
Malam harinya.
Seperti yang di rencanakan, jika akan di adakan makam malam yang akan dihadiri oleh sepuluh pemilik perusahaan terbesar. Bisa dikatakan juga, mereka ialah sepuluh orang terkaya di dunia.
Perjamuan yang terjadi tidak lagi memikirkan mengenai harga makanan mereka saat ini.
Jelas, meski porsi makan sangatlah kecil, tapi harga makanan itu benar-benar amat fantastis. Dekorasi yang awalnya memang sudah terlihat elegan dengan banyaknya lampu kristal yang terbuat dari permata asli, menjadikan mereka bagaikan orang kaya yang tak akan pernah kekurangan harta.
“Tuan Clooney, saya harap kami yang tidak bisa ikut ke dalam kerja sama yang dilakukan oleh kelima pengusaha hebat ini, suatu saat akan ada kesempatan untuk ikut,” ucap seorang laki-laki paruh baya yang masih terlihat kekar.
Dia tidak ikut dalam kerjasama yang akan dilakukan oleh kelima orang terkaya di dunia, karena belum bisa memenuhi persyaratan yang diinginkan oleh George.
“Semoga tahun depan perusahan Anda akan mengalami peningkatan lagi,” kata Erwin.
Erwin adalah ayah dari Helena, ia yang tahu jika kini hubungan anaknya dan tunangannya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Erwin tidak bisa bergerak ataupun melakukan sesuatu, ia telah membiarkan anaknya untuk mengurus masalah itu secara pribadi.
Erwin tahu jika George bukan orang biasa, segala trik dan tak-tik tidak akan pernah mempan lagi pada laki-laki itu. Jadi, ia hanya membiarkan anaknya mengurus masalah itu secara pribadi. Lagipula Erwin yakin, jika anaknya adalah cinta sejatinya George.
“Saya juga berharap begitu tuan Erwin, sayang sekali, saat ini kalian akan melakukan kerja sama yang sangat-sangat menguntungkan. Dan saya rasa, perusahaan kami ini pasti akan tertinggal jauh jika dibandingkan dengan kelima perusahaan hebat.”
Freya yang diam, ia hanya memakan dan menatap ke arah makanannya saja. Freya tahu jika kini ia sedang di perhatikan oleh seseorang dengan tajam.
Dan orang itu tak lain adalah Helena.
Wanita bernama Helena itu tak henti-hentinya menatap dirinya dengan tajam dan menusuk.
“Makanlah,” sepotong daging yang terasa empuk dan lezat di taruh di piring Freya begitu saja.
Freya menoleh, ia melihat jika orang yang tadi telah memberikan makanan untuknya adalah George.
“Terima kasih-” Freya sedikit kaku saat mengatakan itu. Di saat ia melihat jika George seolah sedang menantikan perkataan selanjutnya dirinya, Freya mulai sedikit berfikir. Apa yang harus ia katakan lagi?
Beberapa saat berfikir dengan tatapan George yang menunggu. Akhirnya Freya pun sadar akan satu hal. Tapi, haruskah ia juga melakukan itu?
Memotong daging dengan menu berbeda dari milik George tadi. Freya lantas memberikan dagingnya itu langsung pada piring George. “Makanlah, kamu juga harus makan dengan cukup,” ujar Freya yang disertai senyuman.
__ADS_1
“Oh ya,” tanpa di duga sama sekali, Freya langsung bersikap seolah sedang membersihkan noda yang ada di bibir George, dan itu Freya lakukan tepat di depan Helena langsung.
“Aku pasti akan selalu mengingatkan kamu untuk makan karena kamu sangat sibuk,” kata Freya lagi.
Freya sebenarnya malu saat melakukan itu, tapi ia tak punya pilihan lain. Jika Helena saja yang ia anggap polos telah menganggapnya saingan. Jadi, untuk apa dirinya masih berbaik hati?
“Jika seseorang telah membenciku, kenapa tidak aku buat saja dia semakin membenciku?” batin Freya pada dirinya sendiri.
Jika saja Helena tidak berusaha menyinggungnya, mungkin Freya tidak akan seberani ini. Ia tidak akan mungkin untuk balas menyinggung wanita bernama Helena itu. Sayangnya, wanita itu telah mengancam dan juga berusaha untuk mengambil informasi penting pada ponsel miliknya.
