Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Anaya?


__ADS_3

2 bulan kemudian.


Terlihat seorang wanita yang sangat cantik tengah menatap ke arah jendela kamarnya. Ia diam dan termenung, pandangan matanya seolah kosong.


“Kamu sudah bangun?” tanya seorang wanita paruh baya tapi masih terlihat cantik. Wanita paruh baya itu merasa senang jika wanita yang hampir koma selama satu bulan lebih akhirnya sadar.


Selama hampir dua Minggu, wanita muda itu terus saja termenung dengan pikiran kosongnya, ia juga seolah mengalami hilang ingatan dan tidak ingat akan dirinya sendiri.


Wanita muda itu sepertinya mengalami trauma cukup parah, bahkan membuatnya lupa akan jati dirinya sendiri. Ia kadang hanya diam dan tidak berkata apa-apa.


Waktunya banyak ia habiskan dengan melamun.


“Anda siapa?” tanya wanita muda itu heran.


“Aku adalah Madam Amilia, dan kamu adalah cucuku Anaya,” ujar seorang wanita paruh pada wanita yang baru bangun dari tidurnya.


Padahal ini bukan yang pertama kalinya wanita paruh baya menjelaskan akan identitasnya dari wanita yang baru bangun itu.


Tapi setiap kali wanita muda itu bangun dari tidur ia akan kembali dan lupa dengan identitasnya itu. Hingga Madam Amilia terus saja mengingatkannya.


Wanita itu bukanlah Anaya, tapi dia Freya. Ia yang terlalu tak menyangka dengan kenyataan bahwa keluarganya sendiri menginginkan kehancurannya, membuat Freya yang tidak ingin percaya akan hal itu dan mengalami lupa ingatan. Selain itu, ia juga mengalami depresi yang cukup parah.


“Kamu tidurlah, besok Madam akan antar kamu ke rumah sakit. Kita akan cek keadaan kamu lagi ya,” senyum Madam Amilia terlihat tulus.


Freya yang melihat itu tidak merasa curiga sama sekali, walau begitu hatinya seakan mengatakan jika ia harus tetap waspada. Ingatannya seolah kosong dan tidak terisi apapun, hanya sebuah bayangan buram yang menakutkan yang ia ingin hingga membuat kepalanya terasa sangat sakit.


Melihat Freya yang kembali istirahat, Madam Amilia pergi keluar. Di luar ia di sambut oleh Shan, laki-laki yang tak lain adalah asisten Antonio dulu.


“Aku merasa sedih melihat cucuku satu-satunya menjadi seperti ini. Suatu saat, Antonio dan wanita rendahan itu harus mengalami hal yang jauh lebih menyakitkan dari pada rasa sakit yang ia berikan pada cucuku.”


“Madam, maafkan saya. Saya yang terlalu lengah dan tidak bisa menjaga nona seperti yang Anda minta. Itu adalah kesalahan saya yang benar-benar tidak bisa untuk dimaafkan.”


Shan selama ini adalah bawahan setia dari madam Amilia. Shan sebenarnya telah bekerja di keluarga Garlfried sejak tuan Garlfried meninggal.

__ADS_1


Tujuan Shan bekerja di sana adalah agar dirinya itu bisa menjaga dan memantau Freya sesuai dengan apa yang majikan sesungguhnya katakan. Dan Shan diperintahkan langsung oleh Amilia untuk menjaga Freya dengan baik.


Hanya saja, Freya saat itu lebih memilih tinggal di keluarga Garlfried dibandingkan harus ikut pergi dengan Shan.


“Awalnya saya merasa senang saat nona Freya akhirnya sadar dan curiga akan keluarganya itu. Selama ini, saya tak bisa berbuat banyak karena ruang saya yang sangat terbatas.”


“Aku paham Shan, kamu benar-benar bawahan setiaku yang harus aku hargai kesetiaan ini. Jika ada sesuatu hal yang kamu inginkan katakan saja, jangan sungkan!”


“Saya hanya berusaha membalas hutang budi saya pada nona Anaya, beliaulah yang menyelamatkan saya saat saya hampir mati. Saya tidak mungkin akan membiarkan anak dari penyelamat saya mati begitu saja.”


Ada rasa sesal dalam diri Shan saat ini, ia yang terlalu fokus untuk menyembunyikan identitas dan jati dirinya agar tidak diketahui oleh Antonio sampai tidak sadar jika orang yang harus lebih ia waspadai adalah Greta.


.....


Sementara itu.


