Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Hubungan?


__ADS_3

Keesokan harinya.


Freya yang di minta datang oleh ayahnya. Ia yang kini sedang berada di ruangan Antonio hanya diam. Tidak ada yang berniat memulai pembicaraan di antara mereka untuk sejenak.


Sedangkan dibalik pintu, Freya sadar jika adiknya Greta seolah sedang menguping apa yang sedang ia bicarakan dengan ayahnya.


“Sejak kapan kamu dekat dengan tuan George?” tanya Antonio yang pada akhirnya membuka pembicaraan.


Freya yang mendengar itu hanya diam, sejak kapan dirinya mengenal tuan George? haruskah ayahnya itu tahu alasan ia dekat dengan tuan George?


“Entahlah, kami hanya bertemu tanpa sengaja.”


“Apa kalian memiliki hubungan khusus?” tatapan mata Antonio menyiratkan harapan yang besar. Seolah ia ingin mendapatkan keuntungan dari kedekatan Freya dan George.


“Menurut ayah? lalu jika ada hubungan khusus, apa itu akan buruk? atau justru malah baik untuk Ayah?” tanya Freya dengan kata-kata ambigunya.


Freya malas untuk menuruti yang ayahnya katakan, ia tidak akan bisa untuk diperalat lagi. Jika dulunya ia patuh dan tak akan pernah membangkang pada ayahnya, karena ia tidak ingin di tinggal saat kecil.


Freya kecil saat itu takut jika dirinya tidak bisa melindungi diri. Tapi, sayangnya kehidupannya selama ini tidak sebaik dibandingkan hidup di jalanan.


Hidupnya penuh akan ancaman, ketakutan akan mati secara tiba-tiba. Ancaman yang datang dari mana saja, kehidupan yang tidak ada ketenangan.


Freya yang sudah mulai terbiasa akan kehidupanya yang seperti itu. Ia kini tidak merasa takut lagi, rasa takutnya perlahan hilang pergi di bawa oleh waktu yang terus berlalu.


“Jika memang kamu memiliki hubungan dengan tuan George, itu jauh lebih baik. Kamu tidak perlu untuk melakukan misi apapun.”


Tatapan mata Antonio terlihat menyiratkan akan hatinya yang hitam. Antonio ingin memanfaatkan Freya agar bisa mencapai sebuah tujuan yang belum pernah terwujud.


“Entahlah, tuan George bukan orang yang seperti itu. Dia bukan orang yang dengan mudah bisa untuk di manfaatkan begitu saja oleh orang asing.”


“Kamu dekat dengannya bukan? jadi tidak mungkin jika tuan George tidak akan membantu kamu. Dia pasti akan membantu kamu,” ujar Antonio.

__ADS_1


“Sepertinya tuan George memanggilku untuk segera menemuinya,” ujar Freya beralasan. Ia melihat jika memang ponselnya itu seolah mendapatkan kiriman pesan dari Donald.


“Ya, kamu bisa pergi. Ingat! jangan membuat tuan George sampai kecewa.” Percakapan itu berakhir begitu saja. Freya bahkan tidak tahu jika ayahnya adalah orang yang seperti itu.


“Menjijikan! apa karena Anda tidak memiliki sebuah kemampuan, jadi Anda ingin memanfaatkan saya?” batin Freya bertanya-tanya.


...----------------...


Begitu keluar dari ruangan, Freya menyadari jika Greta sudah pergi seolah takut ketahuan. Melihat itu Freya langsung menarik sudut bibirnya.


“Menarik sekali adikku cantik, apa kamu kini ingin merebut laki-laki milikku lagi? masih belum puas mengambil tunanganku?” batin Freya dengan senyuman yang penuh ancaman.


Saat Freya berjalan menjauh, ia tanpa sengaja melihat Shan, laki-laki itu tak lain adalah asisten kepercayaan dari Antonio.


Tatapan Shan yang terlihat dalam saat menatap Freya, seolah ia ingin mengatakan sesuatu pada Freya. Sayangnya, laki-laki itu terus bungkam bahkan saat Freya hendak melewatinya.


Freya yang sadar jika ada yang tidak beres, ia lalu menghentikan langkahnya. “Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?” tanya Freya hanya dijawab kebungkaman dari Shan.


