Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Ketakutan Greta


__ADS_3

Dua hari berlalu.


Ketakutan Greta pada identitas orang yang waktu itu mengancamnya belum juga reda. Greta tiba-tiba ingat akan kejadian tiga tahun yang lalu, di hari dimana dirinya harus sampai mengadakan konversi pers agar masalah dirinya reda.


Hari itu adalah hari yang Greta lalui dengan menahan amarah dan rasa malunya akibat cacian dari banyak orang karena skandalnya itu.


“Aku tidak akan mau menanggung rasa malu yang seperti itu lagi! siapapun orang yang mengirim foto itu harus bisa ditangkap dengan segera!” kata Greta menggigit bibir dengan keras saking gugupnya.


Bahkan Yoshua yang kini sedang tertidur dengan sangat pulas tidak sadar dengan Greta yang kini sedang dalam keadaan takut dan gelisah.


“Apa harus kembali meminta pada Tuan Samoni?”


Walau Greta sempat dicaci-maki selama seharian, tapi pada akhirnya foto itu menghilang begitu saja dengan bantuan Samoni juga.


Ting


Tiba-tiba pesan masuk.


“Bagaimana? apa sudah mengingat aku? tidak mungkin lupa bukan? jangan sampai kamu lupa padaku! karena sebentar lagi kita akan bertemu,” sebuah pesan dari nomor yang sama kembali terkirim.


“Aku tidak mengingat kamu! hapus foto-foto itu atau kamu nanti akan menyesal! kamu tidak akan sanggup menanggung konsekuensi dari sikap provokasi kamu ini padaku!” balas Greta.


Ting


Jawaban kembali muncul.


“Oh ya? bagaimana jika nanti kita buktikan? siapa yang tak sanggup menanggung konsekuensinya di sini? kamu tak mungkin lupa dengan seseorang bukan?” sebuah pesan yang mengandung kata-kata rahasia.


“Siapa kamu? jawab!”


“Selamat tidur ..., mimpi yang indah. Sebentar lagi kita akan bertemu,” balas pesan itu lagi. Lalu di saat Greta mencoba untuk menghubungi nomor telepon itu, sayangnya tak ada jawaban.


Dan kedua kalinya Greta menelepon. Justru nomor itu mendadak tak aktif karena tidak bisa dihubungi.


“Sialan! sepertinya aku memang harus meminta bantuan dari Tuan Samoni!” kesal Greta yang meyakinkan diri jika ia akan menemui Samoni besok hari.

__ADS_1


...----------------...


Keesokan harinya.


Greta benar-benar datang ke mansion pribadi milik Samoni, ia menemui laki-laki itu agar bisa meminta bantuan padanya.


“Tuan, bagaimana kabar Anda?” tanya Greta pada Samoni yang sibuk dengan pekerjaannya.


“Tidak usah bertanya,” dingin Sam.


Greta tahu jika Samoni sudah berkata seperti itu, secara otomatis ada sesuatu yang sudah membuat laki-laki itu merasa marah dan tidak senang.


“Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk bisa menghancurkan perusahan milik George. Apapun miliknya akan menjadi milikku!”


Greta yang mengetahui situasi Samoni, ia tentu tahu jika bukan saatnya dirinya mengatakan masalah ini pada laki-laki yang tempramental itu.


“Bagaimana keadaan anak-anak itu?” tanya Samoni tiba-tiba. Anak-anak yang dimaksud oleh Samoni adalah Tari dan Tara yang ia yakini mereka sebagai kedua anaknya.


“Mereka baik, hanya saja saya sedih karena sepertinya mereka merasa kesepian. Anda tahu dengan pasti jika suami saya sangat sibuk dengan pekerjaannya itu, jadi anak-anak sering merasa kesepian karena itu.”


Entah apa yang telah Greta lakukan hingga ia bahkan bisa lolos dari pengawasan Samoni.


...****************...


“Bagaimana? apa itu menyenangkan?” tanya Fina pada Freya yang kini masih menatap ke arah ponsel miliknya dengan tatapan tak percayannya.


