
Freya bahkan tidak tahu jika di tempatnya liburan itu ada George yang juga berlibur di sana. Freya sangat yakin jika laki-laki itu mengikutinya.
Dan meskipun begitu, Freya tidak bisa langsung menuduh begitu saja, karena George dengan kukuh menolak tuduhan yang Freya lontarkan.
“Sama seperti kamu, aku juga ingin menenangkan diri dengan berlibur sementara waktu. Kamu tahu bukan jika itu berdampak bagi kita berdua?” kata George seolah menolak keras tuduhan yang dilontarkan oleh Freya.
“Anda becanda? mana ada perusahaan Anda kena imbas dalam rumor itu? sekalipun ada bencana di sekitar perusahaan Anda, mereka tetap saja akan bisa berdiri dengan tegak,” kata Freya menatap George dengan tatapan kesalnya.
Apakah laki-laki itu kini sedang bersikap sombong pada Freya? George berkata jika berita itu sangat berdampak buruk pada perusahaannya itu. Nyatanya perusahaan George itu tidak terpengaruh sama sekali.
“Haha, kamu berlebihan,” tatap George yang semakin menatap lekat wajah Freya yang kini terlihat kesal.
Entah Freya masih kesal dengan kejadian beberapa hari yang lalu saat mereka tidur bersama, atau memang kini Freya kesal karena ucapan George saat ini.
Yang jelas ekspresi Freya yang terlihat kesal dan marah itu justru terlihat menarik di mata George yang kini sedang di mabuk cinta.
“Kenapa kamu begitu manis?” tanya George secara refleks memegang dagu Freya. Lama kelamaan tangan George berpindah ke bibir Freya yang terlihat sangat menggoda untuknya.
Entah kenapa, semenjak malam itu. Setiap George berdekatan dengan Freya, ia akan merasa terangsang begitu saja, jika George tidak memiliki pengendalian diri yang baik, mungkin ia akan membawa wanita itu langsung ke tempat tidurnya.
“Bibir ini terasa sangat lembut dan manis, kelembutan yang bagaikan sebuah gula dengan rasa manis bagaikan madu terbaik,” kata George dengan tatapan dalamnya.
George terbuai hanya dengan melihat bibir Freya, ia masih ingat jelas bagaimana rasanya bibir cantik itu. Kelembutannya bahkan tidak pernah bisa George lupakan hingga saat ini.
“Berhenti menyentuh itu!” sentak Freya kesal dan langsung menepis tangan George dari bibirnya itu.
George yang sempat terhipnotis langsung tersadar, ia lalu tersenyum kaku. Walau sebenarnya senyum itu sangat tulus, dan mungkin paling tulus yang pernah George berikan.
“Anda rupanya pandai menggombal ya,” ledek Freya langsung menatap George dengan tatapan matanya yang terlihat acuh.
George hanya tertawa kecil saat mendengar itu, jika saya Freya tahu apa yang George katakan itu memang benar adanya. Mungkin Freya tidak akan percaya, dan George juga tidak ingin menjelaskan secara detail.
“Anggap saja begitu,” kata George dengan tatapan lurusnya itu.
“Freya, ada sesuatu yang gawat,” kata Nick yang tiba-tiba saja datang begitu saja.
__ADS_1
“Kenapa? bukankah kamu harusnya ada di luar negeri? kenapa malah ada di sini?” bukan Freya yang berbicara, melainkan itu Fina yang langsung mendekat begitu Nick datang.
Sebenarnya Fina sempat menjauh sebentar, karena ia sudah tak tahan dengan sikap George yang seolah ingin mendekati Freya. Hingga membuatnya akan merasa jika dirinya adalah nyamuk jika masih ada di tempat yang sama dengan George dan Freya berada.
“Ada masalah penting yang harus Freya urus,” kata Nick langsung dengan ekspresi terburu-buru.
“Ada apa?” tanya Freya tidak mengerti.
“Sepertinya acara liburan kamu di luar kota sementara dihentikan saja dulu. Saat ini keadaan perusahaan kita dalam keadaan gawat, lebih tepatnya berita tentang diri kamu semakin parah,” kata Nick menjelaskan.