“Ayah tidak akan tahu mengenai hal ini.”


Kata-kata Freya itu sedikit bisa meyakinkan Shan. Hingga Shan menatap Freya seolah akan berbicara. “A ...anda merasa jika tuan bukanlah Ayah Anda?”


Pertanyaan Shan itu, langsung saja mendapatkan tatapan waspada dari Freya. Apa terlalu mencolok kecurigaannya?


“Sa-saya menyadari itu karena sikap Anda yang berbeda. Saya tidak akan mengadukan tentang kecurigaan Anda ini pada siapapun.”


“Apa itu kamu yang telah mengirim rekaman suara mengenai percakapan Ayah dan Ibu?” pernyataan Freya secara tiba-tiba langsung membuat Shan terlihat terkejut dan tak menyangka.


Melihat wajah tetegun Shan, Freya menjadi yakin dengan tebakannya itu. Ia lantas mendekat seolah hendak mengatakan sesuatu pada Shan.


“Apapun tujuan kamu, saya tidak peduli. Tapi perlu kamu ingat satu hal, tidak ada yang akan berkahir dengan baik jika nanti kamu menjadi musuh Saya.”

__ADS_1


Setelahnya, Freya langsung meninggalkan Shan. Kini, Freya sadar jika kini ia harus berhati-hati pada siapapun itu. Rumah yang ia anggap sangat aman, justru adalah jurangnya kematian tak berujung.


Melihat Freya hendak pergi,


Shan buka suara, “Saya tidak akan mungkin berani untuk menyinggung Anda Nona. Meskipun saya kini berada di pihak tuan Antonio, tapi saya akan membantu Anda semampu saya. Maaf jika saya tidak bisa mengatakan banyak hal pada Anda, itu karena janji saya pada tuan saya,” ujar Shan yang berhasil menghentikan langkah kaki Freya.


Freya menoleh, ia melihat jika Shan terlihat tak ingin memusuhinya ataupun berkhianat pada Antonio. Shan terlihat seolah ia adalah laki-laki yang memegang teguh akan janjinya.


“Mungkin Anda tidak tahu jika saya berasa dari negara Z. Negara yang mana sangat tertutup dan jarang sekali di ekspos oleh media. Tapi negara kami terkenal akan janji setianya.”


“Kamu dari negara Z?” tanya Freya tak menyangka.


Mungkin negara A yang merupakan negara tempat mereka tinggal adalah negara maju dan kaya. Tapi, tidak akan sebanding dengan negara Z yang sangat misterius itu.


“Kenapa kamu mau menjadi bawahanya Ayah? kenapa kamu juga tidak pergi saat direndahkan? bukankah orang-orang yang ada di sana sangat mementingkan harga diri?”


“Harga diri kami itu tidak sebanding dengan janji kami pada majikan kami. Meski kami terlihat layaknya anjing yang yang setia, tapi kami tidak akan diam jika tuan kami berada dalam bahaya.”


“Kamu terlalu misterius. Itu membuat saya semakin penasaran dengan negara Z kalian. Suatu saat, ada masanya saya tahu mengenai negara kamu.”


Tahu jika tidak akan mendapatkan informasi lebih dari Shan yang sangat setia. Freya memilih pergi dari sana. Ia langsung berjalan keluar.


...----------------...


“Silahkan nona,” ungkap Donald yang sudah membukakan pintu untuk Freya. Donald sudah menunggu dari tadi. Ia sengaja diperintahkan langsung oleh George untuk datang.


Freya mengangguk, ia langsung saja memasuki mobilnya itu, tidak ada pembicaraan serius yang terjadi. Hanya ada keheningan yang tercipta.


Entah apa yang harus Freya lakukan nanti, ia hanya diam dan tidak banyak berkomentar. Selama ini ia tak pernah diam saja, Freya selalu berusaha untuk mencari tahu kelemahan George.


Sayangnya, cukup sulit mengetahui kelemahan dari laki-laki itu. Dia seolah hidup tanpa adanya sebuah kelemahan.

__ADS_1


“Mengesalkan!” gerutu Freya pelan.


__ADS_2