
Kemunculan Freya saat itu, benar-benar adalah sebuah guncangan dan pukulan telak yang sangat besar untuk Greta.
Greta, wanita yang harusnya namanya sudah bersih itu, ia malah harus menanggung rasa malu yang lebih besar. Hingga ia sangat jarang keluar rumah.
Sudah dua Minggu tak ada kabar apapun mengenai Greta. Dan kadang jika akan keluar untuk menemui Samoni, wanita itu akan selalu menutup wajahnya.
Dan Freya mengetahui kenyataan itu, ia merasa puas, karena akhirnya hari kehancuran Greta sudah berada tepat di depan matanya.
“Kerja sama yang telah kita lakukan dengan banyaknya perusahaan hebat sudah meningkat pesat. Sejak Anda muncul di hadapan publik dan mengaku sebagai CEO perusahaan F&G banyak yang penasaran dan tertarik untuk bekerja sama dengan Anda,” jelas Frans yang langsung dijawab anggukan puas oleh Freya.
“Jadi, apa rencana kamu selanjutnya?” tanya Fina yang akan mulai mempersiapkan diri jika memang akan ada para pembunuh bayaran yang mengincar Freya nantinya.
“Tidak ada, kita akan lihat dan perhatikan siapa yang nanti akan datang ke sini,” kata Freya dengan senyum dingin yang terasa sangat misterius itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Dasar anak sialan yang tak tahu diri! jadi kamu yang selama ini berniat membunuh Kakak kamu sendiri!”
“A-ayah, ampuni Greta!”
Tak seperti biasanya, Antonio yang tak akan pernah sekalipun berbuat kasar pada Greta. Kini ia dengan marah memukul anaknya menggunakan pecut.
“Suamiku, ku mohon maafkan anak kita,” mohon Camilla yang kini meraung-raung meminta agar suaminya mau berbaik hati memaafkan anaknya.
“Jangan bodoh! jika tanpa kebodohan dari anak kamu! sumber uang aku akan terus mengalir! dan ini karena kesalahannya sumber uangku justru menghilang!”
Kemarahan Antonio tak kunjung reda. Ia terus saja memukul anaknya itu, bahkan Camilla yang ikut membela Greta ikut terkena sambetan itu hingga berdarah-darah.
“Dasar kalian ini tidak berguna!”
“Anak sialan ini juga membawa pengaruh buruk pada perusahaan! lihatlah gara-gara kamu harga saham kita terus saja menurun tanpa henti!” kesal Antonio dengan amarah yang tak kunjung reda.
“A-ayah, Greta akan meminta bantuan pada Tuan Samoni nanti. Tapi Greta mohon jangan pukul lagi. Greta tak sanggup menahan ini lagi,” raung Greta langsung menghentikan itu.
__ADS_1
Bukan raungan itu yang membuat Antonio berhenti. Lebih tepatnya apa yang anaknya tadi katakan itu yang membuatnya menghentikan pukulan itu.
“Baiklah, kamu akan ayah maafkan untuk saat ini. Jangan lupa meminta bantuan pada Tuan Samoni agar dia membantu kita segera,” kata Antonio yang langsung pergi untuk mengecek perusahaannya itu.
...****************...
Hari-hari terus saja berlalu.
Kini bukan hanya perusahaan Farh yang berada di ambang kebangkrutan, tapi perusahaan Garfield yang awalnya berniat untuk membantu perusahaan itu juga mulai berada diambang kebangkrutan.
Janji Greta yang berniat meminta bantuan pada Samoni nyatanya tak membuahkan hasil. Yang ada justru harga saham terus turun tanpa henti.
“Sialan! jika terus begini perusahaan ini akan hancur!”
Antonio bisa saja menggunakan uang hasil misi yang selama ini ia kumpulkan. Tapi kemunduran mafianya membuatnya jarang mendapatkan uang selama satu tahun terakhir.
Belum lagi hutang yang terus menumpuk, serta para bawahannya yang perlu ia gaji dan bayar. Memikirkan itu semua, Antonio merasa marah serta frustasi.
