Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Kenyataan


__ADS_3

Freya menatap ke arah sebuah gedung besar yang terbengkalai, banyak sampah dan botol minuman yang berserakan dimana-mana.


Seakan menandakan jika gedung terbengkalai itu sering dikunjungi oleh banyak orang. Freya yang kini ditugaskan untuk menghabiskan sekelompok bandit dan pencuri yang menjadi ancaman bagi orang banyak, awalnya tidak menyangka.


Kenapa bisa Ayahnya memberikan misi semudah itu? sekelompok bandit yang hanya bawahan?


Tapi saat berfikir jika tugasnya tidak semata-mata diberikan, karena kelompok kecil itu sebenarnya memiliki seorang tuan


“Ini berkaitan dengan urusan politik, klien ayah ingin jika rahasia dari musuhnya itu terungkap. Ia memiliki sebuah organisasi rahasia yang melakukan bisnis ilegal, dan salah satu kelompok anak buahnya ada di tempat ini.” Kata-kata yang masih Freya ingat tentang apa yang ayahnya katakan saat itu.


......................


“Brengsek!” maki Freya marah saat ia melihat jika sekelompok orang tengah berpesta. Dan apa yang mereka kini lakukan itu terlihat menjijikkan.


“Oh Ya ampun ..., ada tamu ternyata.”


Terlihat laki-laki tua berkepala botak langsung saja berbicara dengan nada santainya. Ia seolah sudah menebak jika akan ada orang yang datang. Karena kelompok itu memang perusuh yang mengganggu, selain menjalankan tugas dari tuan mereka, mereka juga melakukan kejahatan lain.


Dan pria tua itu adalah pemimpin kelompok itu, tapi ia bukanlah ketuanya langsung.


Freya menatap sinis dan tak suka. Jika dari jumlah orang yang ada di sini, Freya pasti kalah jika dalam segi jumlah. Tapi Freya yakin jika untuk melawan mereka, Freya tidak akan kalah.


“Jadi, apa yang ingin kamu katakan untuk terakhir kali? apa ada penyesalan dalam hidup?” gertakan Freya.


Bukan alasan mereka yang menjadi bandit ataupun perampok yang membuat Freya setuju dengan misi ini. Tapi mereka itu sudah banyak mengeksploitasi anak-anak di bawah umur untuk bekerja. Selain hal itu, mereka juga sering melecehkan anak-anak dan menjualnya.


Tiba-tiba seorang anak buah datang menghampiri pria tua itu.“Tu-tuan, anak-anak itu sudah hilang dan pergi!” ucap salah satu bawahan pria tua itu. Ia awalnya sedang menjaga anak-anak yang akan mereka jual pada tempat prostitusi.


Pria tua itu tentu saja marah saat mendengar hal itu, anak-anak yang ia dapatkan dengan cara tidak mudah dan penuh resiko justru menghilang karena keteledoran bawahannya.


“Wanita sialan! ini karena kamu!” kesal bawahan itu yang menatap Freya dengan tatapan tajam dan juga tak sukanya itu.


Laki-laki tua itu marah saat mendengar ucapan dari anak buahnya. Ia memang sering kedatangan orang-orang yang di kirim untuk membunuhnya, tapi mereka tidak pernah berniat membebaskan tahanannya.


“Menurut Anda? apa karena Anda sudah hidup sangat lama dengan tidak berguna! jadi Anda berfikir akan terus hidup dengan tenang?” Freya dengan santainya mengatakan itu.


Laki-laki tua yang sangat marah itu, ia langsung menyuruh anak buahnya untuk menyerang Freya secara bersamaan.


Freya yang akan di serang oleh hampir dua puluh orang secara bersamaan, membuat Freya sedikit kesulitan.

__ADS_1


Beruntungnya Freya memiliki ide dan persiapan saat ini, ia lantas melumpuhkan mereka dengan mudahnya.


Krekk


Krekk


Krekk


Suara patahan tulang itu terdengar, raungan disertai jeritan itu terasa sangat menyakitkan dan menyayat hati orang yang mendengarnya.


“Siapa kamu?” pria tua itu mulai waspada saat Freya mendekatinya. Sedangkan wanita bertubuh sintal yang awalnya sedang melayaninya mulai ketakutan, ia sedikit menjauh karena takut.


“Hey, wanita sialan! beraninya kamu lari!” pria tua itu langsung mendorong wanita yang melayaninya tadi ke arah Freya.


Wanita itu terjatuh dan bersimpuh di hadapan Freya dengan ekspresi wajah yang ketakutannya.


Freya memilih untuk mengabaikan itu, ia lantas berjalan ke arah pria tua itu dan memukulnya hingga mereka semua menjadi lumpuh dan tidak berguna.


......................


Selepas tugasnya selesai.


