Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Aku yakin itu pasti Freya


__ADS_3

Fina yang kehilangan jejak Freya, ia lantas memilih untuk kembali ke rumahnya bersama teman-teman lainnya. Suasana rumah di negara Z sangat berbeda dengan negara A mereka dulu. Rumah ini sangat indah dan bisa dikatakan cukup mewah dan luas.


Sebenarnya mereka tak butuh rumah yang mewah dan juga fasilitas mahal, mereka itu cuman butuh tempat tinggal yang akan mereka tempati.


Tapi karena negara Z itu terkenal elit, bahkan yang paling sederhana pun masih terlihat mewah.


“Tidak menghabiskan uang kamu lagi?” kata Nick yang memainkan gamenya dengan serius. Bahkan saat berbicara, ia tidak sekalipun menatap ke arah Fina.


“Urusi saja rambut panjang kamu yang sama kayak cewek,” sinis Fina. Ia lalu duduk dengan menyilangkan kakinya itu.


Semenjak kepergian Freya, keempat orang itu merasa sangat bersalah. Mereka seakan menyalahkan diri mereka yang tidak bisa melindungi Freya.


Nick yang biasanya sangat menyukai rambut pendek, ia kini tak pernah lagi untuk mencukur rambutnya. Tidak ada yang menduga jika berita kepergian Freya adalah sebuah pukulan bagi mereka semua.


Bahkan Frans yang pendiam kini semakin tertutup dan jarang sekali bicara. Athaya kadang sering ketahuan jika ia sedang bengong dengan tatapan menerawang yang terlihat bersalah. Dan Fina, ia yang biasanya sangat suka bicara kadang menjadi pendiam.


“Aku tadi bertemu dengan Freya,” ucap Fina tiba-tiba.


Nick yang mendengar itu langsung menatapnya, ia lantas tersenyum hambar dengan penuh rasa bersalahnya itu.


“Jangan bercanda Fina, itu benar-benar tidak lucu sama sekali. Bukankah kamu sudah tahu jika lokasi Freya saat menjalankan misi itu terbakar hangus? dan berdasarkan penyelidikan ada mayat wanita di sana. Itu pasti Freya! ”


Mereka tidak tahu kalau lokasi terakhir Freya bukan di gedung terbengkalai yang sengaja di bakar Greta untuk menghilangkan jejak.


“Hey, kamu meremehkan Freya? dia tidak akan mati semudah itu! meskipun dia berada di titik terendah sekalipun, tuhan pasti selalu ada untuk menyelamatkannya!”


Tatapan Fina mulai menyala, ia akan percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Meski ada kemungkinan jika orang itu bisa saja bukanlah Freya.


“Apa? sejak kapan kamu percaya pada Tuhan? beribadah saja kamu tidak pernah!” ledek Nick.


Fina yang mendengar itu mendengus kesal, ia itu bukan tidak percaya pada Tuhan sama sekali. Hanya saja dosanya itu terlalu banyak, hingga ia berfikir tuhan mungkin tak akan mau menerimanya.


Padahal Tuhan itu baik.


“Sejak dulu hingga saat ini! puas?” kata Fina kesal, ia percaya tuhan, meski ia tahu bukan manusia baik di muka bumi ini.


“Fina, aku sedang bertanya dengan serius pada kamu. Apa alasan kamu begitu yakin jika Freya masih hidup? bukankah sampai saat ini kita tidak tahu dimana keberadaan Freya? ”

__ADS_1


Frans yang awalnya hanya lewat, ia lantas menghentikan langkahnya dan mendekat.


“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Frans dengan ekspresi wajah yang kini malah terlihat jauh lebih dingin sejak kepergian Freya.


Mungkin diantara yang lainnya, Frans yang paling menyalahkan dirinya. Ia bekerja sangat keras agar bisa menemukan keberadaan Freya.


Gelang yang sempat ia berikan untuk melindungi Freya yang sudah seperti adiknya sendiri. Gelang itu juga sudah ikut terbakar di lokasi terakhir Freya. Hingga mereka semua mau tak mau percaya akan kematian Freya.


“Aku bertemu Freya.”


“Jangan becanda Fina, kamu tidak tahu betapa kita semua berusaha untuk mencarinya. Jangan membuat kita semua semakin tidak bisa untuk merelakan Freya!”


“Aku serius! tidak mungkin penglihatanku itu salah, kalian tahu bukan jika misiku selama ini selalu saja mengandalkan kemampuan penglihatanku yang baik.”


“Kalau begitu dimana dia sekarang?” tanya Frans langsung. Ada tatapan berharap yang tidak disadari oleh mereka berdua.