Greta baru saja melayani Samoni. Laki-laki maniak yang sangat gila. Jika saja Greta tak terjebak dalam genggaman laki-laki itu, mungkin ia akan bisa hidup dengan bebas.


Sayangnya, ia harus menjadi pelampias laki-laki itu hingga ia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri.


Mata sipit itu terlihat berbahaya saat mengecil, senyum yang Sam tunjukkan juga penuh aura mengancam yang sangat terasa jelas.


“Ma-maafkan saya. Saya hanya sedang merasa cemburu karena saya rasa Anda jauh lebih tertarik dengan Kakak saya dibandingkan dengan saya. Sungguh, saya sangat mencintai Anda.”


Dulu Greta benci pada Freya karena wanita itu bisa mendapatkan hati Yoshua. Tapi semenjak Greta berselingkuh dengan Samoni, ia menjadi sangat tergila-gila pada laki-laki itu.


Cintanya ternyata hanya sebuah obsesi dan kepuasan.


“Dasar tak berguna! aku tertarik padanya karena dia sepertinya memiliki hubungan dengan George! kamu tidak tahu seberapa berbahayanya seorang George?”


Sam mulai menyalakan putung rokoknya, ia dengan perlahan mengisapnya. Kebulan asap mulai keluar dari mulutnya itu.


“Sa-saya tidak tahu jika Anda memiliki rencana seperti itu. Maafkan atas kecemburuan saya ini,” mohon greta.

__ADS_1


Greta tidak tahu dimana keberadaan Freya, yang ia tahu adalah Freya di bawa oleh asisten ayahnya yang ternyata adalah seorang pengkhianat bagi keluarga Garlfried.


“Jadi? apa yang sudah kamu lakukan padanya?” tanya Sam kembali menatap ke arah Greta.


“Sa-saya meminta bantuan anak buah Anda untuk melecehkannya. Tapi, saya tidak menyangka jika akan ada seseorang yang menyelamatkannya di saat yang sangat tepat.” Amarah Greta keluar, ia menggigit bibirnya karena marah dengan hal itu.


Seharusnya dirinya berhasil membuat kakaknya menderita, seharusnya ia juga berhasil membuat kakaknya itu malu, dan seharusnya ia juga berhasil menghancurkan hidup orang yang sangat ia benci itu. Greta membenci Freya jauh melebihi hidupnya sendiri.


“Jangan menggigit bibir kamu seperti itu! itu akan terlukan dan tidak enak lagi saat aku gunakan.”


Mendengar itu, Greta tidak lagi menggigit bibirnya itu, ia justru menatap ke arah Sam. Greta merasa beruntung walau ia hanya menjadi simpanan dari seorang Samoni, yang tidak lain adalah mafia terbesar di Australia.


Meskipun laki-laki itu sering berganti-ganti wanita untuk menghangatkan ranjangnya. Tapi para wanita yang pernah menghabiskan malam dengan laki-laki itu hanya sekali, tidak seperti dirinya yang hampir setiap hari mereka akan menghabiskan malam.


Drttt


Drttt


Bunyi ponsel mulai mengalihkan Greta, ia melihat ternyata yang menghubunginya itu adalah Yoshua, laki-laki itu kini resmi menjadi tunangannya sejak dua Minggu yang lalu.


“Kenapa tidak kamu angkat?”


“Membosankan! saya tidak sanggup lagi untuk berakting saat ini. Ini semua karena Anda telah menggunakan energi saya hingga habis,” keluh Greta dengan nada yang sengaja menggoda.


“Kamu tidak boleh lupa, jika kamu itu sudah resmi menjadi tunangannya itu. Bersikaplah dengan baik pada suami masa depan kamu!”


“Saya tidak mau! setelah mengenal Anda, saya justru ingin Anda yang akan menjadi suami saya. Tinggalkan saja para wanita jelek itu.”


“Siapa kamu yang bisa mengaturku?!”


Tatapan mata Sam membuat Greta ciut dan takut, ia tahu dan sadar jika dirinya kini tak ada bedanya dengan para wanita yang telah menghabiskan malam dengan laki-laki itu. Hanya saja Greta tak menyerah, ia tetap akan mendapatkan Sam untuk dirinya sendiri.


“Ma-maf. Saya hanya cemburu saat melihat Anda sering tidur dengan wanita lain. Saya hanya ingin jika hanya saya yang bisa menghabiskan malam dengan Anda.”

__ADS_1


“Kamu harus tahu batasan kamu, jika tidak! aku yang akan membuang kamu langsung!” ancaman yang tak main-main dari Samoni membuat Greta takut.


“Baik.”


__ADS_2