Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
George yang selalu datang


__ADS_3

Entah George itu adalah orang yang hebat atau orang yang ahli sihir. Freya bahkan sempat merasa heran jika laki-laki itu akan tanah dimana lokasinya berada.


Seperti saat ini, Freya yang sedang berlibur di sebuah pantai yang cukup sepi, dengan hanya mengenakan bikini yang terlihat cukup mengeksplor tubuhnya itu.


Pantai yang sangat sepi seolah sudah dibeli untuknya, hingga hanya Freya dan keempat orang kepercayaannya yang ada di sana.


Untuk Frans, laki-laki itu sibuk mengurus perusahaan Freya yang lain. Jadi, empat orang yang dimaksud itu adalah, Nick, Fina, Athaya, dan juga sekretaris pribadi Freya yang merupakan perempuan terpilih.


“Saya tidak pernah tahu jika ada pantai seindai ini? apakah memang karena saya yang terlalu kuno atau mungkin saya yang kurang jauh mainnya?” sekretaris pribadi Freya mulai berbicara.


Bekerja dengan Freya adalah keberuntungan yang tak terduga baginya. Wanita yang menjadi majikannya itu, dia memang terkenal dingin dan tak tersentuh. Tapi ia tahu jika majikannya adalah orang yang sangat baik dan akan selalu berbagi kebahagiaan dengan siapa saja.


“Kamu mungkin yang mainnya kurang jauh,” komentar Fina. Padahal ia juga baru pertama kali pergi ke pantai, hidupnya selama ini ia habiskan untuk misi yang tidak ada habisnya selama menjadi anggota mafia Shadow.


“Hehehe,” Fina tertawa saat mendapatkan tatapan lurus dari Freya yang seakan mengatakan, bukankah kamu juga baru pernah datang ke pantai sekarang?


“Apakah ini menyenangkan?” tanya George setelah ia hanya diam dan memperhatikan ekspresi wajah Freya yang terus saja berusaha untuk mengabaikan dirinya.


“Menurut Anda apakah ini menyenangkan?” Freya justru balik bertanya.


Melihat betapa menggemaskannya wanita yang ada di hadapannya saat ia sedang marah. George merasa jika ia ingin langsung menciumnya dan membawanya ke tempat tidur.


Memikirkan itu, George seketika menyingkirkan pikiran yang selama ini tak pernah ia pikirkan di saat ia melihat wanita manapun. Sekalipun wanita yang menggodanya sedang tak mengenakan apapun, jika mereka bukanlah Freya, George merasa ia akan menjadi laki-laki yang tak normal tanpa hasrat apapun.


“Di saat kamu sedang merasa kesal, kenapa bisa wajah kamu terlihat begitu manis?” kata George dengan suara yang nyaris berbisik.

__ADS_1


Sadar jika mereka hanya dijadikan orang yang tidak dianggap. Fina langsung mengajak ketiga orang tadi untuk kembali ke villa saja.


Freya yang melihat kepergian mereka, entah kenapa ia langsung menahan keempat orang itu. “Mau ke mana? kenapa harus pergi?” kata Freya yang entah kenapa ia akan merasa tak nyaman jika bersama George.


Dibandingkan tidak senang dengan kehadiran George, entah kenapa Freya lebih ke arah sedan menjaga agar hatinya tidak mudah jatuh pada laki-laki itu lagi.


Freya tidak ingin berharap, ia tidak ingin jika nanti ia sampai dikecewakan lagi. Rasa sakit akibat kekecewaan dan kehilangan itu seolah masih berbekas di hatinya.


Freya sadar, sedikit demi sedikit George seolah merenggut hatinya. Hingga kadang perasaan itu, membuatnya sadar jika dirinya tak boleh lemah.


Dendamnya belum terbalaskan, dan misteri kematian kakeknya belum ia temukan kebenarannya itu dengan jelas


“Apa kamu ingin jika kita hanya akan menjadi nyamuk diantara kalian berdua? kami juga ingin memiliki yang namanya pasangan! tapi karena kerjaan kita menumpuk dan tak habis-habis, jadi tak ada waktu untuk kita bisa mencari pasangan!” kata Nick dengan nada yang kini terdengar sedikit menggerutu.


George yang mendengar itu, ia langsung menatap ke arah Nick. Tatapan tak suka yang terlihat dari raut wajah datarnya itu kini terlihat jelas.


