Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Awal kehancuran Camilla


__ADS_3

Entah Freya harus merasa bersyukur atau tidak pada sikap Camilla yang memang tidak pernah berubah.


Wanita itu kini sedang merayakan ulangtahunnya setelah beberapa Minggu perusahaan diberitakan Farh bangkrut.


Banyak tamu undangan yang dia undang di acara ulang tahunnya itu. Freya bahkan memperkirakan jika acara itu bukanlah nominal yang kecil.


“Apa ibu gila?! kenapa ibu merayakan ulang tahun ibu seperti ini?!” kata Greta saat ia melihat ibunya sedang mempersiapkan diri untuk acara ulang tahunnya itu.


Greta bahkan tidak tahu jika ibunya membuat sebuah pesta yang cukup besar. Dan yang tidak ia sangat itu adalah ibunya yang seakan tidak memiliki pikiran yang panjang.


“Apa masalahnya? ini uang yang diberikan oleh Tuan Samoni untukku. Dan sebelum aku melakukan tugas yang dia berikan itu, aku ingin menggunakan uangnya untukku merayakan hari lahirku ini,” kata Camilla.


Greta yang mendengar ucapan ibunya itu merasa amat sangat kesal. Apa ibunya tak pernah berfikir bagaimana perasaannya saat ini? Greta belum bisa menunjukkan dirinya pada dunia saat ini.


“Jika kamu tidak bisa menghadiri acara ini, ibu bisa memakluminya. Tak perlu kamu datang ibu paham dengan hal itu,” kata Camilla.


Entah kenapa, Greta yang mendengar itu merasa jika ibunya begitu menyebalkan. Apa ini juga salah satu alasan adiknya Rocky tak menyukai ibunya?


Ternyata ibunya memang tak punya hati dan juga sedikit gila akan obsesinya itu.


“Bagaimana dengan keadaan Rocky? apa dia masih tidak ingin menemui ibu?” tanya Greta yang langsung mendapat tatapan tak suka dari Camilla.


“Jangan bahas anak tak tahu diri itu! dia bukan anakku lagi! sejak Freya muncul di berita, anak itu justru malah marah pada kita karena dia tahu apa yang kita lakukan pada Freya dulu, sudahlah lupakan wanita dan anak tak tahu diri itu. Ini hari bahagia ibu, jadi kita nikmati saja acara ini, ibu akan kirim beberapa makanan ke tempat kamu nanti,” ucap Camilla yang langsung keluar dari kamarnya.


Freya yang sengaja memasang alat perekam suara hanya tersenyum saat mendengar itu dari kamar sebelahnya.


“Ternyata hubungan mereka berdua seburuk ini,” kata Freya mengomentari sikap Camilla yang egois pada Greta yang anaknya sendiri.


Greta baru saja menjadi perbincangan publik karena berita perselingkuhannya itu masih belum juga padam. Selain itu, perceraian Greta baru akan diputuskan satu bulan lagi. Belum lagi kabar perusahaan dari keluarga Yoshua yang masih menjadi suaminya itu. Tak pernah berhenti rasanya berita tentang Greta itu.


Wajar jika wanita itu bahkan tak memiliki muka dan keberanian untuk bisa keluar rumah secara langsung. Mungkin butuh waktu 2 tahun hingga berita itu akan surut.


*****

__ADS_1


Acara pesta di mulai.


Camilla yang merupakan tuan rumah menyambut tamu dengan tangan terbuka dan raut wajah senangnya itu.


Camilla berfikir jika orang-orang itu akan melupakan berita tentang anaknya itu. Nyatanya dibelakangnya mereka masih membicarakan anaknya Greta.


Sanyangnya Camilla tak mengetahui itu karena ia hanya fokus membanggakan dirinya di depan para undangan yang hadir.


“Benar-benar tidak bisa di mengerti, kenapa bisa wanita seperti itu menjadi seorang ibu? membuat muak saja saat melihatnya,” bisik seseorang dari arah jauh.


“Padahal berita anaknya belum juga padam, tapi dia masih dengan tidak tahu malunya terus memerkam sesuatu pada kita,” timpal yang lain.


“Sudahlah, berhentilah membicarakannya, dia akan mendengarnya,” ucap seseorang langsung membuat yang lainnya terdiam.