Menghilangkan segala harga dirinya, ia berniat untuk meminta bantuan pada Freya. Ia sangat yakin jika anak yang ia besarkan dengan baik menurutnya, akan mau membatunya.
Seorang bawahan yang berada di perusahaan F&G memberitahukan hal itu. Antonio yang mendengar masih tidak berniat pergi.
“Aku akan menunggu hingga anakku datang kalau begitu,” jawab Antonio dengan keras kepala.
Pada akhirnya Antonio memilih menunggu Freya, ia bahkan menunggu Freya hingga larut malam. Tapi, wanita itu tak kunjung juga datang. Hingga Antonio tidak sanggup lagi menunggu.
“Apa kamu tidak mengatakan kedatangan aku pada anakku?” tanya Antonio dengan marah. Rasanya, ia ingin langsung mencekik bawahannya itu.
Antonio yakin jika anaknya tahu ia diperlakukan seperti ini, Freya anaknya pasti akan memecat bawahan itu.
“Saya sudah memberitahukannya Tuan, tapi Nona memang benar-benar sangat sibuk tuan,” jelas dari salah seorang bawahan Freya itu.
Antonio yang mendengar itu, ia mau tak mau langsung pergi. Antonio tidak akan menyerah begitu saja, ia akan berniat datang lagi keesokan harinya.
__ADS_1
“Jadi apa yang laki-laki itu katakan?” tanya Freya saat mendengar jika Antonio pada akhirnya ia memilih pergi. Bukan salah Freya jika dirinya tidak akan semudah itu bertemu dengan ayah tak tahu diri itu.
“Tuan Antonio terlihat marah dan sangat kesal, ia merasa jika kita telah mempermainkannya dengan seenaknya saja.”
Freya hanya mengangguk dan tersenyum dingin.
“Jika dengan perlakukan seperti itu saja ia sudah sangat marah, bagaimana dengan aku yang ia perlakuan dengan sangat tidak adil? bagaimana seharusnya aku marah?”
Fina yang mendengar itu hanya terdiam. Bukan hanya Freya yang memiliki dendam, ia dan yang lainnya juga sama.
Tapi dibandingkan itu, pelatihan Freya memang jauh lebih sulit. Dan bisa dikatakan jika ia telah dilatih menjadi manusia dengan kemampuan monster.
Saking hebatnya Freya.
Saat ini Freya bahkan sudah berani untuk bisa menunjukkan bagaimana itu monster harus bertindak sebenarnya.
......................
Keesokan harinya.
Seperti yang Antonio katakan, laki-laki itu masih tak menyerah untuk bisa bertemu dengan Freya. Ia terus saja berkata jika dirinya akan menemui Freya.
“Bagaimana kalian bisa memperlakukan saya yang merupakan Ayah dari tuan kalian seperti ini? apa kalian pikir anak saya akan diam saja dengan apa yang telah kalian lakukan pada saya?” marahnya.
Antonio bahkan sampai membuat keributan. Ia yang terlihat hebat dan juga sangat tak manusiawi, kini karena kemampuan yang terbatas itu. ia justru kehilangan segala wibawa yang ia banggakan itu.
“Yoshua, untuk apa kamu menemui anakku?”
Antonio heran saat melihat laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi mantan menantunya kini berada di tempat yang menurutnya tidak seharusnya.
“Apa kamu ingin menggoda anak saya yang satunya lagi? jangan mimpi! kamu bukan siapa-siapa lagi di sini!” dingin Antonio.
Yoshua yang biasanya akan terdiam dengan patuh, ia langsung menatap ke arah Antonio dengan raut wajah dinginnya.
__ADS_1
“Saya tahu tempat saya tuan. Justru yang tidak tahu tempat adalah Anda sendiri. Apakah Anda berfikir jika anak Anda akan menerima Anda lagi?” tanya Yoshua dengan nada meledeknya.
“Apa yang kamu katakan?! dasar bocah tidak tahu diri! kamu seharusnya tidak ada di sini” sinisnya itu. Antonio bahkan memandang rendah Yoshua.