Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Perjanjian


__ADS_3

Semenjak hari itu.


Freya entah kenapa merasa aneh dengan hatinya. Ia seolah marah akan tuduhan George, dan marahnya bukan marah biasa, seakan-akan dirinya itu sedang marah karena tidak dipercaya oleh seseorang yang berharga baginya.


Entahlah, meskipun Freya baru mengenal George, tapi ia merasa seolah bertemu dengan seseorang yang sudah lama ia kenali. Seseorang yang berarti untuknya di masa lalu, rasa dekat yang familiar tapi tidak bisa ia deskripsikan hanya dengan perkataan.


“Sialan!” maki Freya.


Freya kini sedang berusaha untuk mengindari kejaran dari anak buah George. Beberapa hari ini, Freya terus menghindari George seolah ia tidak akan mematuhi lagi kesepakatan itu.


“Tidak peduli jika nanti aku akan tertangkap atau tidak, yang terpenting mulai saat ini aku akan terus menghindar dari anak buahnya tuan George!” masih ada rasa marah dan kesal yang tidak bisa untuk ia katakan.


Entahlah, Freya tidak tahu dengan suasana hatinya saat ini. Bisa dikatakan jika Freya masih marah dan tidak terima dengan ucapan George yang baginya seolah masih tak percaya.


“Nona, apa Anda akan terus berusaha mengindari kami? kami benar-benar tidak akan bermaksud jahat pada Anda, dengarkan saya dan mohon kerjasamanya.”


“Kerja sama apa? jangan katakan sebuah kerja sama jika tidak ada kepercayaan yang ada di dalamnya! itu hanya akan terasa seperti sebuah lelucon yang tidak berguna!”


Freya naik dari atap satu ke atap yang lainnya, beruntung atap yang ia naiki kini tidak setinggi gedung yang biasa ia lewati.


Biasanya, Freya akan melompati gedung jika harus menghindari musuh. Jadi, saat ini Freya merasa ia bisa lari dan melompat dengan sangat mudah.


Tidak peduli dengan sepuluh orang berbaju hitam yang seolah mulai kelelahan dalam mengejarnya. Kecepatan Freya tidak sebanding dengan mereka yang memang di beri tugas sebagai bodyguard saja.


“Mengesalkan! jika tahu sejak awal kalau mereka tidak sehebat yang dibayangkan, mungkin sudah aku hindari mereka sejak dulu,” ujar Freya.


Merasa jika sepuluh orang itu telah tertinggal jauh, Freya awalnya hendak beristirahat. Tapi, sayangnya keempat bawahan yang ia pikir tertinggal tiba-tiba muncul dihadapannya itu.


“Sialan! licik sekali kalian!”

__ADS_1


Freya biasanya akan mudah untuk melawan musuh sekalipun mereka berjumlah puluhan, tapi ternyata para anak buah George adalah anak buah yang memiliki sebuah pelatihan khusus.


“Bisakah Anda bekerja sama dengan kami semua untuk menemui tuan George?” tanya salah satu anak buah yang seolah tidak pernah berniat untuk menyakiti Freya, sekalipun Freya melawan mereka.


“Jadi? kalian pikir saya akan patuh pada kalian?” tanya Freya dengan disertai seringainya. Tanpa di duga, ia pun langsung menghindar dan berlari begitu salah satu bawahan itu lengah.


“Katakan pada tuan kalian, perjanjian itu resmi batal. Saya tidak mau menjadi orang yang tak ada bedanya lagi dengan tawanan! Bye,” Freya menggerakkan tangan kanannya seakan pamit untuk pergi.


“Ya ampun ..., bagaimana nona berfikir jika dirinya itu adalah tawanan bagi tuan?” ungkap salah satu bawahan yang tidak menganggap Freya itu seperti tawanan.


Tidak ada tawanan yang diperlakukan baik.


“Jangan pikirkan itu! sekarang yang terpenting bagaimana kita akan mengatakan pada tuan!”


...----------------...


Freya yang berada di tempat ayahnya. Itu bukan tempat biasa Freya datangi. Tempat itu adalah tempat di mana ia akan di beri informasi jika ada misi khusus.


