
Freya berfikir jika mungkin saja kedua orangtuanya sedang bingung dan kaget, maka itu mereka tidak mengatakan apa-apa saat melihatnya.
Walau sebenarnya dalam sudut hatinya Freya kini sedang bertanya-tanya. Apakah mereka selama ini mengkhawatirkan dirinya?
“Freya?” nada heran seolah tak menyangka keluar dari mulut ibunya, Camilla. Wanita itu tidak mengatakan sesuatu lagi dan memilih untuk bungkam.
Tidak ada pelukan dan tidak ada sambutan ataupun kekhawatiran dari ayah dan ibunya yang kini hanya diam. Melihat itu, Freya hanya tersenyum hambar dengan tatapan datarnya. Kenapa ia harus merasa tersinggung dengan sikap mereka? kenapa ia baru sadar jika sejak awal dirinya seolah tak di terima di keluarganya ini?
“Kapan kamu datang?” menghilangkan ekspresi wajah yang kentara terkejut. Antonio langsung saja bertanya pada Freya.
“Freya baru datang hari ini, dan apa kalian baru datang?” Freya berusaha untuk menghilangkan pemikirannya dan rasa tak nyaman yang kini ia rasakan.
“Iya, kami memiliki kesibukan,” kata Camilla dengan nada dinginnya.
Berbeda sekali dengan perlakuan Camilla pada Greta, ia justru memperlakukan Freya dengan buruk, layaknya Freya adalah orang asing.
Kadang Freya berfikir apakah ia bukan anak ibu dan ayahnya? beberapa kali pemikiran itu akan muncul tapi terus saja Freya tepis. Seolah Freya terus saja berulang kali meyakinkan jika dirinya juga anggota keluarga garlfried, itu yang kakeknya katakan pada dirinya sebelum meninggal.
“Ayah, kenapa tidak mencoba untuk menjawab langsung telepon Freya saat itu? apa kalian tidak berusaha mencariku?” tanya Freya yang hanya dijawab oleh kebungkaman saja.
Aneh sekali rasanya, selama ini Freya tahu jika dirinya selalu diperlakukan buruk dan tak adil di keluarga itu. Tapi ia hanya diam, ia tidak melawan. Itu semua karena Freya menyayangi keluarganya.
Sekalipun Freya dianggap monster karena kepada para musuhnya ia tak punya rasa iba sedikit pun. Tapi apa memang seburuk itu dirinya hingga tidak berhak memiliki rasa sayang dan peduli pada keluarganya?
“Freya, kamu tahu bukan jika ayah tidak memiliki banyak waktu luang? untuk istirahat saja hanya bisa tidur beberapa jam saja,” kata Antonio yang secara tidak langsung ia beralasan sibuk pada Freya.
Antonio tidak pernah bisa berbohong pada Freya, anaknya itu sangat pintar dan juga bisa tahu jika dirinya berbohong. Maka itu, Antonio tidak ingin mengambil resiko berlebih. Antonio sangat sadar, jika orang yang bisa terbebas dari wilayah tuan George Clooney hanya Freya saja.
Bukan Antonio tak tahu jika permintaan dari salah satu kliennya adalah untuk membunuh tuan muda George Clooney. Hanya saja, Antonio waktu itu terlalu tergiur dengan harta kekayaan yang sangat banyak itu, hingga ia rela mengorbankan anaknya sendiri.
Dan ada alasan lain mengapa Antonio ingin mengorbankan anaknya sendiri, dan alasan itu hanya ia saja yang tahu itu dengan jelas.
__ADS_1
“Sudahlah Freya, kamu bisa istirahat dulu. Jika nanti ada misi ayah akan memberi tahu kamu selanjutnya.”
Perkataan Antonio itu langsung saja membuat Freya bertanya-tanya. Misi??? itu kata yang bagi Freya akan terdengar memuakkan, dan entah kenapa hal itu langsung membuat kedua tangan Freya mengepal dengan erat. Seolah ia marah dan tidak terima dengan sikap ayahnya ini.
Mereka saja tidak terlihat mengkhawatirkan dirinya, dan dengan seenaknya mereka ingin membuatnya berada dalam bahaya lagi!
Kini, Freya merasa jika dirinya hanya dijadikan sebuah alat saja. Mereka yang baginya adalah keluarga, tidak benar-benar menganggap dirinya keluarga.
“Seperti janji Ayah waktu itu, bukankah aku tidak perlu lagi melakukan misi setelah tugas waktu itu, Ayah harus ingat jika itu adalah misi terkahir yang ayah berikan,” tekan Freya.
