Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Akan selalu dipantau


__ADS_3

Freya merasa sangat senang karena dia bisa kembali ke rumahnya. Meskipun Freya mungkin tidak akan bisa sebebas dulu, karena kini segala gerak-geriknya seolah dipantau oleh laki-laki bernama George.


Terbukti George yang ternyata mengirim beberapa anak buah yang diam-diam akan memantau Freya. Mengingat itu, Freya hanya diam.


Freya akan memikirkan cara agar bisa terbebas dari pantauan siapapun itu, ia sangat mencintai akan namanya kebebasan.


Flashback


“Nona, saya tidak menyangka jika Anda akan pergi secepat ini. Padahal saya sangat senang saat untuk pertama kalinya ada seseorang datang ke kastil.”


Tatapan sendu dari Rea mulai terlihat, seolah ia benar-benar merasa kehilangan jika Freya tidak ada. Padahal Freya baru beberapa hari tinggal di sana, tapi seolah sudah akrab dan merasa dekat, Rea tidak menyembunyikan rasa sedih yang ia rasakan saat ini.


“Kalau begitu, kamu bisa pergi dari kastil ini dan hidup di luaran sana bersama denganku,” ungkap Freya yang sengaja menghasut Rea untuk pergi dari sini.


Tidak merasa terkekang 'kah pelayan kecil yang ada dihadapannya ini? selama sembilan tahun lebih ia tinggal di sini. Entahlah, Freya juga tidak mengetahui dengan pasti selama berapa tahun Rea tinggal di sini. Tapi yang pasti, Freya yang baru tinggal selama beberapa minggu saja sudah merasa sangat terbebani.


Beruntungnya, selama minggu-minggu itu berlalu, ada sosok Rea yang selalu menemani Freya.


Freya tahu jika ia tidak akan bisa untuk terbebas seutuhnya dari laki-laki bernama George itu, tapi ia akan mencari segala cara agar bisa terbebas dari jeratan laki-laki itu.


Freya tidak suka dikekang, ia sangat mencintai yang namanya kebebasan. Baginya, hidupnya adalah miliknya, tidak ada yang bisa mengaturnya, kecuali itu ayahnya sendiri.


“Nona, apa maksud perkataan Anda. Saya sudah pernah mengatakan bukan? saya tidak akan pernah pergi dari kastil yang bagaikan rumah saya sendiri.”


Tatapan yang dan tegas Rea terlihat, seolah-olah ia memang tidak akan pernah mau pergi dari tempat itu.


“Baiklah, terserah kamu. Tapi ingat! jika kamu perlu sesuatu, kamu bisa langsung saja menghubungiku, aku dengan senang hati akan membantu gadis manis ini,” ungkap Freya yang mengusap bahu Rea pelan.


Freya tidak tahu alasannya kenapa ia bisa dengan sangat mudah menyayangi dan peduli dengan orang asing. Harusnya dia tidak usah peduli pada siapapun itu, karena seperti yang kakeknya katakan dulu, nyawa dirinya lebih berharga dari apapun.

__ADS_1


“Nona,” panggil Rea lagi.


Freya lalu menatap Rea yang terlihat sedikit sendu dan merasa kehilangan. “Tidak bisa 'kah Anda tetap berada di sini tanpa harus meninggalkan saya?” tanya Rea yang terlihat penuh harap.


“Tidak bisa!” tegas Freya langsung. “Aku tidak mungkin tinggal selama itu seperti kamu,” batin Freya yang kata-kata itu hanya ia lanjutkan dalam hati.


“Padahal hanya Anda teman saya satu-satunya di kastil, dan sekarang Anda sudah akan pergi meninggalkan saya di sini,” seolah menganggap Freya orang yang sangat berarti untuknya, Rea masih terlihat berharap jika Freya akan terus dan tetap tinggal di sini.


“Maaf,” satu kata dan sebuah usapan di rambut Rea adalah bukti ketulusan Freya.


Tidak ada orang yang memperlakukan Freya sebaik Rea memperlakukan dirinya, kecuali kakeknya yang telah meninggal dan beberapa orang yang pernah berjuang dengannya dalam misi.


Dan Freya merasa ini pertama kalinya diperlakukan layaknya manusia. Itu sangat menyenangkan, hanya saja Freya tak rela mengganti kebebasannya itu dan tinggal di sini.


...----------------...


