
Freya yang tanpa izin pergi untuk menemui keempat temannya itu. Freya kini sudah bisa mengingat dengan benar keempat orang itu.
“Nona Anaya, Anda akan pergi ke mana?” tanya Shan saat melihat jika Freya hendak memasuki mobilnya itu.
“Shan, saya sudah mengingat kamu. Saya juga sudah tahu siapa kamu, tidak perlu berpura-pura lagi,” ujar Freya dengan nada asing yang terdengar dingin.
Shan yang mendengar itu tertegun, ia tidak menyangka jika ingatan dari wanita yang ada dihadapannya ini telah kembali. Nada asing dan acuh itu kembali bisa didengar oleh Shan saat ini.
Entah ia harus senang atau tidak atas kembalinya ingatan nonanya saat ini. Di satu sisi ia juga ikut merasakan rasa sedih Madam Amilia yang akan merasakan kesepian lagi pada akhirnya.
“Saya tidak tahu kamu berada di pihak siapa saat ini. Dan saya juga tidak peduli dengan pengkhianatan yang kamu lakukan pada Ayah brengsek itu! yang jelas saya sekarang tahu jika ternyata identitas kamu tidaklah sesederhana yang terlihat.”
Setelah mengatakan itu Freya langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan Shan yang terlihat hanya diam dan mematung. Shan seolah tak percaya dengan apa yang Freya katakan saat ini.
“Nona, Anda sudah sangat berubah. Oh tidak, lebih tepatnya Anda kembali seperti dulu lagi. Hanya saja, sikap Anda kini jauh lebih dingin dibandingkan dulu.”
...----------------...
Freya langsung berjalan masuk saat salah satu dari temannya membuka pintu. Mereka berempat yang memang ada di rumah tiba-tiba terdiam saat Freya datang.
“Ada urusan apa kamu datang tiba-tiba? apa kamu perlu bantuan kami? apa Madam Amilia berniat melukai kamu? atau dia menyiksa kamu?” yang Fina.
“Atau kamu Kimi sudah sadar jika wanita itu tidak baik seperti yang kamu pikirkan? meskipun ingatan kamu itu belum kembali, kami selalu siap untuk perlahan-lahan bisa membantu kamu mengingat lagi. Jangan khawatir akan hal itu,” timpal Nick dengan nada serius.
“Jangan ragu untuk berkata jujur pada kami, kami pasti akan mendengarkan apa yang menjadi masalah kamu saat ini,” ujar Fina lagi.
“Iya, cobalah jujur pada kami,” timpal Nick lagi.
“Bagaimana Nona bisa berkata jika kalian terus saja mencerca dirinya dengan banyak pertanyaan,” datar Frans menyadarkan mereka berdua.
“Oh ya ampun, kamu benar sekali Frans, silahkan kamu bicara biar kami semua yang akan mendengarkan apa yang akan kamu katakan,” ujar Fina diangguki semua.
__ADS_1
“Aku sudah mengingat kalian.”
Jika pada yang lain mungkin Freya akan merasa curiga, tapi tidak dengan keempat orang itu. Freya jelas tahu betapa mereka sangat menyayangi dan peduli padanya, mereka juga orang yang akan merasa putus asa dan juga merasa kehilangan atas kepergiannya.
“Bagaimana bisa? kapan itu?” tanya Fina reflek, ada rasa senang saat mendengar kabar itu. Tapi ia juga merasa penasaran.
Padahal hanya kurang lebih seminggu mereka tidak bertemu Freya, tapi wanita itu tiba-tiba sama bisa mengingat mereka berempat?
“Ini karena Athaya,” ujar Freya langsung menunjuk ke arah wanita yang terlihat hanya diam dengan ekspresi wajah acuhnya yang khas.
Wanita itu terlihat memakan permen karet dengan santai saat keempat orang yang ada disekitarnya menatapnya dengan tatapan bertanya.
Lebih tepatnya ketiga temannya yang seolah sedang bertanya pada Athaya tentang apa yang telah dibuat wanita itu hingga bisa membuat Freya mengingat kembali ingatannya.
“Aku tidak melakukan apapun, itu mungkin hanya karena selembar kertas yang sempat aku berikan waktu itu padanya.”
