Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Meminta bantuan?


__ADS_3

Antonio, laki-laki yang bahkan tak pernah sekalipun menganggap Freya sebagai anaknya itu. Ia saat ini justru meminta bantuan pada anaknya.


Kadang melihat betapa gigihnya Antonio meminta bantuan padanya, Freya bahkan berfikir. Dimana itu sosok tegas dan berwibawa laki-laki itu? dimana sikap sok berkuasanya dia? dan bagaimana dia kini bisa tanpa tahu malu meminta bantuan darinya.


“Freya, Ayah tahu kamu pasti akan mau membantu Ayah. Ayah berfikir kamu pasti tidak akan bisa hanya diam melihat Ayah yang seperti ini bukan? kamu juga tidak ingin perusahaan keluarga kita bangkrut kan? ”


Entah berapa banyak Antonio berbicara, Freya hanya terdiam. Wanita yang sedang ia minta untuk menolong dirinya sangat berbeda dengan sosoknya yang dulu.


Melihat betapa berbedanya anaknya itu, kadang kala Antonio berfikir. Siapa sosok wanita yang ada di depan dirinya saat ini? kenapa berbeda? wajah yang biasanya akan dingin tapi selalu patuh padanya. Kini wajah itu justru terlihat tak tersentuh sama sekali, seolah ia bisa melihat dan merasakan jika sosok itu sangat asing bagi dirinya.


“Kenapa hanya diam saja Nak? apa kamu memang tak peduli dengan perusahaan itu? apa kamu menginginkan kebangkrutan perusahaan kita?”


Untuk pertama kalinya Freya bisa mendengar laki-laki sombong yang ada dihadapannya memanggil dirinya dengan sebutan Nak'


Apakah ini yang namanya kekuatan? dan apakah ini juga yang membuat ayahnya itu meminta bantuan pada dirinya?


Mendengar sebutan Nak' seolah mereka memang anak dan Ayah yang normal, entah kenapa kini Freya ingin menertawakan hal itu!


“Saya akan membantu Anda,” kata Freya masih dengan tatapan dingin yang menatap lurus. Tatapan tidak bisa terbantahkan dan tidak tersentuh itu, membuatnya kini terlihat angkuh di mata Antonio.


“Padahal aku ini Ayah kamu, kenapa harus berbicara seformal itu?” kata Antonio dengan menahan amarah yang sebenarnya sudah memuncak.


Ini pertama kalinya seorang Antonio dalam sejarah hidupnya meminta bantuan pada seseorang. Biasanya orang-orang yang akan menawarkan bantuan atau ia yang akan membantu orang-orang.


Tentu karena hal ini Antonio juga merasa jika harga dirinya itu sangat terluka. Ia marah dan juga tidak terima. Tapi ia bisa apa? ini kini benar-benar berada dikeadaan terdesak.


Apalagi saat beberapa hari yang lalu, entah kenapa keamanan itu benar-benar bisa di tembus dengan cara yang rapi dan tak terbaca.

__ADS_1


“Ayah?” senyum dingin Freya kini terlihat. Tapi ia tak mengatakan apapun itu. Ia hanya berbicara dengan nada suara asing yang masih terdengar berjarak.


“Oh lupakan!” kata Freya yang kini akan fokus pada tujuannya saat ini. Ia akan langsung berbicara pada intinya saja.


“Bagaimana jika saya membantu Anda nanti, Anda akan memberikan saya setidaknya 30% saham dari keseluruhan saham Anda?” tanya Freya langsung dengan nada yang terdengar sedang bernegosiasi.


“Hahaha Nak, kamu sedang bercanda. Bukankah kamu tahu jika saham perusahaan kita ini sekarang tidaklah sebesar dulu?” tanya Antonio dengan wajah yang kini terlihat menganggap ucapan Freya itu hanya candaan.


“Saya tahu jika saham Kakek dulu sekitar 80% dan kini mungkin hanya tinggal 65% dari total saham yang ada. Bukankah selama ini Anda diam-diam menjualnya demi tujuan dan keinginan Anda?” kata Freya dingin.