Untuk pertama kalinya seorang Freya yang patuh dan dianggap monster, kini ia mulai berani untuk membantah dan melawan ayahnya. Hingga Antonio yang mendengar itu hanya diam, ia tidak berkata apapun saat Freya memilih pergi.
“Apa misinya berhasil?” tanya Camilla pada Antonio saat Freya sudah tidak terlihat lagi.
“Aku tidak tahu. Kita akan tanya pada Freya jika kondisi dirinya sudah stabil,” Antonio tidak akan bertanya karena ia tahu kondisi Freya yang sedang tidak baik hari ini.
Freya marah pada dirinya yang tidak berusaha mencari anak itu. Padahal Antonio sempat berfikir jika mungkin saja Freya tidak akan selamat.
Camilla dan Antonio serta Greta adalah paket lengkap, mereka tidak lebih dari seorang yang gila harta dan tak punya hati. Sedangkan untuk Rocky, anak laki-laki itu terlihat berbeda dari keluarganya.
Rocky anak pendiam dan tidak terlalu banyak berkata apapun itu.
...****************...
Saat Freya akan memasuki kamarnya, ia melihat jika adiknya Rocky terlihat terkejut saat melihatnya.
“Kamu hidup?” jangan salahkan nada bicara Rocky yang seperti itu, ia bukan hanya bersikap seperti itu pada Freya saja, justru saat bersikap pada Greta, itu sangat jauh dari sikap seorang adik pada kakaknya.
Meskipun Freya tidak suka dengan nada bicara Rocky, ia tidak marah. Karena menurutnya itu lebih baik jika dibandingkan dengan tatapan Greta yang menganggap dirinya sebagai monster.
“Aku tidak akan mati, bukankah aku monster?”
__ADS_1
Setiap Freya berkata seperti itu, Rocky hanya diam.
“Kak Freya,” panggil Rocky saat melihat jika Freya hendak berjalan menuju kamarnya.
“Tetaplah hidup,” kata Rocky dengan tatapan yang tidak bisa Freya tebak.
Jika ditanya siapa yang lebih menakutkan di keluarga ini selain Freya, tentu itu adalah Rocky. Laki-laki itu penuh akan misteri.
Dari tatapan dan apa yang ia lakukan, tidak ada yang bisa menebak itu semua. Seakan Rocky sangat susah untuk ditebak.
“Tentu. Aku pasti akan tetap hidup. Kamu juga bertahanlah untuk tetap hidup. Meskipun kamu tidak menyukai keluarga ini, tapi mereka adalah keluarga kita,” kata Freya yang baru pertama kali menasehati Rocky.
Jujur saja Freya jarang sekali berbicara dengan adiknya itu, jangankan untuk mengobrol. Sikap diam dan tak tertembaknya Rocky membuat Freya tidak pernah berniat untuk berbicara dengan adiknya itu.
“Bukan itu maksudku. Hiduplah Kak dengan baik, sesuai dengan apa yang Kakak inginkan. Tidak ada habisnya mengikuti kemauan dari keluarga yang tidak pernah menganggap kita. Kakak sudah tahu jika keluarga kita berbeda dengan yang lainnya.”
Penjelasan panjang lebar itu, sedikit membuat Freya terkejut karena adik yang ia kenal pendiam tiba-tiba berbicara panjang lebar padanya.
“Aku pasti akan hidup dengan baik, jauh lebih baik dari siapapun,” janji Freya pada dirinya sendiri.
“Apa kamu mengkhawatirkan aku?” tanya Freya yang entah mengapa ingin menggoda adiknya.
“Ini bukan sifat kamu Kak, sejak kapan kamu suka dengan lelucon.” Setelahnya Rocky pergi meninggalkan Freya begitu saja.
Freya terdiam, ia yang mendengar ucapan Rocky hanya mengangguk dan menggeleng. Seolah ia berfikir, mungkin ini karena selama dua minggu bersama pelayan kecil bernama Rea, membuatnya sedikit berubah.
Walau Freya masih dingin, tapi saat berbicara dengan Rea, ia sering mendengar lelucon dari Rea hingga Freya sedikit tertular dengan cara bicara gadis kecil itu.
“Sangat lucu mengingat kamu, padahal aku yakin jika tidak ada sesuatu hal yang bisa membuatku tersentuh lagi, tapi anak manis itu memang sangat lucu,” kata Freya yang tiba-tiba mengingat Rea.
Walau usia Freya kini hanya berjarak beberapa tahun dari Rea, tapi pemikirannya sudah sangat dewasa, hingga ia menganggap Rea layaknya anak yang masih kecil.
__ADS_1