
George yang kini menjadi perhatian hanya menatap ke arah lain dengan disertai tatapan acuh miliknya. Orang yang menjadi perhatian George adalah Freya, wanita itu terlihat kembali ke tempat ayahnya.
Donald yang sadar atas keinginan tuannya itu, ia lantas langsung memberikan jalan pada tuannya. Tuan Nelsso yang tak lain adalah laki-laki tambun saat itu, ia yang mulai paham langsung menyuruh beberapa orang untuk menyingkir dan membiarkan George lewat.
Freya, wanita itu terlihat tidak menyadari kehadiran George. Ia sedang bingung saat ayahnya seolah terlihat memperkenalkan dirinya kepada seorang laki-laki bernama Sam.
“Bisakah aku mencongkel matanya itu? terlalu menjijikkan melihat tatapannya itu,” batin Freya.
Freya tidak tahu jika tatapan Sam yang di tunjukkan padanya itu adalah tatapan tertarik dan juga penuh dengan tipu muslihat. Laki-laki itu adalah musuh terkuat George selama ini.
Kegilaan dari laki-laki itu tidak lain adalah agar ia bisa mengambil apapun milik George. Apapun itu! jika itu adalah sesuatu berharga bagi George, ia akan berusaha untuk mengambilnya dari tangan George.
“Kamu di sini rupanya,” sebuah suara dengan di sertai nada datar yang terkesan seksi itu langsung menjadi hal yag Freya perhatikan.
Tanpa pernah Freya duga, George langsung memeluk pinggangnya dengan erat. Ia seolah mengumumkan hubungan mereka berdua.
“Tuan?” nada heran Freya yang tidak terdengar karena saking tak menyangkanya ia bisa melihat George hadir.
Tidak peduli sepenting apapun mereka yang pernah mengundang George, George tidak pernah hadir.
Bahkan, di saat Erwin, ia yang tak lain adalah ayah dari Helena, saat itu ia mengundang George untuk menghadiri acara pernikahan anak pertamanya, tapi laki-laki itu justru tidak hadir.
“Freya? kamu mengenal tuan George ...?” entah sebuah keberuntungan atau malah malapetaka, Antonio terkejut dengan kedatangannya George Clooney.
Mungkin Antonio tidak akan pernah tahu tentang sosok pemimpin di perusahaan Clooney jika tanpa kliennya sendiri yang memberi informasi akan hal itu. Dan klien dari Antonio adalah Riko Clooney, saudara tiri George.
“Te-tentu, aku cukup dekat dengannya.”
Freya merasa bingung, haruskah dirinya menjawab jujur tentang kedekatan dirinya dengan George? Freya khawatir jika George tak berkenan atau akan merasa tak suka dengan pengakuan yang ia buat ini. Tapi, saat ia melihat ekspresi biasa saja dari wajah George, seolah meyakinkan jika George tak masalah akan hal itu.
“A-apa kalian berhubungan baik?” saking merasa tak percayanya, Antonio bahkan gugup.
__ADS_1
“Jika tidak berhubungan baik, untuk apa tuan George langsung menghampiriku seperti ini?” perkataan dari Freya membuat Antonio bungkam.
Seolah sadar jika George sedang memberi kode agar ia mengikuti langkah kaki laki-laki itu. Freya yang paham langsung pamit dan pergi.
“Tuan George yang akan mengantar nona Freya pulang secara langsung,” penjelasan dari Donald membuat Antonio bungkam dan tak berkata-kata.
Masih tidak percaya rasanya jika anaknya kini justru bisa berhubungan baik dengan orang yang hampir di bunuhnya.
“Ayah,” panggil Greta dengan di sertai tatapan dan nada tak percayannya itu. Bahkan, Yoshua yang menjadi tunangannya Freya juga tak percaya.
Yoshua tak percaya dengan apa yang ia lihat ini.
“Aku akan mengikuti Freya,” Yoshua yang merasa tak rela saat tunangannya itu di bawa oleh laki-laki lain, ia hendak membawa kembali tuanangannya.
“Kak, lebih baik kita di sini saja. Kakak berani untuk menentang tuan George? apa tidak takut jika nanti keluarga Kakak akan mendapatkan masalah karena menyinggungnya?” ucapan Greta membuat langkah Yoshua terhenti. Ia seolah sedang berfikir lagi akan niatnya yang ingin menghampiri George.