Freya yang tak menduga jika akan ada kelompok rahasia yang memukulnya dari belakang, ia lantas menoleh, itu bukan kelompok tadi.


Mereka adalah orang-orang yang dibawa adiknya, sekelompok orang dengan jumlah banyak bahkan lebih banyak dari tadi.


Awalnya Freya hendak melawan, sayangnya ia di serang dari segala arah hingga kesulitan untuk bisa melawan mereka secara bersamaan.


Pandangan Freya kabur saat ia sadar jika dirinya sudah diberi obat tidur melalui suntikan yang kini tertancap di tangannya. “Greta ..., apa yang kamu lakukan?” tanya Freya yang lalu langsung menutup matanya.


...----------------...


Di gedung yang berbeda.


Freya langsung tersadar, ia melihat jika Greta kini sedang berdiri dengan sombong sambil menatap ke arahnya.


Tatapan mata Greta penuh akan sebuah kebencian yang mendalam, seakan mengatakan jika ia ingin menghancurkan kakaknya sendiri.


“Greta, apa yang kamu lakukan?” Freya tidak pernah menyangka jika adiknya sendiri akan melakukan ini dibelakangnya.

__ADS_1


Freya tahu jika adiknya itu sangat takut padanya dan menganggapnya monster, tapi ia tidak pernah menduga jika adiknya memiliki sebuah keberanian untuk melakukan hal ini padanya.


“Apa yang sedang aku lakukan saat ini? tentu saja aku akan membunuh kamu! tapi sebelum itu aku akan membuat hidup kamu merasa hancur hingga kamu tidak ingin hidup lagi!” perkataan yang penuh akan kebencian itu keluar begitu saja.


“Asal kamu tahu jika sejak dulu, aku sangat-sangat membenci kamu! kasih sayang yang seharusnya kakek berikan justru kamu yang mendapatkannya! apalagi orang yang sangat aku cinta malah memilih kamu!”


“Tapi bukankah kamu kini sudah berhasil untuk merebutnya? kamu sedang mengandung Anak tunanganku bukan?”


“Bagaimana kamu tahu? oh ya ... , baguslah jika kamu tahu akan hal itu. Tapi sebenarnya aku tak pernah hamil anak Yoshua, aku tak akan pernah bisa hamil dan itu karena kamu!”


“Apa yang telah aku lakukan hingga kamu tidak bisa untuk hamil?” tatapan Freya terlihat berfikir.


Sekalipun Freys kini sedang dalam keadaan yang tidak menguntungkan, tidak ada wajah takut di matanya. Hal itulah yang membuat Greta benci akan hal itu.


“Kamu tahu tuan mengenai tuan Samoni? laki-laki yang sempat ayah kenalkan padamu. Dan sekarang aku adalah simpanannya,” akui Greta


“Demi bisa menghadapi kamu, aku bahkan rela jika menjadi simpanan seseorang. Karena itu, aku harus kehilangan anakku dan anak Kak Yoshua! bahkan aku dinyatakan tidak akan pernah bisa hamil lagi!”


Entahlah, sejak kapan Greta menjadi simpanan Samoni atau lebih tepatnya Sam. Awalnya Greta tidak peduli jika harus menjadi simpanan demi sebuah tujuan, tapi saat Sam justru lebih tertarik pada kakaknya Freya, ia yang mengetahui itu tentu merasa tidak terima.


“Bukankah itu kesalahan kamu? jadi kenapa aku yang justru kamu salahkan?” tanya Freya dengan nada heran yang terkesan acuh.


“Hahaha ..., kamu tahu? kamu itu anak Ayah! anak kandungnya! kita hanya berbeda ibu tapi satu ayah, hanya saja aku tak pernah menyangka ayah lebih memilih ibu dibandingkan istri pertamanya itu!”


“Apa maksud kamu Greta? kamu tahu sesuatu tentang ayah dan ibuku?” tanya Freya mulai penasaran.


Greta dengan senyumannya yang terlihat sinis itu langsung mengambil ponselnya itu. Ia langsung memutar sebuah rekaman dengan volume keras.


“Apa maksud kamu suamiku? dia bukan anakku! dia anak kamu dan istri pertama kamu! jadi untuk apa aku harus menyayanginya?”


“Kamu harus menyayanginya Camilla! jika tidak!dia akan curiga jika kamu terus saja bersikap buruk padanya.”


Hening sejenak percakapan itu.


“Kamu tahu jika kita memiliki sebuah tujuan yang belum tercapai, jadi lanjutkan saja akting kamu itu! bersikaplah dengan baik, seolah kamu adalah ibu kandungnya!”


“Dan apa yang akan aku dapatkan?”


“Kamu akan menjadi nyonya di rumah Garlfried yang terhormat. Suatu saat, jika sudah waktunya tiba aku juga yang akan menyingkirkannya dari dunia ini!”

__ADS_1


__ADS_2