
Beberapa Minggu kemudian.
Freya hanya diam dan tidak berkata apapun saat Helena tak henti-hentinya menuduhnya. Dan itu di depan George dan juga beberapa anak buahnya.
Mereka kini berada di negara Z
Negara yang katanya itu sangat sulit untuk di masuki oleh sembarangan orang. Freya yang memang di tugaskan mengikuti George saat dibutuhkan, dan juga melakukan tugasnya itu.
“Aku tidak berbohong pada kamu George, itu Freya yang sempat menggunakan komputer kesayangan kamu itu. Hingga komputer itu menjadi rusak parah seperti ini.”
“Saya baru saja datang setelah pergi ke luar karena ada urusan!” tegas Freya seakan menolak tuduhan itu. Freya tadi memang sempat keluar saat George pergi meninggalkannya di ruangan milik laki-laki itu.
Wajar memang jika George hanya diam saat Freya di tuduh oleh Helena. Karena, hanya Freya yang dari tadi berada di ruangan George.
Flashback
Freya saat itu hanya diam mendengarkan apa yang Donald bicarakan. Dari yang Freya dengar, Donald seolah tengah bercerita tentang tangannya George yang bernama Andrew. Laki-laki misterius yang tak pernah menunjukkan batang hidungnya itu.
“Sebentar lagi tuan Andrew akan datang menemui Anda sesuai yang Anda minta tuan. Tapi apa Anda akan memintanya untuk bertemu di ruangan atau di tempat lain?”
George menatap ke arah Freya, ia seolah sedang berfikir untuk sejenak. Dari tatapan itu, Freya kini berfikir jika George curiga dan takut jika dirinya nanti akan membocorkan pembicaraan mereka nanti.
“Anda bisa pergi tuan, saya yang akan berada di ruangan Anda untuk menunggu Anda.” Freya menggunakan nada formal saat berdua, bahkan meskipun George sudah mengatakan untuk tak menggunakan kata formal itu, tapi Freya merasa nyaman jika bersikap seolah mereka berjarak.
“Tunggulah sebentar, aku akan segera kembali.”
Freya yang mendengar itu mengangguk
...----------------...
__ADS_1
Freya yang hanya sendirian di ruangan itu mulai merasa jengah dan bosan. Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk membeli keluar saat ada orang yang memanggilnya.
Entah kenapa Freya merasa heran dengan ruangan milik George. Ruangan itu seakan memiliki banyak alat canggih yang sangat terawat.
Tapi tidak ada yang berani untuk mendekat atau masuk ke ruangan itu selain George dan Donald, mungkin selain mereka berdua, ada tangan kanan bernama Andrew yang juga ikut masuk.
Dan sepertinya hanya dirinya saja yang pertama kali bisa masuk ke ruangan itu. Apakah kini Freya harus merasa beruntung karena perlakuan itu?
Sayangnya, Freya yang tidak pernah melakukan hal yang teledor, tiba-tiba ia melakukan kesalahan dengan tidak menutup ruangan itu, ia yang sedang banyak pikiran justru malah lupa mengunci pintu.
Sekembalinya dirinya dari arah luar, Freya terkejut dengan salah satu komputer yang rusak. Tidak ada noda atau bekas lemparan yang ada di sana, seolah rusaknya komputer itu di sebabkan oleh seseorang yang dengan sengaja merusaknya menggunakan cara cantik.
“Siapa yang melakukan ini?”
Suara berisik dari luar membuat Freya menoleh, ia bisa melihat jika George datang bersama dengan Helena yang terus memohon dan minta maaf.
“Ya ampun ..., bukankah itu komputer kesayangan kamu? itu 'kan komputer yang kamu jaga dan rawat dengan sangat baik? aku juga pernah mendengar jika kamu memperlakukan komputer itu layaknya dia itu hidup kamu!” Helena terlihat berpura-pura terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.
“Jangan salahkan aku bersikap kejam Freya! kamu bahkan mengambil hak aku! seharusnya aku yang bisa masuk ke ruangan George ini, bukan kamu!”
