
Beberapa hari kemudian.
Freya mendapatkan informasi jika Greta kini sedang berada di rumah sakit jiwa. Rumah sakit jiwa yang merupakan tempat ibunya berada.
“Ibu, kenapa bisa kamu ada di sini? siapa yang telah memasukkan kamu ke tempat ini?” tanya Greta yang memakai penutup wajah.
Berita tentang Camilla yang masuk ke rumah sakit jiwa beberapa hari yang lalu. Sangat menggemparkan publik saat ini. Apalagi saat itu Camilla tiba-tiba pergi dengan rasa malu di acaranya sendiri.
“Hiks ..., Greta tolong Ibu sekarang juga Nak. Ibu sudah tidak sanggup berada di sini. Ibu tidak gila! ibu itu tidak gila sama sekali!”
Kondisi Camilla dalam waktu tiga hari saja sungguh sangat memprihatikan. Wajah yang kurang tidur, lingkaran hitam dimatanya.
Wajah Camila jika terlihat tidak terurus dengan baik karena wanita itu sepertinya menolak untuk mandi beberapa hari ini.
“Ibu, Anda sangat bau,” kata Greta yang membuat Camilla menatap ke arah anaknya itu dengan tatapan yang terlihat tidak percaya.
“Kenapa kata itu yang kamu katakan? apa kamu sama sekali tidak meras kasihan pada ibu kamu sendiri? ibu kamu sekarang berada dalam kondisi buruk! di mana hati kamu sekarang?” kini Camilla mengatakan itu dengan ekspresi tak percayanya.
“Hati nurani? sejak kapan Anda mengajarkan saya hati nurani? bukankah Anda yang tidak berperasaan sama sekali? saya sedang menyembunyikan diri saya karena berita perselingkuhan itu. Dan Anda? justru dengan teganya malah membuat acara seperti itu?”
Tatapan Greta kini terlihat dingin. Ia akhirnya sadar bertapa tidak bisa hidup ibunya tanpa yang namanya kemewahan dalam hidup.
“Ibu hanya menjaga harga diri kita saja, ibu ingin terus menunjukkan pada mereka jika kita dalam keadaan baik tanpa menderita sedikitpun!” Camilla memang tidak menyukai jika dirinya akan dikasihani, maka itu ia akan terus bersikap angkuh hingga saat ini.
“Apa jangan-jangan cerita Anda dengan Ayah itu palsu? cerita kalian yang katanya saling mencintai layaknya itu cerita romantis yang mengharukan! bukankah itu palsu dan hanya karangan?” kata Greta.
Greta dulu selalu percaya, jika hidupnya akan bahagia dengan orang yang ia cintai seperti ayah dan ibunya yang ia pikir mereka juga saling mencintai.
“Greta, kamu jangan lupa tentang status kamu saat ini. Kamu juga tidak lebih baik dari ibu di masa lalu,” kata Camilla yang tidak suka jika anaknya merendahkannya.
“Saya hanya bertanya, kenapa Anda menatap saya itu seolah saya musuh Anda? sudahlah, saya akan pergi saja dari tempat ini,” kata Greta yang langsung memanggil perawat yang biasa mengurusi ibunya.
“Greta sialan! anak durhaka yang tidak tahu diri!”
__ADS_1
Camilla terus saja marah-marah hingga pada akhirnya ia diberikan obat penenang oleh perawat itu.
*****
Sedangkan di luar.
Greta yang berniat pergi itu, ia untuk sejenak menatap dingin ke arah rumah sakit itu. Awalnya Greta hendak meminta bantuan pada Samoni.
Tapi melihat sikap ibunya yang seperti itu, Greta berubah pikiran. Ia juga tidak akan memohon pada Samoni jika ibunya seperti itu.
“Apa kabar?” kata Freya dengan pandangan lurus.
Greta yang melihat Freya, ia hendak memutar arah dengan semakin menutupi matanya dengan kacamata dan juga topi yang ia pakai.
“Jangan mencoba untuk menghindar Greta! anak yang hanya memiliki perasaan sayang yang dangkal kepada ibunya,” ledek Freya dengan sinis.
