Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Scandal yang makin parah


__ADS_3

Tidak ada yang berjalan baik selama tiga bulan ini. Greta dan juga yang lainnya seolah terus mengalami kesialan yang bertubi-tubi.


Greta berusaha membujuk Yoshua agar ia mau untuk bersandiwara untuk sementara waktu. Tapi sayangnya laki-laki itu malah seringkali pergi meninggalkannya dengan scandal yang semakin parah.


“Aku mohon ..., bekerja samalah denganku, aku akan berusaha membantu perusahaan Farh untuk bisa bangkit, asalkan kamu mau menjadi orang pertama yang menentang scandal itu.”


“Kamu gila! aku saja baru tahu jika selama ini kamu memiliki hubungan seperti itu dengan Tuan yang tak jelas itu! siapa laki-laki itu? dari mana asalnya? aku rasanya ingin membunuhnya saat ini juga! kamu pikir aku tidak memiliki harga diri hah?! gila kamu!! ”


Kekesalan Yoshua seakan berada di ujung tanduk. Ia sangat tidak terima dengan perselingkuhan Greta. Ia memang tidak mencintai wanita itu, tapi apa yang dilakukan Greta seakan membuatnya malu.


“Apa aku tidak memuaskan bagi kamu hah?!” tanya Yoshua dengan amarah yang tertahan. Ia marah dan tidak terima dengan kenyataan yang seolah sedang menamparnya ini.


“Puas? puas yang bagaimana yang kamu maksud? kamu pikir kesibukan kamu di perusahaan selama ini tidak membuat aku merasa kesepian?! kamu harusnya sadar dengan jelas lekat kesalahan kamu!!” marah Greta.


Greta tidak sadar jika itu hanya alasanya saja yang sudah lama berhubungan dengan Samoni. Kesepian yang ia rasakan mungkin hanya alasanya saja. Ia bahkan sudah berselingkuh sebelum ia menikahi Yoshua.


“Sejak awal aku memang tidak pernah mencintai kamu Greta. Tidak pernah sekalipun! ini kesalahan kamu yang tanpa henti menjebak diriku! kamu kira aku tidak tahu jika selama ini kamu sudah sering menjebakku?” tanya Yoshua sinis.


Kesepakatan yang awalnya Greta pikir bisa berjalan dengan lancar. Tapi pada akhirnya itu hanya ada di dalam pemikirannya saja. Karena pada akhirnya kesepakatan itu tidak pernah tercapai.


“Sialan!” maki Greta tak terima.


Greta bisa melihat jika pandangan dari setiap orang yang melihatnya akan berubah sinis dan merendahkan. Ia yang tidak pernah menerima pandangan itu menjadi tak dan marah.


Bahkan di akun media sosial yang sering sekali ia gunakan. Kini dibanjiri dengan banyak umpatan dan makian. Banyak para penggemar atau pendukung Yoshua yang juga menyerangnya.


“Dasar orang-orang ini! kalian pikir kalian itu siapa? kalian tidak punya hak apapun untuk menghinaku! sialan! ini semua pasti gara-gara Freya!”

__ADS_1


Greta juga tidak menyangka jika apa yang di rekam oleh Freya akan terdengar juga. Dan di detik itu juga, Yoshua tidak menerima kedua anaknya lagi.


Yoshua yang biasanya akan perhatian malah sering tidak pulang. Walaupun sibuk, biasanya Yoshua akan selalu menyempatkan pulang untuk melihat kedua anaknya.


Tapi sudah satu Minggu laki-laki itu tidak pulang sama sekali. Seolah ia tidak peduli lagi dengan kedua anak yang ternyata bukanlah darah kandungnya.


“Dasar! kalau sudah kayak gini aku harus meminta tolong pada siapa agar ada yang mau bantu aku?”


Greta menggigit bibirnya, ia lalu langsung terpikir Samoni. Hanya laki-laki itu yang bisa membantu dirinya saat ini.


...****************...


Sementara itu.


Freya tidak menyangka jika seorang George yang terkenal akan kesibukannya itu akan mengunjungi dirinya di tengah malam.