Di saat Rea sedang ke dapur untuk membuat susu hangat sesuai dengan pemahaman Freya. Freya yang sedang duduk melihat jika Donald sedang berbicara dengan laki-laki misterius yang tidak pernah ia lihat.


Ruangan dengan alat-alat canggih yang berbeda dari milik George. Freya yakin jika ruangan itu adalah milik Donald pribadi, terbukti dari segi keluasannya dan juga ruangan itu tidak bisa dibandingkan dengan milik George.


“Lakukan apa yang harus kamu lakukan, dan jangan biarkan kamu lengah dan membuatnya lolos,” nada yang terdengar perintah itu mulai keluar dari mulut Donald.


Saat Freya penasaran dan ingin bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dengan lebih jelas. Donald yang langsung sadar akan kehadiran seseorang, ia dengan segera memencet sebuah tombol yang tidak Freya tahu apa itu.


Lalu seketika itu, ruangan itu menjadi transparan dan Freya tidak bisa mendengar apapun yang ada di dalam ruangan itu.


“Sialan! apa kehadiranku di sadari?” padahal jelas sekali jika Frey berjalan dengan sangat hati-hati hingga tidak bisa disadari oleh siapapun itu.


Hanya saja, ia merasa jika insting Donald sangat kuat hingga ia peka jika ada seseorang yang sedang mendengarkan apa yang ia bicarakan bersama dengan laki-laki misterius tadi.

__ADS_1


“Nona, dari mana saja Anda, saya sudah mencari Anda dari tadi. Saya sangat khawatir dengan Anda,” kata Rea yang di jawab dengan senyum canggung dari Freya.


“Ayo kembali ke kamar, aku merasa lelah,” ungkap Freya yang diangguki oleh Rea.


Flashback end


Tidak peduli seberapa hebatnya laki-laki itu, Freya akan dengan sekuat tenaga berusaha untuk bebas dari jeratan laki-laki itu.


“Nona, kita sudah sampai,” ungkap salah satu bawahan berpakaian hitam dengan kaca mata hitamnya yang khas.


Freya yang dari tadi sangat fokus melamun, ia baru sadar jika kini ia sudah berada di negaranya.


Banyaknya laki-laki berpakaian hitam yang ada di jet pribadi ini, membuat Freya semakin waspada akan hal itu semua.


“Kalau begitu saya akan langsung turun,” jawab Freya yang tetap diikuti oleh laki-laki berbaju hitam itu.


Badan mereka yang kekar, seakan bisa membuat Freya yang berada di dekat mereka terlihat seperti majikan dan bodyguardnya.


“Kenapa kamu mengikuti saya?” tanya Freya pada seorang pria misterius yang terus mengikuti Freya dan selalu berada tepat disampingnya.


“Itu sudah menjadi perintah tuan,” kata bawahan itu dengan wajah seriusnya yang merupakan ciri khas dari para bawahan itu.


“Saya bisa sendiri, kalian tidak perlu mengikuti saya,” kata Freya tegas. Ia tak suka jika nanti ke mana-mana ia akan menjadi pusat perhatian dari orang-orang.


“Nona, saya tidak bisa menuruti Anda. Mohon kerja samanya,” bawahan itu dengan tegas mengatakan itu, seakan ingin menjelaskan dengan hormat jika Freya tidak memiliki pilihan lain di sini.


“Kalau begitu, kamu bisa mengikutiku, tapi tidak usah disampingku langsung,” kata Freya yang secara tak langsung menegaskan agar laki-laki yang menjadi bodyguardnya itu, menjaga dirinya dari arah jauh.


“Baiklah,” karena dirasa itu demi kenyamanan dari wanita yang akan di jaganya. Bodyguard itu akhirnya setuju dengan hal itu.

__ADS_1


“Aku yakin jika bukan hanya satu ini saja yang akan mengikuti aku, karena aku tahu jika mungkin ada puluhan bodyguard yang diam-diam memantau dari arah jauh,” batin Freya yang merasa jika ia tidak ada bedanya dengan seorang tawanan.


Entah apa maksud dari lelaki itu, apa ia memang tidak percaya dengan janji Freya itu? walaupun sebenarnya Freya juga tidak berniat untuk patuh dan mengikuti janji itu. Tapi melihat ini semua, sepertinya Freya memang tidak memiliki pilihan apapun di sini.


__ADS_2