
“Jadi, apa tujuan kamu datang ke sini?” tanya Nick yang pada akhirnya menyimpan laptop miliknya. Ia memilih untuk bermain game di ponselnya yang lebih simple.
“Tidak ada, hanya ingin melihat keadaan kalian saja,” jawab Freya yang langsung mengambil ponsel ditangannya. Ia ingin ikut turnamen yang ada di game yang sama dengan Nick.
“Kumohon jangan jadi lawanku, jadi sekutuku saja Freya,” kata Nick yang hanya dibalas senyum puas.
Freya menatap mengejek pada Nick yang penakut menurutnya. Tapi, tak lama beberapa orang datang.
Frans, Athaya, dan juga Fina.
“Dari mana saja kalian?” tanya Freya penasaran.
“Seperti biasa, aku menjual beberapa racun dan penawar pada orang yang memesannya.”
Athaya, wanita itu pandai sekali dalam membuat racun sekaligus penawarnya. Ia terkenal akan kepintarannya dalam meracik racun.
“Tidak ada hal yang penting! hanya menyingkirkan beberapa tikus-tikus yang mengganggu,” timpal Fina. Wanita cantik yang terlihat tomboi itu, ia menjawab dengan biasa.
Padahal apa yang baru saja ia lakukan adalah membuat lumpuh beberapa pejabat yang ternyata adalah seorang koruptor. Beruntungnya, kliennya adalah musuh dari Si pejabat yang korup itu.
Aneh memang, Fina dan Freya hampir memiliki sebuah pemikiran yang sama. Mereka hanya akan menerima tawaran dari klien setelah mencari informasi dari targetnya itu. Dan jika kehidupan target bersih, mereka akan langsung menolaknya meski bayarannya mahal.
Berkali-kali Freya menegaskan pada dirinya sendiri jika apa yang dia dan Fina lakukan bukan karena mereka menganggap jika diri mereka baik, tetapi mereka sadar mereka buruk. Jadi, tidak seharusnya mereka mencelakai orang baik.
“Berapa total uang yang kamu dapat? bukankah sudah pernah aku katakan jika lebih baik kamu mencari pekerjaan yang lain dibandingkan dengan pekerjaan itu?” tegas Freya, ia tahu jika keempat orang itu bukan orang biasa.
Mereka punya kemampuan khusus mereka yang bahkan bisa mengguncang sebuah negara besar. Bahkan, mereka itu pernah menjadi daftar sebuah organisasi yang paling di cari untuk di bunuh karena dianggap mengancam.
“Hey, ayolah. Uang yang aku dapat ini terasa sangat mudah untuk di dapatkan. Jadi, untuk apa aku harus mencari pekerjaan yang melelahkan jika hanya mendapatkan sedikit uang saja,” dengan keras kepala Fina tetap pada keputusannya itu.
__ADS_1
Bukan keinginan Fina yang ingin menjadi seorang agen khusus ataupun pembunuh bayaran. Fina yang sudah didik seperti itu sulit untuk mencari pekerjaan, karena identitasnya sudah dirubah oleh Antonio.
“Padahal kamu sudah bukan lagi agen khusus dari mafia Shadow. Jadi, berhentilah sebelum nyawa kamu yang hilang,” peringatan Freya terdengar acuh dan tak peduli. Tapi, nyatanya ia peduli pada mereka berempat.
Jelas Freya peduli pada orang-orangnya. Ia yang telah menyelamatkan mereka, tidak mungkin ia akan membiarkan mereka berada di ambang hidup dan mati lagi.
“Dengarkan? sudah aku katakan jika dia berhenti saja dari tugas membosankan itu. Memang wanita itu tak memiliki kerjaan lain,” komentar Frans yang sebenarnya ia sudah menganggap Fina itu seperti adiknya sendiri.
“Baiklah-baiklah, kalian berdua akan selalu begitu. Memojokkan aku saat sudah saling bertemu,” kesal Fina yang langsung saja duduk.
Berbeda dengan Frans dan yang lainnya, sosok wanita bernama Athaya itu terkesan dingin dan acuh, ia akan sedikit akrab dan baik hanya pada saat bersama dengan Freya.
“Jadi, apa maksud kamu datang ke sini?” tanya Fina yang langsung saja menatap ke arah Freya.
“Ada sesuatu hal yang aku butuhkan dari kalian. Sebuah informasi dan data pribadi dari keluarga Garlfried,” jelas Freya langsung.
“Kenapa? apa ada hal yang terasa mencurigakan?” tanya Fina penasaran.
