
Semenjak acara lamaran itu. Tidak ada hal yang terjadi lagi. Freya langsung menolak lamaran itu, ia tahu jika Yoshua tidak mengatakan niatnya yang akan melamar dirinya pada kedua orangtuanya.
Dan Yoshua menerima keputusan Freya saat Freya mengatakan jika apa yang Yoshua lakukan dengan tiba-tiba itu bisa membuat Freya dibenci dan tidak diterima di keluarga Farh.
...****************...
Kini, Freya sedang berada di King Of the palace. Tempat yang waktu itu sempat Freya kunjungi di saat ia melakukan pertemuan dengan George. Bedanya, saat ini Freya tidak berada dilantai atas. Tapi ia berada di lantai satu, dan dilantai itulah terdapat ruangan yang sangat luas tapi hanya menampung sedikit orang saja.
Seperti kebanyakan pertemuan sosial kelas atas yang pernah ada, pertemuan itu tidak ada bedanya dengan ajang pamer sosial dan kekayaan. Dan Freya tahu jelas akan hal itu semua, ia yang kini menjadi perhatian karena bisa bersama dengan George hanya diam dan tak bersuara.
“Tuan Clooney, siapa orang yang berada di samping Anda saat ini? dia sangat cantik dengan kecantikan yang khas,” kata seorang laki-laki bertubuh sedikit tambun, tatapan matanya yang tak henti-hentinya menatap ke arah Freya dengan pikiran yang Freya sendiri tidak bisa ia tebak, membuat Freya tidak nyaman akan hal itu semua.
“Tutup mata kamu atau aku akan mencongkel langsung saat ini juga,” datar George. Meskipun laki-laki yang ada dihadapannya ini jauh lebih tua darinya, tapi karena orang itu telah bersikap tidak sopan pada orang yang ia bawa, tidak mungkin George akan membiarkan hal itu.
“Maafkan saya tuan,” kata laki-laki tambun yang segera menundukkan kepalanya. Ia takut jika ancaman itu tak main-main.
“Tuan muda George, perkenalkan nama saya Helena,” ungkap seorang wanita berparas cantik nan anggun, ia terlihat sangat cantik dan manis.
“Nona, tolong Anda menjaga batasan Anda. Tuan George sedang tidak ingin menemui Anda,” kata Donald yang terdengar hormat dan sopan.
Nada suara itu terdengar jika Donald sudah sangat mengenal dengan wanita bernama Helena. Tapi apa maksudnya ini? kenapa wanita bernama Helena justru malah memperkenalkan diri lagi?
“Hai nona cantik, perkenalkan nama saya Helena. Saya adalah tunangan sekaligus calon istri dari laki-laki yang ada di samping Anda,” senyum cantik itu masih terlihat lembut dan ramah. Tapi justru senyum lembut itu terlihat mematikan.
“Helena,” nada suara yang berupa peringatan mulai keluar dari mulut George.
“Oh ya ampun kesayanganku, bagaimana bisa kamu tidak marah saat tunangan kamu sendiri memergoki kamu dengan senyuman, bukankah kamu sangat mencintaiku dengan sangat,” kata Helena yang terdengar misterius dan itu sedikit membuat Freya bingung.
__ADS_1
Tapi dengan cepat Freya memahaminya, situasi saat ini sepertinya tak ada bedanya dengan George yang ingin membalaskan rasa sakit kepada wanita bernama Helena itu, entah apa yang telah diperbuat hingga wanita itu bisa membuat seorang George marah seperti ini.
“Helena, aku tidak akan pernah mengatakan ini dua kali. Pulang dan jangan coba-coba membuntutiku,” datar George yang langsung ditatap gelengan oleh Helena.
Wanita bernama Helena itu langsung menangis, ia kini langsung menunjukkan wajah lemahnya yang bisa membuat siapa saja merasa iba serta ingin memeluknya. “Maafkan aku, maafkan aku karena telah bersalah. Aku tidak akan melakukan itu lagi, tolong kembalilah padaku.”
Tatapan memohon itu, entah kenapa berhasil membuat Freya iba dan ingin memeluk wanita itu. Ia seakan ingin mengatakan pada wanita itu jika semua pasti akan baik-baik saja.
