
Waktu terus berlalu dengan cepat.
Hari demi hari berlalu tanpa henti, bulan demi bulan telah berganti hingga tak terasa tahun ikut berganti.
Tidak terasa tiga tahun telah Freya lalui dengan latihan yang tanpa henti. Ia membangun sebuah organisasi di negara F yang dinamakan Black Flowles.
Organisasi itu berkembang dengan sangat cepat hingga orang-orang sudah tidak asing lagi dengan nama itu.
Black Flowles
Nama itu seakan memiliki ketakutan tersendiri bagi siapa yang mendengarnya. Mereka tak segan untuk memberikan pelajaran yang menyakitkan bagi siapa saja yang menyinggungnya.
Bahkan, organisasi itu sangat ditakuti pemerintah dan juga organisasi mafia lainnya.
Tidak ada yang tahu siapa pemimpin dari Black Flowles karena orang-orang tidak pernah melihat pemimpin itu secara langsung. Banyak dugaan yang mengatakan jika pemimpin dari organisasi Black Flowles adalah seorang laki-laki, tapi rumor selalu mengatakan jika pemikiran dari Black Flowles itu wanita yang amat cantik.
“Sudah tiga tahu telah berlalu, Anda benar-benar sudah berlatih dengan sangat giat,” ujar Frans yang langsung menyodorkan sebuah minuman untuk Freya.
Freya yang baru saja berlatih kemampuannya itu, ia hanya menoleh dan tersenyum dingin. Wajah dingin miliknya benar-benar terlihat tak tersentuh, bahkan sikap dinginnya itu berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Latihan panjang tanpa henti seperti sebuah neraka bagi siapa saja yang melihat latihan itu. Tapi Freya melalui itu tanpa merasa puas, ia terus melatih kemampuannya tanpa kenal yang namanya lelah.
“Sudahlah Freya, berhenti sebentar. Kamu kira aku tidak merasa lelah terus-menerus diserang oleh kamu,” keluh Fina.
Kedua wanita itu tengah beradu kekuatan dalam seni bela diri. Tanpa henti Freya terus saja melatih Fina agar bisa menyeimbangi kemampuannya. Karena Fina akan Freya jadikan sebagai pengawal pribadinya.
“Percuma kamu memintaku untuk menyeimbangi kemampuan kamu! itu tidak akan mungkin bisa terjadi Freya! kamu pikir aku ini apa? aku tidak bisa untuk mengalahkan kamu. Bahkan jika untuk bisa mengembangkan saja itu sangat sulit,” keluh Fina lagi.
Baru saja Freya melatih kemampuan menembak Fina. Baru lima belas menit Fina istirahat Freya sudah memanggilnya untuk melatih segala jenis ilmu bela diri.
__ADS_1
“Kamu bisa istirahat!”
Setelah mengatakan itu, tanpa berniat istirahat. Freya langsung kembali berlatih kemampuannya. Gerakan lihai yang terlihat seperti menari itu terlihat, tapi bagi yang ahli bela diri, mereka tahu jika serangan dalam gerakan Freya itu sangat mematikan.
“Aku tak mengerti terbuat dari apa kapasitas energi miliknya, aku saja yang lima belas menit beristirahat sudah merasa lelah dan butuh istirahat sedikit lebih banyak lagi,” kata Fina yang menatap ke arah Freya dengan tatapan tak percaya miliknya itu.
Wajah dingin wanita dihadapannya itu terlihat tak bisa untuk di sentuh. Seakan dalam tatapan wanita itu bisa membuat siapa saja merasa hawa dingin.
“Gunakan waktu istirahat dengan baik!” perintah Frans pada Fina yang sedang memperhatikan Freya berlatih.
“Tapi Frans, aku hanya takut jika dia akan sakit. Tiga tahun telah berlalu, dia masih saja akan terus berlatih tanpa ada rasa puas atas pencapaian dalam dirinya,” kata Fina langsung menghentikan langkah Frans yang awalnya ingin mengambil makan untuk Freya.
Apa yang dikatakan oleh Fina itu benar. Freya bahkan hanya tidur hampir tiga jam dalam sehari. Waktu yang dilaluinya kebanyakan ia gunakan untuk berlatih dan berlatih.