Nick sebenarnya bisa menyelesaikan masalah itu untuk sementara waktu, tapi efeknya itu nanti akan terus saja berkelanjutan jika tidak segera diselesaikan.
“Baiklah, ayo kita kembali ke perusahaan,” putus Freya yang langsung diangguki oleh Fina dan Nick.
“Berita itu tidak akan pernah surut jika tanpa adanya konfirmasi dari kita berdua,” kata George langsung mendapatkan tatapan dari Freya.
“Itu benar Nona, apa tidak sebaiknya kita membuat konfirmasi saja?” tanya Nick langsung di jawab dengan gelengan.
“Aku pasti akan bisa menyelesaikan ini semuanya,” kata Freya yang tetap pada pendiriannya.
Freya ingin menyelesaikan masalah berita ini dengan kemampuannya. Dan jikapun tidak ada pilihan lain, Freya akan memikirkan itu nanti.
Sesampainya di perusahaan.
Nick langsung menunjukkan sebuah video baru yang ditunjukkan di sebuah akun yang mereka yakini jika akun itu milik Greta.
“Apa ini? apa memang dia itu sengaja menyinggungku dengan cara murahannya?” kata Freya dengan nada sinisnya itu.
Freya bisa melihat jelas jika video yang berdurasi singkat itu telah di edit sedemikian rupa agar dirinya terlihat bagai wanita penggoda.
“Apa yang akan Anda lakukan Nona?”
Freya hanya tersenyum dengan dingin. Beruntungnya dirinya menyembunyikan kemampuannya itu, ia akan menghack ponsel Greta dengan sangat mudah.
Tuk
__ADS_1
Tuk
Tuk
Jari-jari itu berselancar sangat cepat, suaranya terdengar cepat dengan gerakan tangannya yang bergerak sangat cepat, seolah hal itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli saja.
“Apa itu?” tanya Fina.
“Menjijikan!”
Freya bisa melihat dengan jelas dari beberapa hal yang ia hack, di sana Freya akhirnya tahu betapa tidak tahu malunya seorang Greta. Ia bahkan bersikap layaknya wanita rendahan tak tahu diri.
“Tidak tahu apakah kamu akan masih bisa hidup dengan tentram besok, yang jelas selamat untuk menikmati kehidupan kamu,” sinis Freya.
*****
Sementara itu.
Greta tidak henti-hentinya tersenyum senang, akhirnya ia bisa membuat berita yang sesuai dengan keinginan dan harapannya.
Greta menyewa beberapa pengedit handal yang bisa mengedit dengan ahli hingga itu tidak terlihat asli.
Di video itu terlihat jika Freya bersikap menggoda pada George, sedangkan aslinya Freya sedang merasa panas dan meminta tolong.
“Beruntungnya saat itu dia meminta George untuk memegang pipinya, itu pasti terlihat meyakinkan jika wanita itu memang adalah ****** yang handal.”
Greta kini sadar jika ia tidak bisa bergantung pada Samoni lagi, cepat atau lambat laki-laki licik itu akan tahu jika kedua anaknya itu hanyalah anak adopsi saja.
Lagipula kini Greta memiliki ambisi lain.
“Apapun yang menjadi milik Freya harus bisa aku rebut, dan Tuan George juga termasuk dalam hal yang sangat aku inginkan. Aku tidak akan membiarkan jika wanita monster itu bisa hidup dengan baik, seorang monster seharusnya menjalani hidup yang buruk.”
Tatapan mata Greta terlihat tajam dan merendahkan dengan kebencian yang terlihat jelas dimatanya yang kini terlihat membara.
“Apa yang kamu lakukan?”
__ADS_1
Mendengar suara Samoni itu, dengan segera Greta berusaha menghilangkan bukti. Ia tidak ingin jika Samoni akan mengetahui akunnya itu.
Karena rencana George ini tidak diketahui oleh Samoni sama sekali. Itu perbuatan Greta sendiri, tapi ia yakin jika dengan itu Freya akan takut, Greta yakin jika Freya tidak akan menyinggungnya selama ia berada di bawah perlindungan Samoni.