Freya yang melihat itu hanya menatap ke arah Camilla dengan tatapan dinginnya itu. Ia pikir wanita itu akan terlihat selayaknya seorang ibu yang menyayangi anak mereka.


Nyatanya Camilla kini terlihat acuh dan tak peduli pada anaknya. Mungkin karena kini Antonio juga tak peduli padanya hingga ia seperti itu.


Tiba-tiba di tengah acara itu, Freya melihat Rocky datang dan mendekat ke arah Camilla. Sepertinya Rocky sengaja di undang karena sebutan tujuan.


“Jadi apa Anda kini berniat menikahkan Anak Anda dengan seseorang yang bagi Anda menguntungkan? luar biasa sekali Anda,” dingin Freya.


Entah kenapa Freya tidak suka akan hal itu, ia tahu jika dirinya hanyalah kakak tiri. Tapi dia sebagai salah satu anak dari Antonio, Freya juga merasa kasihan adiknya itu. Bagaimana tidak, hampir keseluruhan yang ada di keluarga Garlfried kini di penuhi orang-orang egois.


Mereka hanya tahu memanfaatkan dan mengambil keuntungan saja. Seolah yang terpenting bagi mereka adalah hidup mereka sendiri.


“Shht, kemarilah!” kata Freya pada seseorang yang berjalan hendak mengantar minuma.


Freya yang melihat pelayan wanita itu mendekat, ia langsung berbisik sesuatu pada pelayan itu. Lalu tak lama pelayan itu menatap ke arah Freya.


“Nona, bukankah itu sedikit keterlaluan? saya tidak akan berani melakukan hal itu,” kata pelayan itu dengan ekspresi wajah keberatannya itu.


Fina yang tidak tahu apa rencana Freya itu, ia lalu bertanya. “Apa yang sedang kamu rencakan?”

__ADS_1


“Membuatnya malu di acara bahagianya,” kata Freya dengan senyum misteriusnya itu.


“Lakukanlah apa yang dia minta, jangan khawatir akan menyinggung orang seperti Camilla itu, kamu akan kita jamin keamanannya,” kata Fina.


Masih melihat wajah ragu itu, akhirnya tanpa pikir panjang fina memberikan cincin berlian pada pelayan itu. Merasa sulit untuk menolak, pelayan itu langsung mengangguk.


“Itu tidak berlebihan,” komentar Freya saat ia melihat Fina memberikan cincin yang nilainya pasti sangatlah mahal.


“Tidak ada yang berlebihan jika kita merasa puas akan apa yang sudah kita dapatkan,” kata Fina yang hanya menatap lurus pada pelayan itu.


Dengan hadiah yang di dapatnya itu, pelayan itu langsung berniat melakukan apa apa yang telah di perintahkan oleh Freya tadi.


Shrattt


Air minum yang berwarna itu mengenai bajunya Camilla hingga wanita itu langsung berteriak.


“Apa yang kamu lakukan?” teriak histeris Camilla.


“Ma-maf, saya benar-benar tidak sengaja nyonya, biar saya yang bersihkan itu,” kata pelayan itu yang lantas membersihkan itu dengan menggunakan tisu.


Camilla yang kesal di sentuh pelayan, ia hendak menepis tangan itu. Dan bertepatan dengan itu, rambutnya yang tak lain hanya wig tertarik keras.


“Oh ya ampu ...n, apa ini?”


“Ya tuhan rambutnya ...?”


“Seleranya benar-benar rendah ternyata.”


Banyak sekali bisik-bisik yang kini mulai terdengar dari orang-orang saat mereka melihat rambut Camilla yang layaknya murid terkena razia di sekolah. Dan bahkan ini lebih parah karena Freya memotongnya sangat pendek dan tidak beraturan.


“Sialan!” marah Camilla yang langsung mendorong pelayan itu. Ia lalu pergi begitu saja sambil terus saja menundukkan kepalanya.


Harusnya rambut Camilla sudah cukup panjang, tapi karena rambutnya memang sulit memanjang hal itu membuat wajahnya terlihat jelek dengan rambut yang acak-acakan dan pendek.

__ADS_1


“Bukankah itu sangat sepadan dengan hasilnya?” komentar Fina yang sebenarnya ia ingin tertawa terbahak-bahak saat melihat itu.


__ADS_2