“Sangat menarik. Semakin seru rasanya permainan ini, aku ingin lihat juga sejauh mana kamu berusaha untuk melindunginya?” batin Sam yang hanya diam dan tak berkata apapun saat ia melihat kepergian Freya dan George.
Sementara itu.
Freya terdiam begitu George membawanya untuk masuk ke sebuah ruangan yang telah di sediakan.
Laki-laki itu hanya diam dan tidak mengatakan sepatah katapun. Hingga Freya sedikit bertanya pada dirinya saat ini, kenapa laki-laki itu di sini? bukankah dia sangat sibuk?
“Jauhi laki-laki itu!” suara tegas seolah tak ingin untuk di bantah itu keluar begitu saja. Freya yang terdiam itu lantas menoleh begitu saja.
“Laki-laki? siapa itu? jika itu tunangan saya, saya tidak mungkin menjauhinya!” ujar Freya. Ada rasa bersalah dimana dirinya merasa tidak memiliki waktu dengan kekasihnya itu.
Brakk
Sebuah map di taruh di atas meja begitu saja, dan Freya yang melihat itu sempat terkejut. “Bukalah!” perintah dari George kembali keluar.
__ADS_1
Walau tidak yakin, Freya akhirnya membuka itu. Ia melihat jika di dalam map itu banyak sekali foto milik Greta dan Yoshua. Dan, yang menjadi perhatian Freya saat ini adalah foto Yoshua dan Greta yang akan pergi memasuki sebuah poli.
Poli kandungan ...?
Itu yang Freya lihat saat ini.
“Apa maksudnya ini?” tanya Freya dengan tatapan yang terlihat heran dan bertanya. Ia melihat poli kandungan adalah tempat yang dituju kedua orang yang ia kenali itu.
“Jelaskan!” seolah selalu menyimpan suara untuk hal yang baginya tak penting baginya. George memerintahkan Donald untuk menjelaskan itu.
“Nona Greta sedang hamil kurang lebih 3 Minggu, dan di foto itu juga terlihat jika kekasih Anda yang bernama Yoshua yang telah mengantarkannya. Itu bukan hanya sebuah hal yang pantas di lakukan oleh Kakak ipar pada adik iparnya. Apa Anda bisa menebak alasan tunangan Anda mengantar ke poli itu secara langsung?”
Mendengar itu, Freya terdiam. Ia mengingat berapa lama dirinya tak ada di rumah. Hampir dua Minggu kalau tidak salah, dan mengingat kini dirinya sudah hidup bagaikan tawanan tapi masih memiliki yang namanya kebebasan.
Waktu kehamilan Greta seolah membuat Freya berfikir. Apa kekasihnya berselingkuh tepat saat dirinya tidak ada?
“Mengagumkan!” puji Freya. Ia tak menyangka jika orang yang terlihat begitu mencintainya itu akan berkhianat padanya.
Ada sedikit rasa sakit di sudut hatinya itu, yang entah kenapa membuatnya merasa tak nyaman, seakan itu menyadarkan Freya agar ia tak terlalu mempercayai laki-laki lagi.
Walau rasa tak nyaman dan sakitnya tidak terlalu terasa. Entahlah, apa karena ia sadar jika hubungan mereka itu hanya untuk saling memanfaatkan saja.
Mendengar apa yang Freya katakan, George terlihat menatap ke arah Freya dengan tatapan mata yang terlihat dalam. Mata yang menatap Freya itu seolah bisa melahapnya, entah apa yang George pikiran hanya ia yang tahu.
“Jauhi laki-laki ini!” perintah George lagi.
Lagi-lagi Freya hanya menerima saat George seolah memberikan sebuah foto seseorang padanya. Ia yang melihat jika itu adalah tuan Samoni merasa sedikit terkejut.
“Anda mengenalnya?” tanya Freya menatap ke arah George langsung. Laki-laki itu selalu saja menatap siapapun dengan ekspresi wajahnya yang tak bisa untuk di sentuh oleh siapapun.
Seakan hati laki-laki itu terbuat dari es.
__ADS_1