Tatapan acuh dan seolah tak peduli itu sudah biasa mereka lihat. Meskipun begitu, mereka tahu jika seorang Athaya juga memiliki kepedulian pada seseorang yang sudah ia anggap sebagai hidupnya.
Wanita itu bagai hidup untuk keempat orang itu.
“Tapi berkat kartu nama yang kamu berikan aku sempat mengalami tidur yang lama. Dan sejak itu, ingatan yang hilang perlahan pulih.”
“Kartu Nama?” tanya Fina tiba-tiba dengan ekspresi wajah penasarannya.
“Iya, itu kartu nama milik Antonio,” bahkan untuk bisa memanggil Antonia dengan sebutan ayah saja ia sudah tidak Sudi.
“Apa karena itu kamu sudah mengingat identitas kamu ini?” tanya Fina dengan tatapan senangnya.
Anggukan Freya membuat mereka berempat merasa senang dan sedikit terharu, walau perasaan senang mereka tidak terlihat jelas karena memang dasarnya mereka sangat acuh dan tak tersentuh.
Hati mereka seolah beku dengan banyaknya misi yang mereka lakukan. Banyak orang yang sudah menjadi korban mereka, walau tak dapat dielak jika dibalik itu, ada sebuah kebaikan yang mereka lakukan tanpa sadar.
__ADS_1
Yaitu, mereka yang akan menerima misi jika orang yang akan menjadi targetnya itu memang orang jahat dan tak tahu diri. Aneh, tapi itu faktanya.
Prinsip mereka juga terdengar aneh bagi mereka sendiri.
Jika tidak bisa jadi orang baik, maka jangan jadi jahat pada orang baik. Karena mereka semua tahu tidak mudah menjadi baik.
“Apa yang sebenarnya telah terjadi Freya? kenapa bisa ada berita kematian tentang kamu?” tanya Nick yang kini menghentikan main gamenya karena penasaran.
Biasanya laki-laki itu hanya akan fokus pada gamenya, tapi tidak dengan saat ini. Ia justru memilih untuk bisa fokus pada penjelasan Freya.
“Baiklah, jadi ...,” Freya akhirnya menceritakan semua yang ia alami tentang dirinya pada mereka berempat. Saat dimana ia yang sedang menjalankan misi, dan di mana awal mulanya dirinya disandera oleh adiknya sendiri. Bahkan identitasnya yang sudah ia ketahui dari Greta Freya jelaskan pada keempat orang itu.
Hingga akhirnya cerita Freya berhenti setelah ia juga menceritakan tentang Madam Amilia yang telah menyelamatkannya.
“Biadab! kenapa bisa ada wanita yang menjijikkan seperti itu! dasar pengecut dan juga licik!” kesal Fina.
Mereka yang berempat tak menyangka jika Freya akan mengalami kejadian seperti itu, bahkan saat mereka juga mendengar alasan Freya lupa ingatan karena tak mampu menerima kenyataan itu, hal itu membuat mereka marah dengan sangat.
“Benar-benar keluarga pengecut!” ujar Nick seolah ia kini sedang memaki hampir semua anggota dari keluarga Garlfried.
“Eh tapi, kamu sama kakek kamu tidak termasuk dalam golongan itu. Hanya mereka yang termasuk pada golongan pengecut!” jelas Nick yang tak ingin jika nanti Freya merasa tersinggung.
“Tapi adikku Rocky tidak termasuk dalam daftar orang yang pengecut dikeluarga Garlfried. Ia sangat berbeda dengan anggota keluarga Garlfried yang lain.”
“Sepertinya kamu sangat dekat ya dengan adik kamu itu,” komentar Fina dengan nada menyindir. Ia takut jika ketulusan Rocky juga palsu.
“Jadi apa yang akan Nona lakukan selanjutnya?”
Mendengar pertanyaan Frans, Freya terdiam seolah ia sedang memikirkan cara apa yang akan ia nanti lakukan untuk bisa balas dendam pada adiknya Greta.
“Aku sudah menyusun sebuah rencana, tapi itu juga memerlukan bantuan kalian agar rencana yang aku buat bisa berjalan dengan baik.”
__ADS_1