Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Fakta baru


__ADS_3

Freya yang kini berada di ruangannya itu. Ia hanya diam dan mendengarkan apa yang sedang Nick katakan. Berdasarkan kotak yang ia bawa saat itu.


Melihat foto-foto yang mana di sana terlihat jika Antonio bukanlah anak Garlfried. Tapi Garlfried sengaja mengambil Antonio yang saat itu masih bayi.


“Jadi, ayahku bukanlah Anak Kakek? jika memang begitu, mengapa Kakek sangat menyayangiku?”


“Berdasarkan masa lalu yang saya lihat di sini. Saya memperkirakan jika mungkin saja, Madam Amilia adalah cinta pertamanya tuan Garlfried. Mereka mungkin tidak bisa menikah, tetapi mereka sepakat menikahkan anak-anak mereka.”


Penjelasan Nick langsung bisa dicerna oleh Freya dengan mudah. “Jadi maksud kamu karena aku keturunan langsung dari Madam Amilia, itu yang menjadi sebab kenapa Kakek bisa menyayangiku?”


“Sepertinya memang begitu Nona. Tapi saya belum bisa memastikan dengan jelas jika Tuan Antonio pembunuh Tuan Garlfried,” jawab Nick.


Freya yang mendengar itu hanya mengangguk.


Siapapun yang sudah menjadi dalang pembunuhan kakeknya, Freya akan memastikan jika kehidupan mereka tidak akan pernah berjalan dengan baik.


“Mengenai warisan? apa yang akan Anda lakukan?” tanya Nick.


Freya yang mendengar itu hanya diam. Warisan? ia baru tahu jika sebenarnya warisan yang dimiliki oleh Antonio adalah atas namanya. Tuan besar Garlfried tidak menyerahkan harta kekayaannya pada Antonio, melainkan pada Freya seluruhnya.


“Jadi, apa karena harta itu jatuh padaku itu alasan dia juga ikut andil dalam rencana pembunuhan kakek?”


“Ada kemungkinan begitu Nona,” jawab Nick lagi. Ia memang akan menjadi orang yang serius dan profesional jika sedang dalam mode kerja.


“Apa alasan kakek tidak memiliki anak? apa karena ia sangat mencintai Madam Amilia?” tanya Freya yang langsung membuat Nick kembali melihat informasi dalam dokumen yang ada ditangannya.


“Tuan Garlfried di vonis tidak bisa memiliki anak, dan mungkin itu juga yang menjadi alasan Tuam Garlfried tak pernah mengakui perasaannya kepada Madam Amilia, ia ingin jika Madam Amilia bisa menikah dan bisa memiliki anak. Madam Amilia adalah anak tunggal di keluarganya,” jelas Nick dengan sangat rinci.


“Cukup! informasi yang kamu berikan cukup!”


Freya bangkit, ia tiba-tiba merasa rindu dan ingin pergi ke restoran yang sering ia kunjungi bersama kakeknya saat ia masih kecil.


Masalah warisan itu, akan Freya pikirkan nanti. Biarkan mereka menikmati kekayaan itu, karena Freya kini berniat menyerang mereka dengan cara halus tapi sangat mematikan.

__ADS_1


Mental!


Itu adalah yang harus dijasaga setiap manusia agar bisa normal. Jika mental mereka tidak terjaga dan rusak, maka bisa dipastikan kehidupan mereka tidak akan bisa berjalan dengan normal.


Freya sengaja merusak rambut Camila.


Mungkin itu terlihat hukuman yang mudah, tapi ketahuilah jika seseorang punya sesuatu yang ia rasa paling berharga.


Dan Freya tahu jika rambut Camilla adalah sumber kesombongan dan keangkuhan Camilla sejak dulu.


“Anda akan ke mana?” tanya Fina langsung.


“Restoran.”


Mendengar itu Fina langsung mengangguk dan mengikuti Freya dari arah belakang. Mereka pergi menuju restoran dengan Fina yang mengemudikan mobil itu langsung.


Saat Freya masuk, suasana restoran itu berubah. Ia yang dulu melihat jika restoran itu adalah restoran sederhana. Kini tidak ada kesederhanaan dalam restoran itu, tapi justru kemewahan.