Beruntungnya, Freya meminta bantuan Frans agar membalas anak buah Helena. Dan alasan Freya tidak melakukan itu langsung karena ia tidak ingin jika nanti Helena tahu akan kemampuannya itu.
George yang sempat terkejut itu hanya diam. Meskipun terkejut, ia pandai sekali mengontrol ekspresinya, hingga orang-orang tak tahu jika ia sedang terkejut.
“Ekhm.”
“Saya tidak menyangka jika kekasih baru Anda sangat terbuka,” ungkap Erwin berkomentar.
Erwin melihat jika anaknya Helena kini sedang menahan amarah dan rasa kesalnya itu. Seolah anaknya kini ingin mengungkapkan kekesalannya itu, tapi tetap berusaha untuk ditahan.
George selalu datar dan acuh dimana pun ia berada. Ia seakan selalu mengeluarkan kesan otoriter dan tidak tersentuh yang khas.
Apa salahnya dengan sikap Freya yang seolah ingin menunjukkan perhatiannya itu? jika dibandingkan dengan seseorang yang bersikap malu-malu tapi licik, George lebih memilih sikap Freya ini.
“Jika memang kamu sesuka itu pada seorang wanita yang terbuka. Apa kamu tidak takut jika sebenarnya wanita itu telah berpengalaman dan sering berganti pasangan layaknya pakaian?”
Komentar Helena yang seakan mengatakan jika Freya tidak bersih dan sudah sering tidur dengan banyak pria, hanya karena dia kini menunjukkan perhatiannya itu secara terbuka.
Bagi mereka yang merupakan orang-orang elit, menurut mereka, perhatian tidak bisa ditunjukkan seenaknya jika tidak ada hubungan yang jelas. Itu bisa saja membuat mereka berfikir jika Freya sedang berusaha menggoda George
“Tidak! saya kekasihnya. Saya lebih tahu mengenai dirinya dibandingkan siapapun itu,” tegas George seolah membela Freya.
“Wanita sok tahu,” komentar Freya yang langsung saja mendapat tatapan tak suka dari Helena.
“Sayang,” panggil Freya.
__ADS_1
George menoleh dengan tatapan heran.
“Aku akan ke toilet sebentar,” izin Freya yang langsung saja diangguki oleh George.
...----------------...
Selesai mencuci wajahnya di wastafel, Freya langsung merapikan pakaiannya itu. Jika ia tidak berusaha untuk lebih memperhatikan penampilan. Ia pasti akan terus mendengar ocehan dari kepala pelayan.
“Wanita tua yang sangat menyebalkan,” komentar Freya, ia rasanya ingin segera membunuh wanita menyebalkan yang tak lain adalah kepala pelayan, sayangnya ia tidak bisa untuk melakukan itu.
Meskipun wanita yang menjadi kepala pelayan itu sangatlah menyebalkan, Freya tahu jika wanita itu sedang menjalankan tugasnya saja.
“Sangat menyenangkan bukan bersama dengan kekasih orang lain?” tanya seseorang yang tak asing lagi.
Freya menoleh, dan ternyata orang itu adalah Helena yang kini sedang bersidekap dada dan menatap Freya dengan tatapan permusuhannya.
“Ya, tentu saja sangat menyenangkan, jadi apalagi?”
“Tinggalkan George atau kamu akan tahu akibatnya.”
Wajah Helena yang terlihat serius seolah ia sedang tak main-main, seakan mengatakan jika ia sedang mengancam Freya dengan sikap otoriter miliknya.
“Jika saya tidak mau, jadi apa yang Anda inginkan?”
“George bukanlah orang yang sederhana seperti yang kamu lihat. Dia laki-laki misterius yang sangat sulit di tebak. Jika kamu menyinggungnya sekali saja, ia akan membuat kamu merasa menyesal!”
“Jadi, apa yang Anda perbuat hingga menyesal?” pertanyaan menohok Freya hanya dijawab dengan kebungkaman saja.
“Setidaknya aku sudah memperingatkan kamu, jika nanti kamu menyesal kamu yang akan merasakan itu semua!”
Melihat kepergian Helena, Freya hanya diam untuk sejenak. Setelahnya Freya langsung berjalan ke luar menuju ruang makan.
Tapi, sebelum Freya sampai di ruang makan, Donald yang melihatnya telah keluar dari toilet langsung menghampirinya.
“Nona, kita akan segera pulang. Tuan merasa jika Anda akan tidak nyaman terus berada di sana,” sopan Donald yang langsung diangguki oleh Freya.
__ADS_1