“Apakah waktu Anda sangat senggang? kenapa di tengah malam bisa datang ke sini?” Freya hanya melihat ke arah George dengan tatapan lurus.


“Kakek Anda, tuan Garlfried. Ia sempat mendapat perawatan secara intensif selama beberapa hari sebelum meninggal dunia. Rumah sakit Kakek Anda di rawat juga telah di tutup sejak Tuan Garlfried meninggal.”


Seperti biasa, Donald akan selalu buka suara jika itu memang diperlukan. Donald sengaja berhenti sejenak, ia melihat jika respon Freya sedikit tak menyangka.


“Kakek sempat di rawat?” tanya Freya seolah berfikir.


“Iya, Tuan besar Garlfried sempat di rawat saat itu. Oleh sebab itu, orang-orang hanya tahu jika Tuan Garlfried sakit. Padahal nyatanya ia di bunuh.”


Kini Freya mengepalkan tangannya sangat erat. Bagaimana ia baru tahu sekarang? apa karena ia terlalu sibuk sekolah hingga tidak tahu jika kakeknya mengalami kejadian buruk seperti itu?

__ADS_1


Berapa banyak orang yang menjadi penyebab kakeknya terbunuh? masih ada berapa banyak misteri yang harus ia cari?


“Sayangnya, sebelum rumah sakit akan di tutup. Terjadi kebakaran besar yang menghanguskan banyak bukti penting yang ada di sana. Karena itu, akan sulit mencari bukti kuat agar bisa menjebloskan dalang itu ke penjara.”


“Apa Ayah juga termasuk dalangnya?” tanya Freya yang hanya dijawab kebungkaman saja. Tapi keterbungkaman itu seakan jawaban yang pasti untuk dirinya.


“Siapapun itu yang terlibat, sekecil apapun kesalahan mereka. Nyawa tetap harus dibayar dengan nyawa,” kata Freya menatap lurus.


Setelahnya, tidak ada pembicaraan yang serius lagi. Akhirnya malam harinya George pergi dari rumah Freya setelah memberikan bukti itu.


“Tuan, kenapa Anda memberikan bukti itu? bukankah dengan bukti itu Anda akan terlihat bersalah? kita tak bisa menemukan sepenuhnya bukti itu, hingga orang yang akan disalahkan mungkin adalah Anda,” kata Donald yang untuk pertama kalinya tidak mengerti jalan pikir tuannya.


“Akan aku cari bukti sisanya.”


Meskipun ini adalah hal yang mustahil, tapi dengan yakin George akan tetap mencari sisa buktinya itu. Ia memang bisa merahasiakan bukti itu agar dirinya tak terkena masalah.


Tapi, Freya akan mengetahui ini cepat atau lambat, dan George tidak ingin kesalahpahaman diantar dirinya dan Freya akan menjadi parah.


...----------------...


Sementara itu.


Freya terlihat mulai melihat bukti yang baru saja ia dapatkan dari George. Di sana terlihat ada hasil rekap kesehatan kakeknya.


Kakeknya sempat dioperasi 3 kali. Pertama kakeknya dioperasi karena luka tusukan di pinggangnya. Lalu beberapa hari kemudian, kakeknya dioperasi karena luka tembakan yang berada hampir di dekat jantung kakeknya.


“Ya ampun ..., saya tak pernah menduga jika Tuan Garlfried akan mengalami percobaan pembunuhan sebanyak ini? dia sampai di operasi tiga kali. Tapi tunggu, ada yang sedikit aneh, itu operasi yang ketiga karena tindakan yamg darurat? bukankah itu adalah operasi yang dilakukan karena ada hal yang darurat dan gawat?” Fina yang ikut melihat bukti itu mulai berkomentar.

__ADS_1


“Tindakan darurat? menurut kamu apa yang telah terjadi hingga harus melakukan operasi tindakan darurat itu? bukankah itu biasanya karena keadaan pasien menurun? apa yang sebenarnya terjadi hingga keadaan Kakek menurun? ”


Freya sedikit menyesal. Seandainya saat itu ia menolak keputusan kakeknya yang memutuskan menyekolahkan dirinya di luar negeri. Setidaknya Freya ingin berada di samping kakeknya di detik-detik terakhirnya.


__ADS_2