
Camilla datang ke mansion dengan wajahnya yang terlihat tidak bisa dideskripsikan lagi. Wajahnya itu memperlihatkan kemarahan yang sangat jelas, tapi ada kesedihan dan kekesalan yang terlihat diwajah miliknya.
“Bu, apa yang terjadi?” tanya Greta terlihat terkejut dengan penampilan ibunya, yang baginya terlihat seperti gelandangan.
Jika itu bukan ibu kandungnya, mungkin Greta akan memandang jijik wanita yang terus saja mengeluarkan air mata itu. Ia lalu menghampiri wanita yang terus menangis dengan amarah yang tertahan.
“Ini semua gara-gara wanita sialan itu! wanita itu dengan tak tahu diri membuat wajah ibu menjadi jelek seperti ini!”
Sebenarnya Freya hanya membuatnya jelek pada bagian rambutnya saja, tapi sayangnya Camilla yang berniat mendorong Freya agar terjatuh.
Tapi justru Camilla yang pada akhirnya terjatuh, hingga wajahnya itu langsung mencium lantai dengan keras.
“Siapa kamu?!” kata Antonio yang bahkan seolah tak mengenali istrinya sendiri. Antonio memang sangat tidak menyukai jika ada orang asing masuk rumahnya, jadi ia tidak segan-segan berbuat kasar pada orang itu.
“Ayah, dia ibu,” ujar Greta.
Mana mungkin ayah yang kata ibunya itu sangat mencintai ibunya. Justru ia tak mengenali istrinya hanya karena ibunya terlihat berbeda.
“Kenapa bisa menjadi seperti ini?” tanya Antonio.
“Entahlah, ibu belum menceritakan ini padaku. Tapi yah, kita harus merawatnya segera,” kata Greta yang langsung dijawab anggukan oleh ayahnya.
“Pergilah! tenangkan ibu kamu yang cengeng ini! suruh dia diam dan jangan terus menangis! itu membuat raut wajahnya menjadi menjijikan!”
Mendengar perkataan ayahnya, Greta awalnya ingin marah. Tapi melihat ibunya yang seolah menahan dirinya agar tidak melakukan itu. Alhasil Greta pun memilih merawat ibunya.
......................
“Apa yang telah terjadi Bu? kenapa wajah Ibu menjadi terlihat seperti ini?” tanya Greta mulai merawat luka di wajah ibunya.
“Ini semua gara-gara Freya sialan! wanita itu ternyata masih hidup!” marah Camilla dengan penuh emosi dan kebencian.
“Freya masih hidup? jangan becanda Bu, wanita itu sudah lama mati! jangan-jangan ibu hanya sedang berhalusinasi saja saat ini,” kata Greta yang tidak percaya dengan perkataan ibunya.
“Ibu tidak bohong Greta! ibu melihat dengan mata ibu sendiri jika wanita itu memang masih hidup! dia belum mati! dia masih hidup!” tegas Camilla yang kini terlihat histeris kembali.
__ADS_1
“Ya ampun Bu..., pelankan suaramu. Itu sungguh sangat mengganggu, suara ibu itu benar-benar melengking keras.”
“Bagaimana ibu tidak marah! wanita monster itu masih hidup! bagaimana nasib kita selanjutnya? kamu tahukan jika ibu sangat khawatir kamu akan kenapa-napa,” kata Camilla yang memang sangat mempedulikan kebahagiaan anaknya.
“Tenang saja Bu, aku bahagia hidup dengan kedua lelaki hebat,” kata Greta yakin. Ia tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan kebahagiaannya, termasuk Freya.
“Sayang, tapi kamu percaya 'kan apa yang ibu katakan? ibu benar-benar tidak berbohong pada kamu!” Camilla berusaha meyakinkan anaknya.
Greta yang sebenarnya merasa tidak percaya, tapi ia tidak mungkin jujur pada ibunya, itu hanya akan membuat ibunya histeris.
“Tapi Bu, jangan pernah katakan hal ini pada Ayah, ia nanti akan marah. Ibu tahu bukan jika semenjak kepergian Kak Freya ayah sering marah-marah.”
Mendengar itu, Camilla mengangguk.
Mereka berdua tidak sadar, jika ada seseorang yang sedang mendengar obrolan mereka. Orang itu tak lain adalah Rocky, adik lelaki Greta.
