut pada Freya. Hingga Fefe hanya menunduk dan menyembunyikan ketakutannya itu.
Entah kenapa, hampir seluruh pelayan yang ada di mansion akan takut saat berhadapan dengannya. Dan Freya sadar akan itu semua, tapi ia hanya diam meskipun sebenarnya rasa takut mereka bukan rasa takut segan dan hormat biasa, melainkan rasa takut yang benar-benar ada di dalam diri mereka.
Seolah-olah menganggap Freya menyeramkan, seakan mereka melihat Freya sebagai monster.
“Aku tidak akan membunuhmu,” nada dingin dari Freya terdengar datar. Meski Freya berniat untuk menenangkan Fefe, justru bagi Fefe kata-kata itu terdengar seperti sebuah ancaman.
“Apa kamu tahu di mana Ayah dan Ibu?” tanya Freya yang akhirnya memilih abai dengan sikap Fefe yang justru semakin merasa takut padanya.
“Tuan dan Nyonya sedang menghadiri acara di sebuah tempat nona,” jelas Fefe yang berusaha untuk tidak terbata-bata dalam berbicara.
“Lalu dimana dengan Rocky saat ini? apa dia pergi lagi?” entah apa pekerjaan dari adiknya itu, ia yang memang termasuk dalam anggota mafia Shadow. Hanya saja, tidak seperti Freya yang menjalankan sebuah misi, Rocky malah lebih sering di luar.
“Saya tidak tahu dengan jelas nona, tapi jika Anda bertanya mengenai nona Greta, dia sedang mencari Anda bersama dengan tuan muda Yoshua,” ungkap Fefei menjelaskan.
Mendengar itu, Freya mengangguk. Ia lalu berjalan menuju kamarnya. Saat Fefe melihat jika Freya sudah pergi, ia baru bisa bernafas dengan lega.
Setiap kali Fefe berhadapan dengan Freya, rasanya ia akan selalu kesulitan dalam bernafas. Wanita itu sangat menyeramkan baginya, mungkin wajah dari nona Freya memang sangat cantik dan mematikan, tapi bagi mereka para pelayan yang sudah bekerja lama di mansion, mereka menganggap jika Freya sangat menakutkan.
...****************...
__ADS_1
Freya yang kini sudah berada di dalam kamarnya, ia langsung terduduk di kasurnya. Berusaha untuk menghubungi kekasihnya Yoshua, lalu tak lama ia bisa mendengar jika Yoshua sangat khawatir padanya.
“Ke mana saja kamu Freya, aku terus saja mencari kamu kemana-mana selama beberapa hari ini, apa kamu tidak apa-apa?” pertanyaan yang bertubi-tubi itu hanya dijawab sebuah senyuman yang meski terlihat datar, tapi mengandung rasa senang yang tidak bisa Freya katakan.
Yoshua memang bukan cinta pertamanya, tapi rasa cinta laki-laki itu membuat Freya senang, walau ia tidak tahu jika rasa cinta itu kini telah berubah dan tidak seperti dulu lagi. Yang ada dalam diri Yoshua adalah obsesi yang tak ia sadari.
“Aku baik-baik saja, akan aku jelaskan pada kamu nanti,” kata Freya langsung.
“Nona, tuan dan nyonya sudah datang. Apa Anda akan ke sana?” tanya salah seorang pelayan yang tak lain adalah Fefe. Ia memberi kabar pada Freya jika orang yang Freya cari sudah kembali.
“Aku tutup telepon kalau begitu, nanti akan aku jelaskan pada kamu jika ada kesempatan.”
Setelahnya panggilan itu akhirnya terputus. Freya lalu memilih untuk keluar dan menemui kedua orangtuanya. Freya ingin tahu, mengapa selama ia tidak ada, kedua orangtuanya tidak pernah mencoba menghubunginya sama sekali, dan mengapa saat ia menelepon mereka tidak menjawabnya. Apa memang sesibuk itu mereka?
Lalu apakah mereka pernah mencari Freya sekali saja?
...****************...
“Greta, lepaskan! apa kamu ingin jika orang lain akan melihat ini? lalu apa kamu ingin orang-orang curiga pada kita?” Yoshua yang terlihat takut jika nanti akan menimbulkan salahpaham hingga ia harus kehilangan Freya.