“Freya, untuk apa kamu datang ke tempat ini?” tanya Antonio dengan nada herannya itu. Ia yang awalnya fokus memberikan misi pada salah satu anak buahnya itu, kini ia malah menatap ke arah Freya, anaknya.


“Mengenai misi waktu itu,” Freya mulai membuka pembicaraan ke arah misi yang sempat ayahnya tawarkan pada dirinya saat itu.


“Misi? kamu bisa tidak mengerjakan misi itu jika kamu memang tidak mau!” ujar Antonio. Menurutnya, jika Freya dekat dengan laki-laki bernama George Clooney.


Itu sudah menjadi hal yang paling berguna jika harus dibandingkan misi yang tidak pernah ada habisnya.


“Tidak. Justru aku akan menerima misi itu ayah. Tapi dengan satu syarat,” ujar Freya. Ia tiba-tiba teringat akan mimpi dan keinginan adiknya, Rocky.


Freya langsung mengambil sebuah map, di sana sudah tertulis sebuah surat perjanjian yang harus ayahnya tanda tangani. Surat perjanjian itu berisi janji Antonio yang akan membebaskan anaknya untuk memilih apa yang diinginkan oleh anaknya, yaitu Rocky.

__ADS_1


“Apa ini?”


“Surat perjanjian!”


“Kenapa harus pakai surat perjanjian segala, apa kamu tidak percaya akan janji Ayah pada kamu?” Antonio menatap Freya dengan tatapan anehnya.


“Ayah, Anda bisa berbohong pada saya di saat itu. Jadi, kenapa tidak untuk saat ini?” perkataan Freya itu, ia seakan mengatakan tentang janji Antonio yang berkata jika misi saat itu adalah misi terakhir pada Freya. Tapi apa? justru pada akhirnya masih ada misi selanjutnya!


Kebungkaman Antonio seakan mengatakan jika ia tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Freya yang melihat itu, ia lantas menyodorkan surat itu pada Antonio langsung.


“Jika ayah setuju akan negoisasi ini, maka aku akan melakukan misi yang ayah inginkan,” entah Freya berhasil atau tidak dalam misi ini, yang terpenting Freya ingin melakukan tugasnya sebagai kakak.


Meskipun itu dengan cara dirinya yang harus rela untuk dikorbankan, Freya akan terima itu. Lagipula, Freya merasa jika kemampuannya itu akan banyak menurun jika ia tak segera melatih kemampuannya kembali.


Tapi Freya yakin, jika misi kali ini ia akan baik-baik saja dan berhasil, tak ada yang perlu ia khawatirkan karena cukup satu kali saja misinya sempat gagal.


“Apa Rocky mengatakan sesuatu pada kamu?”


“Tidak ada, hanya saja dia memiliki keinginan dan impiannya tersendiri. Sebagai keluarga, bukankah sudah seharusnya untuk memberikan dukungan?”


Freya tidak merasa jika dirinya adalah kakak yang baik, tapi mengingat akan impian Rocky, membuat Freya sadar dan berfikir jika Rocky tak harus hidup sepertinya dirinya yang harus mengubur impiannya.


“Padahal jika kamu menjadi istri tuan George, itu sudah lebih dari cukup,” ujar Antonio yang di jawab gelengan sebagai bentuk penolakan.


“Kamu harus tahu jika hampir 60% kekuasaan dan juga kekayaan yang ada di negara Z adalah milik dari tuan George. Itu benar-benar sangat luar biasa dan tak terbayangkan seberapa hebat dan kayanya dia. Kamu tahu bukan jika negara Z bukan negara sembarangan?” Antonio terus menghasut Freya seolah ia harus bisa memanfaatkan George.


“Tidak! lebih baik aku menjalankan misi!”


Freya sadar jika ia tidak bisa untuk terus berada di dekat George. Itu membahayakan dirinya atau lebih tepatnya perasaan yang tidak pernah bisa ia jelaskan itu akan kembali muncul.

__ADS_1


“Baiklah,” pada akhirnya Antonio menandatangani itu. Ia akan memberi tahu misi apa dan siapa yang harus Freya tangani.


__ADS_2