
Freya akhirnya kembali ke negara A.
Beruntungnya meskipun perusahaan Freya berpusat di negara F. Tapi ada salah satu perusahaan yang sengaja Freya bangun di negara A.
“Kita akan mengembangkan perusahaan kita yang ada di sini, dengan begitu jangkauan yang kita targetkan itu bukan hanya pengusaha, tapi juga pemerintah.”
“Jadi Anda berniat untuk bekerjasama dengan para pemerintah juga?” tanya Nick memastikan.
Jika yang Freya katakan memang benar adanya, besar kemungkinannya jika wanita itu akan melakukan kerja sama dengan pemerintah dalam menjaga keamanan.
“Tapi Nona, sepertinya usaha kita tidak akan berjalan dengan mudah. Anda tahu bukan jika tuan George bersama dengan sepuluh pengusaha hebat lainnya telah membuat sistem keamanan canggih mereka? saya tak yakin bisa bersaing dengan mereka.”
Mendengar apa yang Frans katakan, Freya menoleh.
“Aku sangat yakin jika aplikasi yang baru kita buat dalam waktu tiga tahun itu sudah hampir sempurna. Kita hanya perlu memperbarui sedikit agar aplikasinya bisa di pasang di ponsel siapa saja tanpa ada kendala.”
Mendengar apa yang Freya katakan. Keempat orang itu terdiam, mereka diam-diam sedang mengagumi kerja kerasnya Freya dalam membuat aplikasi keamanan untuk semua merek android.
“Jangan lupa cek ulang Kak, usahan akan aplikasi itu tidak mengambil banyak ruang dalam ponsel. Tolong cek ulang jika masih ada kendala lagi,” ujar Freya yang langsung diangguki oleh Frans.
Perkataan Freya yang membahas mengenai aplikasi buatannya ini, seakan mengatakan Freya tidak akan kalah sekalipun yang menjadi saingannya adalah orang-orang hebat.
...----------------...
Malam harinya.
Freya sedang berdiskusi mengenai rencana apa yang akan ia lakukan. Keeempat orang yang ia percayai hanya diam mendengarkan rencana Freya.
“Kenapa tidak membunuhnya langsung? bukankah dengan begitu masalah akan segera selesai?” tanya Athaya dengan heran.
“Tumben sekali pikiran kamu dangkal, bukankah jika langsung dibunuh itu adalah hal yang terlalu mudah untuknya? ia tidak akan mengerti rasa takut yang tak berkesudahan. Kamu tidak mungkin lupa dengan apa yang telah kita lalui 'kan Athaya?” kata Fina dengan tatapannya yang tak lepas dari wajah Athaya.
“Kematian terlalu mudah untuknya!” dingin Freya yang seolah mengatakan jika apa yang Fina katakan sesuai dengan yang Freya maksud.
“Kalian benar,” ujar Athaya pada akhirnya.
“Tapi apapun rencana kamu, kami akan setuju Freya.”
__ADS_1
......................
Malam harinya.
Langit malam terlihat gelap dan sunyi. Keheningan yang menakutkan seakan menenggelamkan manusia dalam rasa takut.
Di sebuah ruangan.
Freya yang sudah terbiasa keluar malam, ia terus saja berlari dari atap satu ke atap yang lain. Seolah ia terlihat tidak menapak karena kakinya tak hentinya berlari dengan cepat.
Srett
Memastikan jika ruangan yang akan ia kunjungi itu aman, awalnya Freya akan masuk. Tapi sayangnya dirinya harus mengurungkan niatnya saat Fina menahannya.
“Freya, aku akan masuk lebih dulu. Aku benar-benar ingin memastikan apakah ini benar-benar aman atau tidak,” kata Fina. Ia merasa khawatir jika nanti Freya akan kenapa-napa.
Fina takut Freya tertangkap sebelum tujuannya bisa tercapai. Apapun yang akan Freya lakukan, Fina akan selalu mengikutinya dan menjadi bayangan wanita itu.
Freya yang mendengar itu hanya mengangguk, ia tahu jika Fina hanya memastikan keamanan dirinya saja saat ini. Dan tanpa menunggu lama, Fina mulai berjalan ke arah sebuah ruangan melalui jendela.
Freya yang memang sengaja menunggu di balkon luar, ia hanya menunggu dengan wajah dinginnya saat ia melihat ke bawah.
