Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Menemui tuan George


__ADS_3

Saat ini, Freya hanya diam di dalam mobil. Ia akan mengikuti kemanapun mobil itu pergi. Freya sedikit heran saat mobil itu membawanya ke suatu tempat yang termasuk kawasan elit.


Kawasan yang dikenal dengan dengan sebutannya, The King Of the palace. Tempat itu memiliki kartu masuknya tersendiri. Katanya, hanya sepuluh orang terkaya di dunia yang bisa memiliki akses untuk ke luar masuk tempat itu.


Aneh memang, jika Freya awalnya belum sempat mengetahui jika George adalah pemilik perusahaan terbesar pertama di dunia. Pantas saja jika laki-laki itu memiliki sebuah pulau pribadi yang dilengkapi dengan kastil dan keamanan super canggih yang baru Freya lihat.


“Ayah, kenapa kamu memberikan aku misi padahal jelas-jelas orang yang ingin kita bunuh adalah orang yang berbahaya. Apa Ayah tahu tentang identitas itu? atau karena terlalu tergiur dengan uang hingga Ayah buta dan tidak bisa melihat jelas?” tatapan menahan rasa kecewa terlihat.


Sejak misi itu Freya jadi berfikir. Apa mungkin ia bukan anak dari kedua orangtuanya? apa mungkin sebenarnya ia adalah anak orang lain? rasanya banyak sekali pertanyaan yang muncul dipikiran Freya. Oleh karena itu, ia sempat berfikir untuk menggunakan kemampuan yang ia sembunyikan itu karena penasaran dengan identitasnya.


“Nona, kita sudah sampai.”


Salah seorang bawahan membuka 'kan pintu untuk Freya. Dan tak lama Freya turun dengan gaun biru langit yang baru dibelikan oleh bawahan itu.


“Apakah sedang ada acara penting?” tanya Freya saat ia melihat jika di sebuah ruangan dengan tema suasana terbuka yang dikelilingi oleh dinding kaca transparan. Terdapat beberapa orang yang sedang rapat secara melingkar.


Mungkin alasan mereka menggunakan kaca yang transparan hingga dari luar biasa terlihat jika ada sebuah meeting penting, itu karena mereka tidak khawatir jika ada sembarangan orang masuk.


Freya ingat, kelima orang yang sedang rapat itu tidak lain adalah orang-orang penting. Orang yang terkaya ke enam sampai ke sepuluh sedang di sana membahas hal yang penting.


“Nona, akan saya antar dimana ruangannya.”


Freya yang melihat itu memilih mengikuti, ruangan yang berada di lantai atas dan paling tinggi dari total lantai yang hanya ada tiga tingkat. Berbeda dari yang lain yang setiap tingkat bisa sampai 4-5 ruangan. Justru di sini hanya ada ruangan. Dan itu khusus milik orang di depan Freya saat ini.


George Clooney.


Freya yakin, jika laki-laki dihadapannya itu identitas dirinya tidak sesederhana yang kini terlihat. Banyak sekali misteri yang membuat harus hati-hati pada orang dihadapannya ini.


“Tuan, tugas saya telah selesai,” hormat bawahan itu. Ia seakan memberikan laporan pada George.


Tak lama bawah itu keluar dan meninggalkan Freya dan George. Mereka tidak hanya berdua, tapi juga bersama dengan Donald.

__ADS_1


...----------------...


“Apa ada hal yang diperlukan?” nada datar dari Freya muncul. Meski harus hati-hati, tapi ia yang memang acuh seakan bersikap sembarangan.


Freya tahu jika ia kini tidak lebih dari seorang tawanan, ia juga tahu jika bisa saja lelaki itu menahannya karena sikapnya itu, dan ia bisa di tempatkan di tempat waktu itu. Tapi Freya yang keras kepala itu, ia seolah menunjukkan wajah acuhnya yang seolah tidak peduli.


“Harus terlihat seolah membangkang untuk bisa menyembunyikan sikap hati-hati?” pikir George seolah bisa menebak alasan Freya bersikap keras kepala, selain karena memang wanita itu sangat keras kepala dan tidak suka di atur.


“Tiga hari ke depan, Anda akan diminta untuk menjadi partner tuan selama satu minggu di sini,” perkataan singkat itu tentu saja langsung dijawab dengan tatapan heran dan tak percaya dari Freya.


“Para pemilik perusahaan yang termasuk ke dalam 10 perusahaan terbesar di dunia ada di sini. Demi sebuah rencana yang akan terjadi di masa depan, kami akan mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh pemilik perusahaan beserta istri mereka. Tuan, tidak memiliki seorang istri, tentu Anda yang sudah sepakat saat itu, Anda harus menemani tuan sesuai apa yang telah disepakati. ”


“Jadi. Apa yang harus saya lakukan selama di sini?” tanya Freya langsung.