“Kak, Greta sanga takut, Greta nggak tahu harus melakukan apa. Apa Kakak lupa dengan kejadian tiga hari yang lalu?” pertanyaan Greta itu membuat Yoshua terdiam, ia tidak mungkin lupa dengan kejadian itu.
Kejadian dimana hal yang tidak ia inginkan terjadi, ia tanpa sadar telah meniduri Greta. Itu terjadi tiga hari yang lalu saat Greta dan Yoshua sama-sama sedang berusaha mencari Freya.
“Aku ingat, tapi tidak bisa 'kah kamu melupakan itu semua? tolong lupakan itu dan anggap saja jika hal itu tidak pernah terjadi sama sekali” dengan egois karena memang tidak memiliki perasaan apa-apa, Yoshua tega mengatakan itu pada Greta.
__ADS_1
“Kak, bukankah Kakak tahu jika itu pengalaman pertama untuk Greta. Bagaimana bisa Kakak dengan teganya mengatakan itu semua pada Greta?” dengan sendu dan tak terima, Greta menatap Yoshua dengan tatapan seolah-olah merasa jika dirinya telah diperlakukan tak adil.
“Aku tahu, meski begitu aku tidak pernah mencintai kamu. Karena orang yang aku cintai adalah Kakak kamu, Freya,” tegas Yoshua. Tidak ada yang tahu seberapa besar obsesi Yoshua pada Freya, bahkan dulu ia sampai rela masuk ke dalam mafia Shadow hanya demi bisa mendapatkan wanita itu.
Dan alasan lainnya tentu karena Yoshua memang memerlukan banyak uang untuk ia gunakan pada perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut.
“Kak,” tatapan lemah Greta tunjukan. Tangan wanita itu mengepal dibalik badannya, seolah ia sedang kesal dan tak terima, padahal sudah segala cara Greta lakukan agar bisa mendapatkan Yoshua.
Dan di pilihan terakhir, ia yang sudah tergila-gila pada Yoshua sampai rela memberikan laki-laki itu minuman yang telah dicampur obat perangsang.
Tapi nyatanya, laki-laki itu masih belum bisa untuk Greta dapatkan dengan mudah. “Apa memang sesulit untuk untuk mendapatkan kamu? tetapi aku yakin jika kamu cepat atau lambat akan tetap menjadi milikku. Wanita monster itu tidak layak untuk mendapatkan laki-laki seperti kamu Kak,” batin Greta, ia mulai menyusun cara agar bisa mendapatkan Yoshua bagaimana pun caranya.
“Maaf Greta, sampai kapanpun aku itu hanya akan menganggap kamu sebagai adikku, tidak akan ada perasaan sedikitpun di hatiku untuk kamu. Cobalah untuk mengerti,” tekan Yoshua diakhir kalimat.
Sama seperti Yoshua yang tergila-gila pada sosok Freya dan tidak membiarkan siapapun bisa merebut Freya dari dirinya, Greta pun sama, ia bahkan lebih tergila-gila pada Yoshua layaknya tidak ada laki-laki di dunia ini selain laki-laki itu saja.
Melihat jika Yoshua langsung memasuki mobilnya seolah ia ingin segera menemui Freya, melihat itu semua Greta merasa sangat marah dan kesal secara bersamaan.
“Lihat saja Kak, aku akan terus berusaha agar bisa mendapatkan kamu. Tidak ada siapapun yang bisa mendapatkan kamu selain aku,” batin Greta. Ia akhirnya masuk ke dalam mobil yang sama dengan mobil milik Yoshua.
Selama perjalanan hanya keheningan saja yang terjadi. Tentu mereka sedang menyelami pemikiran mereka masing-masing
...****************...
Di tempat Freya kini, ia yang berada di ruangan yang sama dengan keberadaan Ayah dan ibunya. Terlihat jika wajah mereka terlihat terkejut saat melihat ia ada di sana.
__ADS_1
“Ayah,” Freya memanggil ayahnya yang hanya diam, tidak ada sambutan senang dari ayah atau ibunya saat melihat kehadirannya.
Mereka hanya diam, dan tidak berkata apapun.