Pertanyaan George itu benar-benar membuat seorang Nick merasa kesal. Apakah jenis kelaminnya itu masih perlu untuk dipertanyakan lagi?


“Tuan, Anda sedang bercanda?” kesal Nick yang berusaha ia tahan. Bagaimanapun, seorang George bukanlah orang yang berani ia singgung.


“Ini semua gara-gara rambut panjang kamu Nick, kenapa kamu nggak sadar jika kamu mirip wanita saking indahnya rambut kamu?” kata Fina dengan ejekannya yang terdengar jelas.


Mendengus kesal tapi Nick tak dapat berkomentar atau berkata apapun lagi. Ia hanya bisa menahan rasa jengkel akibat ucapan George tadi.


George yang sadar jika Nick adalah laki-laki, ia langsung memberikan Freya jas hitam panjang miliknya, ia seolah tidak ingin jika tubuh wanita miliknya akan terlihat oleh laki-laki manapun.

__ADS_1


“Donald, berbaliklah!” perintah tegas dari George saat ia sadar jika wanita yang selalu ia lindungi ini sedang memakai bikini.


Tahu apa yang harus ia lakukan, Donald memiliki untuk menjauh. Ia menjauh tapi tidak meninggalkan George.


Donald menjaga George dari jarak jauh, ia tidak mengalihkan pandangannya dari sekitar seolah memantau jika ada hal yang bisa membahayakan Sang tuan.


“Tuan, Anda tidak perlu menatap saya seperti itu, saya akan benar-benar pergi dari sini,” kata Nick langsung sadar jika George menatapnya dengan tatapan dalam seolah tak suka.


“Nyonya, selamat bersenang-senang, kami akan pergi dan keluar sebentar. Jangan lupa untuk bisa memanfaatkan laki-laki yang sepertinya sudah cinta mati pada Anda ini,” bisik Fina langsung mengajak Athaya dan juga sekretaris pribadi Freya untuk mengikuti Nick.


“Anda sangat kekanak-kanakan!” tatapan lurus Freya mulai terlihat sedikit jengah. Apalagi saat laki-laki itu tanpa bersalah justru membalikan dirinya dan memeluk dari arah belakang.


“Entalah, saat bersama dengan kamu aku merasa sangat bodoh. Kadang aku akan berfikir apakah aku itu harus bersekolah lagi?”


Freya ingin menepis pelukan itu, tapi seolah ditahan hingga ia hanya bisa pasrah begitu saja. Sedikit cerita yang Freya dengar dari laki-laki itu saat Freya bebas dari genggaman kakek tua yang sempat menculiknya dan George dulu.


Ternyata, laki-laki itu adalah kakek kandung dari Helena, tunangan George. Entah apa tujuannya George bertunangan dengan wanita itu, yang jelas Freya tahu jika hubungan mereka tidak pernah serius.


“Apakah karena Anda telah diselingkuhin hingga Anda berusaha menutupi rasa sakit Anda dengan cerita ini? seolah Anda tidak terima dengan perselingkuhan ini?”


Perkataan datar Freya seolah ejekan dan ledekan untuk seorang George yang tak pernah ada yang berani untuk mengejeknya.


“Pemikiran macam apa itu? apa kamu pikir jika aku akan marah dengannya yang berselingkuh? aku tahu jika ini bukan pertama kalinya ia berselingkuh! sudah sering sekali ia berselingkuh dengan banyak laki-laki. Tapi selama ini aku diam karena aku tidak peduli,” jawab George yang entah kenapa terdengar seolah George sedang meyakinkan Freya jika hanya Freya orang yang George cintai.


“Apa Anda juga bersekolah dalam menggunakan kata-kata? kenapa perkataan Anda seolah Anda itu sangat mahir dalam berkata-kata?”

__ADS_1


“Benarkah? jika memang begitu anggap saja seperti itu. Aku tak masalah jika kamu berfikir seperti itu,” jawab George masih dengan postur tubuh yang memeluk Freya dari arah belakang.


Padahal Freya adalah wanita yang tinggi badannya cukup proposal. Tapi saat dipeluk oleh George, entah kenapa postur tubuh Freya terlihat hampir tertutupi oleh tubuh laki-laki yang bergestur tubuh sempurna.


__ADS_2