“Apa sekarang kamu merasa curiga dengan identitas kamu sebenarnya?” tanya Frans yang sontak saja ia pun langsung menjadi perhatian. Frans seolah dengan mudah menebak apa yang dipikirkan oleh Freya.
Bukan rahasia umum lagi jika Freya selama ini selalu diperlakukan dengan berbeda oleh Frans dan ketiga orang lainnya.
Selain hal itu, keempat orang itu jelas tahu dengan sikap tuan mereka dulu yang acuh dan dingin tapi begitu mempercayai keluarganya, dan mereka tak bisa berbuat apa-apa. Untuk saat ini, mereka tentu penasaran kenapa tuan mereka sangat penasaran akan identitasnya sendiri. Apa ada hal yang telah membuatnya sadar dan curiga?
“Entalah, aku hanya merasa sedikit aneh saja,” jawab Freya langsung.
Bagi Freya, keempat orang yang ada dihadapannya itu bukanlah para bawahannya ataupun anggota mafia Shadow lagi.
Karena semenjak mereka hampir saja mati, Freya sudah menyematkan mereka agar mereka bisa hidup bebas. Bebas dalam melakukan apa saja dan bisa memilih pekerjaan apa yang ingin mereka ambil tanpa harus merasa ketakutan akan terbunuh.
__ADS_1
Bukankah pekerjaan mafia itu sulit? dan keempat orang itu juga hampir setiap hari berada dalam ketakutan akan kematian. Tapi tidak untuk saat ini.
“Padahal sudah dari dulu aku merasa curiga pada keluarga Garlfried. Karena sejak dulu, hanya tuan besar Garlfried yang baik pada kamu.” Nick yang awalnya bermain game itu, ia lantas menghentikan permainannya dan menatap ke arah Freya.
“Apa memang terlihat seperti itu? apa ada sesuatu yang kalian ketahui tentang keluarga Garlfried?” pertanyaan Freya langsung saja dijawab sebuah gelengan.
“Tidak ada. Hanya saja, mereka keterlaluan dalam memperlakukan kamu seenaknya. Apalagi saat tuan besar Garlfried meninggal dunia,” komentar dari Athaya.
“Benar apa yang Athaya katakan, dia saja yang tak peduli pada apapun bisa tahu. Masa kamu nggak sih?” komentar Fina.
Fina tak menyangka jika Freya tidak peka akan apa yang diterimanya. Perlakuan semena-mena dari ibu dan ayahnya Freya bukanlah hal wajar menurutnya.
“Hey Fina, jangan salahkan Freya yang tidak pernah sadar akan hal itu, bukankah kamu tahu jika wanita yang dianggap monster oleh keluarganya sendiri itu, ia justru sangat mempercayai keluarganya,” sindiri Nick, secara tak langsung sindiran itu ingin menyadarkan Freya agar tidak terlalu percaya pada keluarganya.
“Frans,” panggil Freya pada laki-laki yang hanya diam sambil menatap ke arahnya.
“Apa kamu juga merasa curiga dengan identitasku? aku ingat jika Kakek dulu juga sangat menyayangi kamu, dan dia juga cukup dekat dengan kamu.”
“Entah, tuan Garlfried terlalu menyayangi Anda, jadi saya bingung jika harus menebak kalau tuan Garlfried bukanlah Kakek Anda.”
“Tidak perlu berbicara formal saat di sini Frans, kamu bisa berbicara biasa saja.” Hanya Frans dan Athaya yang kadang berbicara formal pada Freya.
Mereka seakan menganggap jika Freya adalah tuan mereka setelah kematian tuan Garlfried, kakek Freya. Untuk Antonio, mereka tidak terlalu menganggap laki-laki itu sebagai tuannya.
“Bisa 'kah kamu membantuku?” tanya Freya.
Meski Freya ahli dalam membobol sebuah sistem keamanan, tapi kemampuannya sudah lama tidak pernah ia latih, karena ia terus menjalankan banyak misi.
Waktu yang harusnya ia gunakan untuk melatih kemampuannya itu, justru malah digunakan untuk melatih kemampuan bertarung agar menjalankan misi dengan sempurna.
__ADS_1
Berbeda dengan Frans, laki-laki berusia kurang lebih 30 tahun itu, ia yang sudah tidak lagi menjadi anggota di mafia Shadow sejak berusia 23 tahun. Waktunya pasti di habiskan untuk melatih hobinya.
“Tentu, kamu bisa katakan apa saja yang ingin kamu minta dariku,” jawab Frans langsung.