“Nona, itu akan saya jelaskan nanti.”


Freya yang mendengar itu hanya diam, ia bungkam dan tidak mengatakan apa-apa. “Apa tuan George tidak memiliki tunangan?” tanya Freya menatap Donald. Freya sekarang ingat dan tahu jika nama dari laki-laki yang hampir ia bunuh adalah George Clooney. Tuan muda dari keluarga Clooney.


“Di sini, kamu tidak memiliki hak bernegosiasi,” datar George yang akhirnya buka suara. Ia seakan mengatakan jika Freya tidak ada hal bernegosiasi ataupun bertanya hal apapun tentang George tanpa seizinnya.


Demi apapun! belum pernah ada yang berani untuk menatap langsung tuan muda George seperti itu. Dan mungkin hanya Freya saja yang berani untuk menatap seperti ini.


“Haruskah saya mencongkel mata kamu sebagai tanda pemutus perjanjian ini?” nada datar yang mengancam seolah tak main-main.


“Tuan-” Freya adalah orang yang tak pernah takut akan apapun. Sekalipun saat ia sedang melawan puluhan orang yang menjadi anak buah dari target yang akan ia bunuh.


Tapi kini, kata-kata gertakan yang seperti ancaman tak main-main membuat ia sedikit bungkam, dan ia tidak berani untuk berbicara apa-apa lagi untuk saat ini.


Apakah ini yang namanya sikap otoriter dari orang yang berkuasa? tapi kenapa aura yang dimilikinya itu sangat kuat? bukankah tuan muda di depannya hanya seorang pengusaha biasa? sekalipun itu yang terbesar, ia tetaplah seorang pengusaha bukan?


Drttt

__ADS_1


Bunyi ponsel mengalihkan perhatian itu semua. Donald melihat jika ponsel yang sedang ia bawa berbunyi. Hal itu langsung mengalihkan perhatian George dan Freya saat itu juga.


“Siapa?” tanya George langsung.


“Rea tuan,” kata Donald memberitahu.


“Angkat,” perintah George yang tidak Freya duga. Padahal Freya pikir jika Rea akan mendapatkan masalah jika menelepon ditengah situasi saat ini.


“Kalau begitu akan saya angkat. Saya mohon undur diri Tuan,” hormat Donald yang langsung berjalan menjauh dari tempat George dan Freya berada.


“Apakah Anda-” perkataan Freya terpotong karena tatapan George.


“Kamu tidak diizinkan untuk berfikir apapun di sini!” penekanan itu membuat Freya bungkam. Seandainya Freya tahu jika ia akan menjadi orang yang tak ada bedanya dengan seorang tawanan. Mungkin ia akan segera menolak misi dari ayahnya waktu itu.


“Tuan, Rea meminta untuk bisa berbicara dengan nona Freya,” jelas Donald yang sempat mendapat tatapan tidak percaya dari Freya.


“Berikan!” perintah tegas itu langsung diangguki.


Freya menerima telepon itu, ia lalu mendengar nada suara dari Rea yang terdengar ceria dan semangat.


“Aku sangat baik Rea, bagaimana dengan keadaan kamu?”


“...”


“Syukurlah jika kamu baik-baik saja. Maaf, aku tidak bermaksud untuk memutuskan pertemanan kita, hanya saja aku memiliki kesibukan,” jawab Freya yang pada akhirnya Freya memilih untuk menjauh dari sana.


Freya tak nyaman jika tetap di sana, ia tak mungkin untuk terus berada di sana. Itu membuat Freya merasa tidak nyaman.


“Kak, Rea merindukan Kakak. Apa Kakak juga merindukan Rea?” tanya Rea melalui telepon.


“Tentu,” jawab Freya dengan wajah sedikit ragunya. Apakah Freya benar-benar sudah menyayangi Rea? apakah ia pantas untuk menyayangi Rea?

__ADS_1


“Kamu tidak takut padaku?” tanya Freya tiba-tiba yang tentu saja membuat Rea langsung merasa heran saat itu juga.


“Kenapa Rea harus merasa takut pada Nona? Rea sudah menyukai kehadiran nona sejak Anda pertama kali datang ke mansion. Dan boleh 'kah Rea memanggil Nona dengan sebutan Kakak'?” tanya Rea saat ia sadar jika sudah memanggil Freya dengan sebutan Kakak'.


__ADS_2