
Freya yang kini hanya terdiam dan termenung, ia tiba-tiba sadar jika dirinya hampir seharian berada di luar. Itu bukanlah kemauannya. Tapi Freya tadi pergi hanya untuk olahraga lari biasa.
Tapi ternyata Freya justru berlari semakin jauh dari hotel tempat ia menginap, Freya yang tak tahu jalan merasa kebingungan. Ia juga tidak tahu dimana ia saat ini.
“Dimana ini?”
Hingga larut malam, Freya belum bisa menemukan jalan keluar. Padahal sudah hampir berjam-jam ia terus saja berjalan.
...****************...
“Dimana Freya?” tanya Madam Amilia pada Shan.
Shan terlihat hanya terdiam, ia tidak mengatakan apapun. Tapi Shan langsung berlutut seolah ia ingin meminta maaf dan mengakui kesalahannya.
“Ini kesalahan saya Nyonya, saya tidak bisa untuk membantah apa yang nona Freya mau. Ia terus bersikukuh ingin mengelilingi hotel sendirian.”
“Kamu ini bagaimana! kenapa tidak ikut pergi saja? sudah saya katakan saya khawatir jika dia sendirian. Ayo cari dia sekarang!”
Madam Amilia memang terkenal pemarah dan kurang sabar, hanya di depan Freya dan anaknya Anaya ia akan sabar dan bersikap lembut.
“Aku juga akan ikut mencarinya.”
......................
Sementara itu.
Freya terlihat hanya diam saja saat ada empat orang yang berdiri dihadapannya. Mereka adalah Fina dan ketiga teman yang lainnya.
“Freya kamu tenyata ada di sini, kenapa bisa hanya sendirian? Shan mana? bukankah dia itu pengawal kamu?” Fina yang paling aktif bertanya pada freya.
Sedangkan ketiga teman Freya yang lain hanya diam, masih ada rasa tidak percaya dalam diri ketiga teman Freya yang lain. Mereka bukan tak berharap Freya masih hidup, hanya saja mereka takut jika hal itu hanya sebuah mimpi.
Mereka tak ingin terjebak dalam angan-angan dan mimpi yang ternyata hanya ilusi. Mereka tidak ingin berada dalam situasi putus asa lagi.
“Kalian? berhenti memanggilku Freya! aku bukanlah Freya! aku adalah Anaya! kenapa kalian terus saja memanggil aku dengan sebutan Freya?!” tegas Freya yakin.
__ADS_1
Entah kenapa, setiap kali melihat keempat orang itu, ada ketakutan yang tidak bisa Freya jelaskan. Freya merasa takut karena kesadaran seakan menolak ingatannya itu.
Selain itu, Freya juga merasa berbahaya saat ia bertemu dengan George saat itu. Tatapan laki-laki itu terlihat tidak pernah teralihkan dari wajahnya. Karena Freya diam-diam memperhatikan George saat itu.
“Kamu memang Freya! dan kami yakin akan hal itu, tidak mungkin jika kalian hanya mirip saja. Jikapun kamu kembarannya, pasti ada perbedaan walau hanya sedikit saja. Tapi nyatanya kalian itu terlalu sama dan tak bisa hanya disebut sebagai orang yang mirip saja!” yakin Fina dengan nada tegas dan seriusnya.
“Jika kamu memang tidak percaya, ayo ikut dengan kami, kami akan menunjukkan betapa mirip kamu dengan wanita bernama Freya itu,” ajak Fina.
Freya terlihat hanya terdiam, ia seakan ragu untuk mengikuti mereka. Di satu sisi neneknya melarang dirinya untuk dekat dengan mereka, dan di sisi lain Freya juga merasa jika ia harus ikut dengan mereka.
“Baiklah.”
Fina yang mendengar itu merasa senang, ia lantas langsung mengajak Freya untuk menaiki mobilnya. Di saat Freya dan Fina telah memasuki mobilnya, ketiga orang itu baru sadar dan ikut masuk.
“Tidak mungkin jika kamu bukan Freya, kami tahu jika kamu adalah dia. Sekalipun sifat kalian saat ini berbeda, tapi tak menutup kemungkinan jika kalian adalah orang yang sama.”