Harusnya saham itu milik Freya, harusnya saham yang Freya punya itu 80% sesuai dengan yang kakeknya itu berikan pada dirinya. Tapi kini? saham itu justru sudah terjual hampir 15%


Jika 1% dari saham itu saja sudah setara dengan tiga buah villa mewah, lima mobil mewah, satu mansion, dan lima buah apartemen serta dua hotel. Bagaimana dengan total 15% saham itu?


Freya juga ingat jika harga saham perusahaan itu akan naik setiap harinya. Jadi berapa banyak yang sudah di rampas ayahnya dari hartanya?


“Ayah,” entah kenapa saat memanggil itu Freya merasa itu panggilan yang terasa kaku dan asing. Apakah orang yang ada dihadapannya pantas untuk disebut dengan sebutan Ayah'?


“Bagaimana saya bisa membantu Anda jika saya tidak menyelidikinya lebih dulu? apakah saya akan membantu Anda tanpa tahu situasinya? bukankah sama saja seperti saya yang membantu tanpa tahu situasi dan apa yang harus saya lakukan?” perkataan dari Freya, membuat Antonio terdiam dan tak mengatakan apapun.


“Jadi apakah Anda akan menerima tawaran saya ini? saya benar-benar tidak akan memaksa jika memang Anda tidak menerima ini semua,” ujar Freya.


Perkataannya seolah membuat Antonio sadar jika di sini bukan Freya yang membutuhkan bantuan, tapi Antonio.


Hal itu membuat Antonio lagi-lagi mengepalkan tangan dan tidak bisa berbuat banyak. “Ayah akan memikirkan hal ini Nak, tolong beri Ayah waktu sebentar lagi,” kata Antonio yang langsung bangkit dan pergi dengan wajah yang terlihat marah tapi berusaha ia tahan.


“Apa yang kamu minta pada laki-laki itu?” tanya Fina saat ia tak sengaja berpapasan dengan Antonio tadi.

__ADS_1


Sama seperti yang mereka duga, Antonio terlihat kaget dan tak menyangka. Tatapan matanya itu sejenak berubah seolah-olah ia sudah dikhianati oleh anaknya sendiri.


“30% saham di perusahaan Garlfried, bukankah hal itu masih di tahap baik? dia masih bisa memegang posisi pertama sebagai pemegang saham terbanyak!”


Tatapan Freya terlihat lurus saat mengatakan itu.


“Kamu sudah terlihat berbeda dari dulu Freya,” kata Fina yang langsung membuat Freya menatapnya.


“Apakah itu adalah hal yang buruk?” tanya Freya yang terlihat mengangkat sebelah alisnya tanda bertanya.


“Tidak, mana mungkin itu adalah hal yang buruk. Hal itu adalah hal yang bagus dan amat sangat bagus. Kamu seharusnya sudah seperti itu sejak dulu,” ujar Fina yang hanya Freya jawab dengan anggukan.


*****


Sementara itu,


Greta tidak tinggal diam, ia yang tahu jika kini dirinya sedang diabaikan oleh Samoni. Tanpa berdiam diri, Greta langsung datang ke tempat Samoni yang tinggal di sebuah apartemen.


“Tuan, Anda benar-benar sangat nakal ya~” terdengar seorang wanita yang seolah sedang menggoda.


Greta yang mendengar itu langsung saja marah dan mendobrak pintu dengan sengaja. Seperti yang sering sekali ia lihat, Samoni adalah laki-laki yang tidak akan cukup hanya dengan satu wanita.


Dan entah kegilaan apa, Greta ingin jika Samoni itu harus cukup hanya dengan dirinya saja. Entah cara buruk dan licik apa yang Greta lakukan dibelakang Samoni, setiap wanita yang hamil anak laki-laki itu akan ia buat keguguran.


“Greta, apa yang kamu lakukan?” tanya Samoni dengan wajah yang terlihat marah dan tidak suka. Ia tidak suka jika kesenangannya itu diganggu.


“Tuan, Anda mengabaikan saya,” kata Greta dengan wajahnya yang terlihat sendu dan memelas.

__ADS_1


__ADS_2