Freya yang tadi sempat berkirim pesan pada Greta. Ia memang bukan tipe orang seperti yang terlihat dari isi pesan yang ia kirimkan.


Pesan yang Freya kirim tadi kata-katanya hampir di beri tahu semuanya oleh Fina. Walau ada rasa puas dan senang yang tidak bisa ia katakan.


Mengancam tanpa menyentuh dan terlihat? itu cukup menyenangkan! Freya jadi tidak sabar ingin menemui Greta sesegera mungkin. Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan wanita itu nanti saat bertemu dengan dirinya.


“Sudah aku katakan jika itu menyenangkan! karena saat kita sedang membayangkan wajah ketakutan dan gelisah mereka saja sudah menjadi kesenangan tersendiri untuk kita,” ujar Fina menjelaskan.


“Dasar! sikap kekanak-kanakan macam apakah itu! mana ada yang mengancam tahap memperlihatkan wujud langsung. Bukankah itu pengecut?” ledek Nick yang mulai mengomentari.

__ADS_1


“Kamu tidak akan mengerti dengan rasa senang dan juga kepuasan yang kita dapatkan saat orang yang kita benci merasa takut pada kita sebelum melihat sosok kita secara langsung.”


“Tapi itu benar-benar terlihat pengecut!”


“Freya bukanlah pengecut! dia hanya memberikan sebuah peringatan sebagai bentuk kepedulian yang terakhir. Lagipula masa tenang keluarga Garlfried sudah akan berkahir dan berganti dengan ketakutan serta kegelisahan tak berujung,” jawab Fina yang semakin pandai berkata-kata.


“Iya, kamu yang pengecut! bukan Freya!” tegas Nick.


“Curiga kamu menyukaiku. Karena setiap aku mulai berkomentar atau berbicara justru respon kamu sangat berbalik dengan diriku, seolah kita berlawanan arah. Bukan begitu?” kini Fina yang balas meledek.


“Berhenti berbicara!” peringatan Freya.


Jika saja Freya kini tidak sedang bersama dengan kedua teman yang sekarang sudah resmi menjadi anggotanya itu. Ia mungkin merasa tenang, Freya mendengar perdebatan mereka berdua.


“Kak Frans akan datang, bertenti berdebat.”


Mendengar apa yang tuan mereka katakan, kedua orang itu langsung patuh dan bungkam. Tak lama Athaya datang dengan membawa persiapan yang dibawanya. Lalu di susul dengan Frans yang juga memasuki mobil setelah memastika tidak ada yang ketinggalan.


“Apa Anda yakin akan menggunakan pesawat biasa?” pertanyaan dari Frans seakan mempertanyakan lagi keputusan Freya.


Padahal Freya memiliki tiga helikopter dan dua jet pribadi. Tapi wanita itu lebih memilih untuk menggunakan pesawat.


“Akan terlalu mencolok jika kita menggunakan itu. Aku ingin melihat respon apa yang akan mereka tunjukkan nantinya.”


Entah apa rencana Freya, Frans hanya patuh.


“Jika mereka meremehkan kamu benar-benar tidak tahu diri. Bahkan perusahaan kamu saja sudah melampaui perusahaan Garlfried.”


Selain memiliki keeempat pengikut setia, banyak yang bergantung hidup pada Freya. Perusahaannya itu juga bahkan menampung hampir 5.000 orang berbakat yang terpilih. Tersebar di banyak tempat yang sengaja Freya tempatkan di tempat-tempat yang berbeda.


“Oh ya ampun ..., jangan lupa. Bahkan agen khusus kita kemampuannya jauh lebih tinggi dari agen khusus Antonio. Walau tidak sampai lima ratus, jelas mereka orang setia dan terlatih.”


“Berhenti berbicara lagi! apa kalian lupa Nona tak suka jika sampai perkataan kalian akan ada yang mendengar nantinya?!” peringatan Frans membuat Fina yang terus berbicara tanpa henti menjadi terbungkam saat itu juga.


“Baiklah, aku tidak akan bicara lagi.”

__ADS_1


__ADS_2