Flashback end.
“Dia pasti yang telah sengaja merusak komputer kamu! mungkin dia adalah mata-mata yang ingin mendapatkan informasi melalui komputer itu!”
Terus saja tuduhan itu keluar, Freya yang merasa muak karena hanya diam, ia langsung membela dirinya sendiri.
“Saya sempat keluar sebentar, jadi apakah mungkin saya yang merusak ini dan harus menanggung ini semua? itu jelas-jelas bukan kesalahan saya! ”
“Ya ampun ...,” ekspresi Helena yang kini ia seolah sedang merasa terkejut. “Bagaimana kamu keluar tanpa menutup pintu terlebih dulu? bukankah itu termasuk keteledoran dan kesalahan kamu? jadi, bagaimana kamu akan mengakui kesalahan ini?”
__ADS_1
Mendengar itu, Freya terdiam. Ia berfikir apa yang membuatnya keluar sejenak. Entahlah, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan mengatakan jika makanan untuknya sudah di pesan.
Freya tak tahu jika itu sebuah jebakan.
“Apa kamu tidak pernah tahu jika komputer milik George adalah komputer terbaik yang pernah ada? George juga sangat menyayangi komputernya itu melebihi apapun di dunia ini. Seharusnya kamu yang bisa masuk ke ruangan ini merasa beruntung!”
“Kamu tidak tahu berapa banyak orang yang ingin masuk ke ruangan ini. Tapi tidak ada yang di beri izin seperti kamu. Aku tidak menyangka jika hanya karena keteledoran kamu, komputer itu bisa rusak.”
Freya yang mendengar itu lantas menatap George, ada sedikit rasa tak suka saat benda penting yang seolah sangat berharga itu rusak.
Komputer itu seolah menyimpan hal-hal paling penting yang ada di dunia. Hingga, komputer itu seakan lebih berharga dibandingkan apapun.
“Jika komputer itu seberharga dan secanggih yang Anda katakan, kenapa bisa komputer itu mudah untuk rusak? bukankah itu sudah di modifikasi?” pertanyaan menohok Freya langsung membuat Helena tertegun.
Helena tidak menyangka jika Freya sangat pintar berfikir meski dalam suasana genting dan terpojok.
“Kamu tidak tahu? komputer itu sangat-sangat canggih, dan karena sudah di modifikasi, George melarang siapa saja untuk masuk. Jika komputer itu akan di pegang atau di sentuh orang lain, maka akan rusak secara langsung. George tak mungkin membiarkan sembarangan orang untuk melihat data penting yang ada di sana!”
Penjelasan panjang lebar Helena yang seakan berniat untuk membuat Freya terlihat bersalah. Justru Freya yang mendengar itu tersenyum sinis dan meremehkan.
Bukankah penjelasan Helena tadi terlalu detail? dan itu seolah mengatakan jika Helena tahu banyak tentang hal itu, sedangkan komputer itu sangat rahasia dan tak ada yang mengerti selain George
“Jadi, apa itu perbuatan Anda?” pertanyaan menohok dari Freya sempat membuat Helena mematung karena pertanyaan tak terduga itu.
“Ti-tidak mungkin, bagaimana bisa kamu menuduh orang lain yang jelas-jelas baru saja datang?” elak Helena.
George terlihat masih hanya diam, ia tidak berkata apapun sejak tadi. Seolah ia sudah bisa menebak ini semua, jebakan ini terlalu konyol menurutnya. Tapi yang membuatnya lebih tak percaya, kenapa bisa Freya masuk jebakan itu.
“Seharusnya kamu mulai untuk introspeksi diri dari keteledoran kamu saat ini!” perkataan tegas serta acuh dari George, ia ingin menasehati Freya, tapi nadanya terdengar menyalahkan Freya.
__ADS_1
Freya berfikir jika George seolah masih tak percaya dan menuduhnya. Ia merasa tidak terima dengan tuduhan itu. Menatap ke arah George dalam,“Saya tidak melakukan itu! apa Anda masih tidak percaya pada saya?”