“Sialan! minggir! jangan halangi jalanku!” sinis orang itu dengan nada angkuhnya pada Freya.


Freya yang mendengar itu, ia tak langsung menoleh dan hanya bergeming seolah tidak peduli. Wanita yang marah itu, ia langsung menepuk pundak milik Freya dan mengarahkan Freya ke arahnya.


Sebenarnya Freya bisa melawan, karena semarah apapun wanita itu, tidak sebanding dengan tenaga Freya yang sering melakukan latihan fisik.


“Hay, senang bisa bertemu,” ujar Freya tersenyum dingin ke arah wanita yang ada dihadapannya saat ini.


Helena, tunangan George yang kini statusnya perlu untuk dipertanyakan lagi. Karena tiga tahu yang lalu, George memutuskan untuk membatalkan pertunangan secara sepihak. Sedangkan Helena yang sudah sangat mencintai George tidak terima akan hal itu.


“Kamu!” kata Helena terkejut dan tidak menyangka saat ia melihat wajah Freya yang kini sedang berada dihadapannya.


Dibandingkan rasa takut itu, justru Helena malah merasa marah dan tidak senang dengan Freya yang ternyata masih hidup.


“Kenapa kamu tidak mati saja! kenapa justru masih saja hidup?!” marah Helena langsung membuat sedikit kerumunan.

__ADS_1


Freya yang tahu jika kemunculannya masih belum tepat, ia langsung memakai tudung di kepalanya, aga ia bisa bersembunyi dari kerumunan.


“Hey, wanita licik! kembali kamu, jangan lari!” kesal Helena yang berusaha mengejar Freya. Sayangnya langkahnya harus terhenti karena Fina langsung saja menghalanginya saat itu juga.


“Jaga bicara Anda jika Anda tidak ingin hidup Anda hancur di sini!” ancam Fina.


“Haha, justru yang harusnya jaga sikap itu adalah Tuan Anda itu. Saya tahu jika sepertinya dia sedang merasa takut pada seseorang hingga ia tidak berani menunjukkan wajahnya itu di hadapan masyarakat. Bagaimana jika saya akan mengatakan apa yang saya lihat ini pada publik? bukankah Tuan Anda itu harus merasa takut pada saya?” sinis Helena dengan di sertai ancamannya.


“Silahkan! jika Anda ingin dikatakan gila!” respon Fina justru tidak sesuai dengan apa yang Helena pikirkan. Dia berfikir jika Fina akan takut akan ancamannya, hingga ia melaporkan pada Freya.


Melihat Fina yang menyusul pergi. Helena langsung saja berteriak layaknya ia orang gila. “Freya masih hidup! wanita itu belum meninggal!” teriak Helena.


Beberapa pengunjung yang mendengar itu langsung berkerumun. Dan lama kelamaan semakin banyak.


“Apa benar wanita bernama Freya itu masih hidup?”


“Tidak mungkin bukan? jelas-jelas polisi saat itu juga memastikan jika yang mati itu adalah Nona Freya itu?”


“Sangat disayangkan wanita secantik itu mati di usia yang sangat muda. Jika ada kesempatan aku yang akan menikahinya dan membiayai hidupnya.”


“Jangan mimpi! memang kamu sekaya apa? Kamu tidak sebanding dengan keluarga Garlfried.”


Banyak bisik-bisik yang terdengar. Karena keluarga Garlfried bukanlah nama yang asing lagi. Keluarga tersebut sangat terkenal dan terhormat di negara A.


“Jika memang dia masih hidup, di mana dia? jangan berbicara omong kosong jika kamu tidak memiliki buktinya!” teriak seorang pria ditengah kerumunan.


“Aku melihatnya tadi, tapi entah kemana dia perginya.”


“Sudahlah!! jangan dengarkan apa yang Nona Helena katakan. Aku dengar dia sedikit gila saat pertunangan itu dibatalkan! ayo bubar!”


Helena yang mendenga itu merasa kesal dan tidak terima, tidak mungkin ia berbohong dan diam saja mendengar mereka menyebutnya gila. Tapi ia yang sekarang tidak memiliki bukti hanya diam.


“Lihat saja nanti! kalian akan sadar jika wanita sialan itu sebenarnya masih hidup!” kesal Helena yang pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2