“Jika ibuku sedikit normal, aku juga akan membangunnya,” kata Greta sinis.
“Jika kamu menganggap ibu kamu tidak normal, kamu jauh lebih tidak normal. Bukankah buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya?”
“Apalagi? tentu saja menangkap tikus yang kabur,” kata Freya yang dengan tatapan mata bagai kode itu, dalam sekejap Greta tidak sadarkan diri dengan Fina yang kini membius wanita itu.
*****
Suasana ruangan Greta saat ini sangat gelap.
Saking gelapnya seakan tak ada udara yang masuk, hingga beberapa detik kemudian cahaya yang cukup menyilaukan itu menyala.
“Bagaimana keadaan kamu? apa kamu baik-baik saja?”
Tatapan dingin Freya dengan ucapan yang seolah meledek itu membuat Greta marah dan tidak terima.
“Apa maksudnya ini Freya? lepaskan!”
__ADS_1
“Sebenarnya aku berniat untuk memberi balasan pada ayah lebih dulu, sayangnya Ayah terlihat fokus dengan niatnya itu. Aku ingin melihat lebih besar usahanya itu, agar nanti aku bisa menghancurkan harapannya lebih besar lagi,” kata Freya kejam.
Freya juga sakit hati dengan ketiga orang ini. Greta yang ternyata menginginkan kehancuran Freya lebih dari siapapun.
Wanita itu bahkan berniat membuat Freya menjadi pelacur. Kejadian dimana dirinya di tolong oleh Shan waktu itu membuatnya sadar. Jika kebengisan dan niat Greta bukan hanya sampai di situ.
Greta bahkan ingin menghancurkan Freya hingga terdalam sekalipun. Dan keirian Greta sama persis seperti Camilla, ibu kandungnya.
“Kenapa aku tidak pernah sadar jika selama ini kamu selalu merencanakan hal buruk padaku? atau mungkin itu karena aku terlalu polos saat itu,” kata Freya yang kini menatap dingin.
“Baiklah, selamat menikmati malam panasnya dengan orang-orang ini. Aku dengar kamu sangat kurang puas jika belum tidur dengan seseorang.”
Dengan tanpa kurang apapun, Freya mencari orang yang waktu itu hampir melecehkan dirinya. Ia secara sengaja membawa orang-orang itu ke sini agar Greta bisa merasakan balasan atas niatnya itu.
Laki-laki yang berjumlah kurang lebih dua puluh itu menatap Greta lapar. Mereka tidak peduli siapa yang akan mereka tiduri, yang terpenting mereka mendapat uang untuk bayaran mereka.
“Freya gila! apa-apan ini! kamu wanita ****** yang benar-benar tidak tahu diri dan tidak punya hati! singkirkan mereka sekarang!”
Freya yang mendengar itu hanya menatap acuh.
“Aku hanya mengembalikan niat kamu, dan beruntung sekali mereka tidak Shan bunuh saat itu. Selamat untuk malam panjangnya Greta. Oh ya, jangan berbuat kasar padanya, jangan biarkan Greta mati,” peringatan dari Freya yang langsung diangguki.
Teriakan dan raungan dari Greta menjadi teman Freya sepanjang wanita itu melangkah keluar. Freya pikir jika dirinya sama seperti mereka karena telah tinggal lama.
Freya pikir jika dirinya sudah membunuh hati dan juga perasaannya itu. Tapi nyatanya Freya masih memiliki sedikit hati, walau itu hanya sedikit.
“Jika kamu tidak sanggup untuk mendengarnya, biar aku saja yang mendengarnya. Itu akan menjadi hal membahagiakan untukku,” kata Fina.
Fina yang hampir di siksa selama lima tahun oleh Greta yang pernah bersikap semena-mena padanya dulu. Ia merasa marah dan masih menyimpan dendam atas apa yang Greta perbuat dulu.
#####
Maaf udh nggak up beberapa hari.
__ADS_1
Sebagai gantinya author up banyak
Happy reading untuk semua😉