“Kenapa bisa ada wajah sepolos dan semurni itu di dunia ini?” tanya Freya dengan gumaman yang pelan.
“Pulang!” datar George tanpa tekanan tapi terlihat jika laki-laki itu tidak ingin bertemu dengan Helena.
“Aku akan mendapatkan kamu lagi, tidak akan ada siapapun yang berhak bersama dengan kamu selain hanya aku!” tegas Helena.
Sebelum pergi, Helena menatap Freya dengan tatapan bencinya itu. Ia akan melihat sejauh mana Freya dan tunangannya bisa bersama.
Freya kini sedang berada di dalam mobil. Ia kini akan pulang dengan diantar langsung oleh Donald. Dan di sampingnya kini George terlihat hanya diam dengan pandangan yang tidak bisa ditebak.
“Apa yang sedang laki-laki itu pikirkan? apa dia sangat marah pada wanita sepolos dan semurni itu? aku saja yang melihatnya ingin melindunginya,” batin Freya yang melirik sekilas pada George.
“Saya tahu apa yang sedang kamu pikirkan,” kata George yang seolah menebak pemikiran Freya.
Freya yang terkejut menatap George dengan di sertai tatapan bingung dan tak percaya. Jadi, apa maksudnya ini? apa lelaki itu sadar dan tahu apa yang sedang ia pikirkan.
“Dunia ini penuh dengan kebohongan, saya rasa kamu bukan wanita bodoh,” kata George yang secara tidak langsung sedang mengingatkan Freya.
Mendengar apa yang George katakan, Freya jadi sadar akan sesuatu. Apa yang tadi Freya lihat itu adalah sebuah akting? apakah kesedihan itu tidak nyata dan tulus?
__ADS_1
“Apa Anda memiliki masalah dengan Tunangan Anda?” tanya Freya penasaran.
Jika memang tunangan George adalah seorang wanita yang manipulatif dan pandai memainkan trik. Freya jadi bertanya-tanya seberapa licik dia? bahkan dirinya saja bisa sampai merasa iba.
“Itu bukan urusan kamu,” kata George yang lagi-lagi membuat Freya kesal karena pertanyaan yang ia tanyakan terabaikan begitu saja tanpa jawaban yang jelas.
“Nona Freya, kira sudah sampai. Apa Anda ingin istirahat?” tanya Donald sopan.
“Berapa lama kita akan tinggal di sini?” tanya Freya pada akhirnya. Ia tidak tahu seberapa lama acara antar sepuluh pengusaha besar itu berlangsung.
“Sekitar tiga hari, setelah itu Anda bisa kembali pada kehidupan Anda.”
“Kehidupan yang tak ada bedanya dengan seorang tawanan bukan? jadi apa yang dimaksud dengan kembali ke kehidupan Anda' itu? jangan bercanda! kebebasan yang aku miliki telah kalian ambil,” pikir Freya yang hanya mengungkapkan dalam hati.
Selama ini, alasan Freya tidak melawan dan hanya tetap patuh. Itu karena ia tahu jika yang ia lawan ini bukan orang biasa yang bisa ia bunuh dengan mudah.
Dapat Freya simpulkan melalui identitas laki-laki itu yang tidak Freya ketahui. Bukankah dengan posisi setinggi itu, akan sangat mudah menjadi perhatian dan diketahui banyak orang? tapi laki-laki itu seolah bisa dengan mudah menyembunyikan identitasnya itu dengan sangat baik.
Jadi siapa sosok yang orang-orang biasa ketahui sebagai pemimpin di perusahaan Clooney? apa mereka tidak tahu jika pemimpin perusahaan itu adalah laki-laki yang ada di sampingnya? Apakah laki-laki itu tidak pernah untuk menunjukkan dirinya di depan publik? dan Freya rasa jika identitas dari tuan George tidak sesimpel yang terlihat.
“Saya harap Anda segera berbaikan dengan tunangan Anda itu,” kata Freya yang langsung ditatap dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.
“Kamu mengatakan ini agar bisa bebas bukan? tapi jangan mimpi hal itu terjadi!” perkataan tegas itu tentu langsung dibalas tatapan tak percaya dari Freya.
“Jadi apakah saya akan terus menjadi seorang sandera seperti ini?” tanya Freya langsung.
“Menurutmu?”
__ADS_1