Pasangan itu terlihat romantis dengan menggendong salah satu anak mereka saat memasuki rumah Farh.
“Tidak bertemu tiga tahun, ternyata kalian berdua semakin pandai berakting ya. Terutama kamu Greta, level akting kamu sepertinya sangat cocok untuk bisa bermain film,” dingin Freya.
“Freya, ayo masuk! semuanya aman, aku tadi baru saja memastikan jika Tuan Farh tidak ada di ruangannya. Selain itu, sepertinya akan ada acara keluarga saat ini.”
Freya tidak menjawab, ia hanya mengangguk. Tanpa menunggu waktu lama, Freya masuk dan mencari apa yang ia perlukan.
Sesuatu yang bisa ia anggap bukti, walau mungkin tak terlalu kuat, tapi itu juga seperti sebuah petunjuk bagi Freya nanti.
“Kamu cari di sebelah sana!” perintah Freya yang langsung diangguki.
Seandainya ini tugas biasa, Freya pasti tinggal memberi perintah pada anak buahnya untuk mencari apa yang ia ingin cari. Tapi masalah ini sangat penting, dan baginya hanya dirinya langsung yang bisa mencari tahu.
“Ini terkunci, bagaimana?” tanya Fina pada Freya.
__ADS_1
Freya yang mendengar itu hanya tersenyum dingin, ia lalu menghampiri sebuah brankas berukuran sedang. Harus ada kunci jika ingin membukanya, tapi Freya yang sudah menduga itu ia langsung menyiapkan kunci cadangan yang ia bawa.
Trek
Terbuka.
“Bagaimana kamu punya kunci cadangan ini?” tanya Fina dengan tatapan tak percayannya itu.
“Aku sudah menduganya,” jawab Freya dingin.
Freya sudah menduga jika ia perlu persiapan untuk bisa menjalankan misinya ini. Dan hanya ia yang tahu jelas seperti apa kunci berkas itu.
“Mereka sepertinya sangat hati-hati,” kata Fina yang bisa melihat jika kini masih ada brangkas lagi di dalam brankas dengan tadi. Bedanya brankas ini lebih kecil dibandingkan tadi.
“Kata sandi? apa kamu tahu kata sandinya?”
“Tidak, akan aku coba,” jawab Freya yakin.
Freya tidak tahu pasti kata sandi itu, ia pun berusaha untuk mengingat tanggal lahir Tuan Farh lalu mulai Freya tekan di brankas.
Sayangnya itu salah, bukan tanggal lahir dari lelaki itu yang terpasang di brankas ini. Berpikir ulang, Freya akhirnya mencoba untuk mengingat tanggal lahir istrinya Tuan Farh, lebih tepatnya ibu Yoshua.
Lagi-lagi kata sandi itu salah.
“Jadi bagaimana? kita hanya bisa mencoba sekali lagi keberuntungan kita, jika ini salah. Maka bunyil alarm akan berbunyi, di saat itu kita harus kabur sebelum di tangkap oleh penjaga.” Terlihat wajah Fina justru yang lebih panik dibandingkan Freya sendiri, padahal Freya masih terlihat tenang.
“Kalau misalkan kita gagal, kemungkinan untuk ke tempat ini lagi akan sulit,” jelas Freya yang terlihat menebak dan menimbang-nimbang keputusan yang harusnya ia ambil.
“Aku akan kembali mencoba keberuntungan,” kata Freya yang lalu ia menekankan nomor-nomor itu.
Ting
Brankas itu terbuka.
Fina melihat itu lalu menatap ke arah Freya dengan tatapan tak percayannya. “Ini ...?” tanya Fina tak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Hanya mencoba mengingat-ingat saja, kalau tidak salah saat itu Tuan Farh pernah membuka brankas rahasianya di depan Yoshua, dan saat itu aku juga berada di ruangan yang sama.”
__ADS_1
“Tapi itu sudah lama, dan mungkin saja kamu harusnya sudah lupa,” kata Fina lagi. Terbuat dari apa kepalanya wanita yang ada dihadapannya ini? Fina yakin jikapun Freya tak sengaja melihat, itu pasti secara sekilas dan tidak mungkin untuk bisa diingat!
“Ayo!” ajak Freya menyadarkan Fina yang hanya diam