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah baru mereka, tidak ada yang bicara, mereka diam dengan pikiran menerawang jauh mereka masing-masing.
......................
Di rumah.
Fina membawa Freya ke sebuah kamar, kamar itu telah di hias menyerupai kamar yang ada di negara A, negara tempat tinggal mereka dulu.
Di kamar itu, penuh dengan foto-foto Freya, di saat Freya sedang terdiam, sedang makan, atau sedang melakukan pekerjaannya yang sedang memegang laptop.
Banyak sekali foto-foto Freya itu, hingga Freya yang kini bisa melihat foto-foto yang terlihat sangat mirip dengannya, ia merasa tertegun tak menyangka.
Itu sangat mirip!
Tidak mungkin jika mereka itu kembaran ataupun sekedar orang yang mirip. Tidak terlihat perbedaan yang ada di foto dengan Freya yang kini mematung dengan tatapan tak percayannya itu.
Perbedaannya adalah, Freya di sana terlihat hanya diam dengan wajah dingin dan datarnya itu, dan ia terlihat sangat acuh dan juga tak tersentuh.
Lagipula mereka berempat memiliki insting yang sangat kuat jika orang yang ada dihadapannya saat ini adalah Freya bukan Anaya!
__ADS_1
“Shh,” tiba-tiba pecahan ingatan sedikit berkelebat, mau tak mau Freya merasa sakit saat kesadarannya seolah menolak ingatan itu.
“Kenapa? apa terjadi sesuatu yang buruk?” tanya Fina khawatir, ia tentu takut jika Freya kenapa-napa.
“Sepertinya kita harus keluar dari kamar ini.”
Apa yang dikatakan oleh Frans langsung disetujui oleh semuanya, mereka akhirnya duduk di ruang tamu.
“Jangan paksa untuk mengingat sesuatu jika memang kamu memang tidak bisa mengingat apa-apa. Kita tak akan memaksa kamu, ingatlah perlahan saja,” ujar Fina.
Sepertinya Fina yang pendiam kini sudah kembali pada jati dirinya, ia yang memang banyak bicara dan sering sekali berkomentar atau sekedar omong kosong, kini ia perlahan-lahan semakin banyak bicara.
“Kapanpun Anda mengingat kami. Katakan saja, kami tidak akan memaksa Anda untuk segera mengingat kami,” ujar Frans dengan nada serius.
“Biar kami antar kamu pulang, sepertinya Nenek kamu akan merasa khawatir,” ujar Nick diangguki oleh yang lainnya.
Diantara keempat orang itu, yang paling pandai naik mobil adalah Nick, jadi wajar mereka akan setuju jika Nick mengantar Freya pulang.
......................
“Ya ampun Freya, kamu kemana saja Sayang? dari tadi Madam terus mencari kamu, rasanya Madam ingin menangis saat mengetahui jika kamu sudah hilang seharian,” ujar Madam Amilia. Ia langsung memeluk Freya dengan pelukan sayangnya.
Hampir saja Madam Amilia akan melaporkan hal ini pada polisi, ia juga akan langsung mengumpulkan tim khusus miliknya untuk mencari Freya di seluruh kota yang ada di negara Z.
“Tidak apa-apa Madam, Anaya masih ada di sini.”
“Syukurlah jika memang kamu memang baik-baik saja Sayang,” ujar Madam Amilia yang langsung mengusap pipi cucu kesayangannya itu dengan lembut.
“Kamu!”
Madam Amilia terkejut saat Nick turun dari dalam mobilnya, ia tidak menyangka jika salah satu dari keempat orang yang waktu itu ada di restoran kini ada di sini.
“Dia yang mengantar aku pulang Madam,” jelas Freya.
“Bukankah sudah pernah Madam katakan untuk tidak mendekatinya? apa kamu memang tidak ingin untuk mendengarkan permintaan Madam?!” tatapan kecewa dari Madam Amilia terlihat.
__ADS_1
“Maaf Madam,” ujar Freya merasa bersalah.
“Masuklah!” perintah Madam Amilia tanpa berniat menatap ke arah Freya sama sekali. Seolah merasa kecewa karena Freya tidak mendengarkan apa yang dirinya perintahkan.