Pembalasan Dendam Si Cantik

Pembalasan Dendam Si Cantik
Ancaman Freya


__ADS_3

“Ayah, apa sudah mendengar kabar tentang organisasi yang akhir-akhir ini sangat terkenal di negara F?” tanya Greta yang kini sedang bersama keluarganya di ruang keluarga.


“Kekuatan baru? ayah dengarpemimpin organisasi itu adalah seorang perempuan cantik jelita, tapi entahlah apa itu benar atau tidak. Tapi kekuatan organisasi itu bisa meroket dan berkembang dengan sangat cepat hingga bahkan bisa menundukkan pemerintah,” kata Antonio yang terlihat mulai berfikir.


“Sebaiknya kita tidak menyinggung orang yang seperti itu, ia sangat berbahaya jika kita provokasi,” komentar dari Camilla yang dijawab anggukan oleh suami dan anaknya.


“Ma-mah ..., ma-mah ...,” terdengar suara ricauan dari anak kecil laki-laki yang baru berusia lebih dari 1 tahun.


“Mah, Kakak ingin makan,” di susul anak perempuan yang berusia tiga tahun mulai berbicara.


Ia berbicara dengan fasih dan pintar.


“Makan saja sendiri, bukankah ada pelayan yang akan menyediakan makanan? sana minta mereka!” perintah Greta pada anaknya.


Selama memiliki anak, Greta sangat jarang atau bahkan bisa dikatakan jika ia tak pernah mengurus anaknya dengan baik. Ia akan menyerahkan tugas menjaga anak pada kedua baby sister yang ia bayar.


Lagipula Greta tidak menyukai kedua anak kecil itu. Apalagi mereka bukanlah anak kandungnya. Ia tak akan bisa memiliki anak lagi karena keguguran saat pertama hamil membuatnya mau tak mau harus mengangkat rahimnya.


“Kaliankan sudah besar, jangan terus merepotkan ini kalian. Kamu juga Tari, kamu 'kan sudah tiga tahun jadi jangan manja. Sekalian ajak adik kamu Tara agar ikut makan bersama!” perintah Camilla dengan tatapan yang akan selalu menatap kedua anak kecil itu dengan tatapan matanya yang akan memandang tak suka ke arah mereka berdua.


“Nek, tapi Tali ingin makan sama Mamah,” kata Tari. Ia memang masih kecil tapi kemampuan bicaranya pandai dan sering mendapatkan pujian karena kepandaiannya dalam bicara.


“Ada apa ini?” tanya Yoshua yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan melepas jas miliknya. Ia lalu menenteng jas itu ditangannya.


Jika di depan Yoshua, Greta akan selalu bersikap seolah ia sangat menyayangi anaknya. Ia akan memperlakukan kedua anaknya itu dengan baik layaknya ia adalah ibu kandungnya.


“Entahlah, sepertinya mereka berdua menunggu kamu untuk bisa makan bersama,” ujar Greta beralasan.


Aktivitas di keluarga itu, berjalan seperti biasa. Tapi mereka semua tidak ada yang sadar jika dari kamera pengawas yang mereka pasang telah dihack hingga orang yang menghack itu bisa melihat dengan jelas interaksi keluarga Garlfried itu.


“Ternyatanya masih sama, malah menjadi semakin lebih busuk lagi,” ujar wanita yang sedang menatap kamera pengawas itu dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


“Keluarga yang harmonis sekali, bagaiamana jika nanti akan ada kejutan yang datang?” ujar wanita itu sambil terus memperhatikan kamera pengawas.


Orang itu adalah Freya, ia sebenarnya tidak pernah menghack ataupun menyadap kamera pengawas di keluarga Garlfried. Tapi, Freya ingin mengetahui situasi sebelum ia kembali ke negara Z.


......................


Malam harinya.


Greta yang sedang berada di kamarnya. Ia sibuk dengan ponselnya dan terus fokus mengetik-ngetik sesuatu di layar ponselnya. Seolah ia kini sedang berbalas pesan dengan seseorang.


“Mau kemana?” tanya Yoshua heran saat Greta kini mulai mempersiapkan pakaiannya yang nanti akan ia gunakan. Padahal pakaian yang kini Greta pakai itu masih baru dipakai beberapa menit.