Bisa dikatakan jika kemampuan Freya akan terus saja berkembang pesat setiap harinya. Tapi wanita itu tak pernah merasa puas akan kemampuannya yang luar biasa itu.
Fina yang mendengar itu hanya terdiam. Ia tidak bisa menjawab perkataan Frans. Karena apa yang Frans katakan itu benar. Selama ini Fina belum sekalipun melihat Freya sakit.
“Saya akan menyiapkan makan sore untuk Nona, jangan lupa untuk gunakan waktu istirahat kamu dengan baik. Ingat! waktu istirahat kamu tinggal sepuluh menit,” kata Frans lalu pergi begitu saja.
Fina yang mendengar itu hanya mendengus saja. Ia lalu duduk dan menatap ke arah Freya. Fina tahu dengan jelas jadwal Freya setiap harinya.
Dari pagi hingga siang wanita itu sibuk dengan komputer miliknya dan mengerjakan pekerjaannya itu, karena selain membangun organisasi.
Freya juga mendirikan perusahaan teknologi dalam bidang keamanan. Ia bekerjasama dengan banyak para pengusaha yang terkemuka dan terhormat untuk menjual sistem keamanan yang telah ia buat bersama dengan Frans para anak buahnya.
Siang hari hingga sore, biasanya Freya akan latihan untuk meningkatkan kemampuannya. Menembak dari jarak dekat dan jauh, trik menggunakan pisau yang tersembunyi.
Malam harinya Freya akan belajar mengenai racun dan penawarnya dari Athaya. Kadang Freya akan mempelajari segala jenis dan sumber informasi dari Nick.
__ADS_1
“Jika aku jadi kamu, mungkin aku sudah tidak sanggup untuk hidup lagi.” Fina hanya bisa menatap ke arah Freya dalam diam.
Setelah istirahat selesai, ia langsung menghampiri wanita itu dan ikut kembali berlatih.
...----------------...
Malam harinya.
Freya duduk di kursi miliknya itu. Ia mendengarkan informasi yang Nick bawakan untuknya. Frans yang ia angkat menjadi asisten sekaligus tangan kanannya itu, kini ia tengah berdiri disampingnya.
“Menurut informasi yang saya dapat, kehidupan Nona Greta terus berjalan lancar. Ia bahkan sudah menjadi istri Tuan Yoshua. Dan menurut kabar yang beredar, mereka dikaruniai dua anak, laki-laki dan perempuan.”
Jika sudah berada di perusahaan ataupun sedang dalam mode serius. Sikap tengil Nick akan berubah menjadi serius dan tidak main-main.
“Heh! anak? anak siapa? dia sendiri yang pernah mengatakan langsung jika dia tidak akan bisa memiliki anak lagi,” ujar Freya dengan senyum dinginnya.
“Tiga hari lagi kita akan ke negara A, tolong siapkan segala keperluan yang dibutuhkan Kak,” ujar Freya pada Frans.
Bagi Freya yang selalu dibantu dan diingatkan oleh Frans untuk makan, minum, ataupun istirahat. Frans layaknya kakak bagi Freya.
“Iya Nona,” patuh Frans yang lalu pergi untuk bisa melakukan tugasnya itu.
“Katakan pada Fina dan Athaya, kita akan kembali ke negara A tiga hari ke depan,” ujar Freya langsung di angguki oleh Nick.
Melihat kepergian Nick, Freya langsung menatap ke arah foto seseorang. Seorang laki-laki tua yang masih terlihat berkharisma. Di foto itu, si kakek tidak sendiri, ada cucunya yang tengah tersenyum.
“Kek, Freya akan mencari keadilan untuk Kakek. Tidak akan Freya biarkan mereka hidup dengan bahagia di atas kepergian Kakek,” yakin Freya menatap foto Garlfried.
Ada sedikit bukti yang mengatakan jika Antonio itu bukanlah anak kandung Garlfried. Tapi itu masih sebuah kecurigaan dan belum bisa untuk dipastikan kebenarannya.
__ADS_1