Frans benar-benar berharap jika Freya masih hidup.


“Itu masalahnya, aku juga tidak tahu tempat tinggal dia. Tapi kita bisa tahu jika lokasinya kini berada negara Z. Bukan negara A.”


Keempat orang itu sengaja pindah ke negara Z, itu karena mereka tidak bisa terus tinggal di negara A. Mereka hanya akan putus asa dan kehilangan arah jika terus berada di negara A.


Anggota khusus layaknya itu sebuah mafia yang tidak bisa disinggung oleh siapapun, dan tidak terikat dengan organisasi manapun.


Di saat nama organisasi mereka di sebut. Tak ada yang berani menyinggung mereka, bahkan jika itu mafia sekalipun.


“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Athaya yang baru saja datang menghampiri.


“Aku bertemu Freya, itu nyata dan bukan sebuah ilusi. Jika kamu juga tidak akan percaya, aku tak akan peduli, yang jelas aku percaya jika itu adalah Freya!”


“Kalau begitu bukankah hal itu adalah berita baik? kita hanya perlu mencari dimana lokasinya dan memastikan jika itu benar-benar Freya atau bukan.”


......................


Sementara itu.


Di tempat Antonio, ia tidak percaya sama sekali jika kini sudah delapan bulan anaknya itu sudah menghilang entah kemana.

__ADS_1


Ada rasa tak menyangka yang Antonio rasakan, ia tida percaya dengan penyidikan yang mengatakan jika anaknya itu sudah mati.


Dengan tidak adanya Freya, misi yang berbahaya dan selalu berhasil Freya lakukan, kini misi-misi itu harus Antonio lewatkan.


“Banyak uang yang telah pergi begitu saja tanpa adanya kamu Freya. Ayah yakin jika kamu tidak akan bisa mati dengan semudah itu. Entah siapa itu yang sudah membuat kamu hilang, orang itu benar-benar telah menyinggung aku dengan menghilangkan sumber uangku.”


Baginya, Freya adalah sumber uang. Mesin atm yang terus berjalan. Banyaknya uang yang Freya hasilkan untuk dirinya, dan dalam delapan bulan ini, Antonio rasanya ingin membunuh siapapun karena uang-uang yang harusnya mengalir itu menghilang.


“Ayah,” panggil Greta yang tiba-tiba datang.


“Oh anakku sayang, bagaimana dengan kabarmu? bagaimana juga kelanjutan hubungan kamu dengan tuan Samoni?”


“Cukup baik.”


“Baguslah, jika kamu berhasil mendapatkan hatinya. Jangan lupa ingat ayahmu yang sudah merawat kamu dengan baik ini.”


Greta yang mendengar itu, ia hanya tersenyum sinis tanpa Antonio sadari. Merawat dengan baik? bukankah ayahnya itu selalu menganggap sama anak-anaknya itu?


Mereka hanya mesin berjalan yang menghasilkan uang bagi Antonio. Laki-laki itu sudah benar-benar gila akan harta. Berapa banyak uang yang laki-laki itu sering ia hamburkan hanya demi koleksi gilanya.


“Oh ya Ayah, aku mendapatkan sebuah berlian indah dari tuan Samoni. Ku dengar dia ia ingin memberikannya pada kamu Ayah.”


“Benarkah? dia benar-benar menantu idamanan yang sangat ayah inginkan. Kenapa tidak kamu akhiri saja hubungan kamu dengan Yoshua itu? bukankah sudah tidak berguna lagi?”


“Tidak ayah, aku masih perlu dirinya.”


“Tapi bukankah melelahkan selalu berakting hamil? bahkan kamu harus bersikap layaknya orang hamil sungguhan!”


“Tidak masalah. Aku sudah mendapatkan bayi angkat yang cocok untuk jadi anakku. Ayah cukup bersikap jika aku sudah melahirkan. Sepertinya Yoshua akan curiga jika sampai saat ini aku masih hamil.”


“Mana mungkin curiga? bukankah kamu saat itu mengatakan keguguran? dan ini kehamilan kedua”


“Benar sekali ayah, jika ini bukan karena aku berhasil menjebaknya. Mungkin ia tidak akan pernah menikahi aku. Aku senang dengan hubungan ini,” ujar Greta.


Alasan Greta masih berhubungan dengan Yoshua karena ia tidak ingin jika orang-orang nanti akan mengetahui kalau ia hanya simpanan Samoni.


Greta ingin jika ia memiliki status dan gelar nyonya di depan publik. Ia tak ingin jika tak memiliki gelar dalam hidupnya ini.

__ADS_1


Nyonya Farh!


Greta cukup puas dengan panggilan itu.


__ADS_2