Rocky yang sangat merindukan kakaknya itu, ia merasa senang sekaligus tak yakin dengan apa yang ia dengar saat ini.
“Apa benar Kakak masih hidup?” tanya Rocky pada dirinya sendiri. Ia tidak yakin akan kenyataan itu.
“Bukankah kita akan syuting malam? kenapa bisa berubah jadi sore?” tanya Rocky tak yakin. Tapi ia tetap terus berjalan mengikuti asistennya itu.
Saat Rocky berpapasan dengan ayahnya, Antonio menatapnya dengan tatapan sinis tanpa adanya pembicaraan. Saat asisten pribadinya menyapa, ayahnya bahkan tidak merespon sama sekali.
“Sudahlah, tidak usah menyapa laki-laki tua itu, dia tidak akan pernah membalas sapaan kita,” ungkap Rocky saat mereka berada di dalam mobil.
“Hei jangan begitu, dia itu 'kan Ayah kamu. Lagipula laki-laki yang kamu bilang tua itu sangat dihormati di negara ini.”
“Jadi, apa kita hanya akan syuting satu film aja?”
“Iya, nanti jadwal pemotretan akan dilakukan besok.”
Rocky sudah menjadi seorang aktor dan juga model sejak 2 tahun yang lalu. Namanya juga sudah terkenal karena kemahirannya dalam berkating.
Wajahnya yang sangat tampan juga menjadi nilai plus untuknya. Meskipun begitu, keinginan Rocky ini sangat ditentang keras oleh keluarganya.
__ADS_1
Terutama ayahnya.
Rocky sempat di usir karena ia memilih untuk menjadi seorang aktor dibandingkan mewarisi perusahaan.
Tapi, sesuai perjanjian, Antonio tidak akan bisa memaksakan apa yang ia inginkan pada anaknya .
“Jika kamu mendengar orang yang kamu rindukan yang telah lama meninggal tapi ternyata ia masih hidup, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Rocky pada asistennya itu.
“Mungkin kamu sedang menghalu atau sedang rindu padanya. Jika kamu ingin mengunjungi makam kakak kamu, akan aku antar setelah menyelesaikan jadwal syuting kita.”
Asisten itu tahu jika Rocky sangat menyayangi Freya, bahkan ia sering menemani Rocky saat mengunjungi makam itu.
“Tapi, aku merasa sangat yakin jika Kak Freya masih hidup. Dia tidak mungkin akan mati semudah itu!” yakinnya.
“Sudahlah, relakan. Memang sulit, tapi kita tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ini sudah menjadi takdir dari Kak Freya, kamu hanya bisa merelakan itu.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh teman baik sekaligus asistennya itu. Ia langsung menoleh dan hanya diam untuk sejenak.
“Iya, kamu memang benar. Tapi aku akan berusaha untuk mencari Kakakku, aku yakin dia sebenarnya masih hidup.”
Asisten yang mendengar ucapan Rocky, hanya terdiam dan menggeleng. Ia tahu jika Rocky itu terkenal akan sifat yang keras kepala. Jadi, tidak akan yang bisa ia lakukan selain berhenti untuk berdebat.
......................
“Hei, itu Rocky. Ayo minta tandatangannya” ucap seorang penggemar Rocky.
Tak lama Rocky mulai dikerumuni oleh banyaknya para penggemarnya. Ia yang kini terlihat ramah dan sopan itu hanya tersenyum dan mengangguk saat penggemar itu memintanya berpose.
“Kak, Kakak bilang aku harus bisa menentukan apa yang aku mau dan aku inginkan. Maka jawabannya aku menginginkan menjadi seorang aktor dan juga model untuk majalah,” pikir Rocky seolah ia sedang berbicara dengan freya.
“Aku ingin membuktikan jika aku bisa hidup tanpa menggunakan nama Garlfried dibelakang namaku,” batin lagi Rocky yang sedang menatap tersenyum ke para penggemarnya yang antusias.
“Seperti yang pernah Kakak katakan padaku, aku tidak perlu memaksa menjadi orang lain. Kini, aku hanya akan mendengarkan apa yang ingin aku dengar dari orang yang benar-benar menyukaiku dan menerima akan kehadiranku,” yakin Rocky dalam hatinya.
Tanpa ia sadari, dari arah tempat yang cukup jauh. Ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari dalam mobil.
__ADS_1
“Anak hebat.”