“Aku mau ke luar sebentar, titip anak-anak ya.”


Setelahnya Greta masuk ke kamar mandi untuk bisa membersihkan tubuhnya. Tak lama Greta telah rapi dengan pakaian yang melekat indah ditubuhnya.


Ting


Greta pikir jika pesan itu datang dari Samoni. Nyatanya itu datang dari nomor yang tidak ia kenal.


Saat Greta membuka itu, ia mematung dengan tatapan tak percaya dengan sebuah kiriman foto.


Foto dirinya dengan Samoni yang terlihat sangat intim dan mesra sekali. Greta yang melihat itu mendadak saja merasa takut.


“Siapa kamu?” pesan Greta pada nomor tidak di kenal itu. Ia menunggu beberapa saat seolah ingin jawaban dari orang yang mengirim foto itu.


“Siapa aku? masa kamu tidak ingat sih? sedih sekali ya terlupakan begitu saja. Padahal aku tidak bisa untuk melupakan kamu dengan mudah,” pesan seseorang yang Greta tidak tahu.


“Jangan bercanda!! bagaimana aku bisa tahu kamu jika kamu saja tidak memperkenalkan diri!” pesan Greta lagi pada nomor.


Ekspresi Greta terlihat mulai sedikit kalut, takut, bercampur marah. Hingga Youshua yang melihat hal itu tentu merasa heran. “Ada apa? apa ada yang mengganggu kamu?” tanya Yoshua yang langsung menyadarkan Greta dari kekalutannya itu.

__ADS_1


Greta menoleh pada Yoshua yang terlihat penasaran, lalu ia hanya menggeleng sebagai jawaba jika ia kini tidak sedang kenapa-napa.


“Kamu melupakanku? bagaimana bisa kamu secepat itu melupakanku? kamu sungguh tega padaku.” Saat Greta membaca pesan ini, ia kesal bukan main. Seolah orang yang mengirimkan pesan ini dengan sengaja membuat dirinya marah dan ketakutan.


“Jangan main-main! kamu pengecut karena terus saja berkelit dan takut mengungkapkan identitas diri!” kirim Greta pada nomor itu lagi.


“Penakut? penakut yang seperti apa? bukan aku takut pada kamu. Aku hanya khawatir jika kamu tahu siapa aku kamu yang akan takut hingga mati,” balas orang yang tidak di kenal itu.


Tanpa sadar karena terlalu kesal Greta membanting ponsel miliknya hingga pecah. Yoshua yang melihat semua itu langsung bangun dari kasurnya dan segera menghampiri Greta.


“Ada apa? apa ada sesuatu yang meneror kamu?” tanya Yoshua. Ia hendak mengambil ponsel milik Greta yang sedang. Sayangnya sebelum dia bisa mengambil ponsel itu, Greta lebih dulu memungut ponselnya.


“Biar aku yang akan urus masalah ini sendiri, kamu urus anak-anak. Aku akan pergi keluar sebentar.”


Melihat Greta pergi dengan terburu-buru, Yoshua pun hanya terdiam tanpa berkata apapun. Mereka berdua memanglah suami istri, tapi hubungan mereka sangat dingin dan tanpa keharmonisan sama sekali.


Greta sering berangkat malam pulang pagi, entah akan kemana dia. Dan Yoshua sibuk di perusahaan keluarga.


...----------------...


Sementara itu.


Fina yang menjadi alasan kekesalan Greta saat ini. Ia tidak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak saat ia merasa berhasil mengerjai wanita itu.


“Kekanak-kanakan,” komentar dari Nick saat itu.


“Tapi aku merasa sangat puas, bisa aku bayangkan betapa kesalnya dia saat ini. Lagipula hal itu pantas untuk sebuah peringatan untuknya, ia juga harus mempersiapkan mental untuk apa yang nanti akan ia alami selanjutnya,” kata Fina yang langsung saja menyerahkan ponsel Freya pada pemiliknya.


Fina menggunakan ponsel yang tidak pernah ia pakai untuk meneror Greta. Ia juga mengambil foto milik Samoni dan Greta dari ponsel Freya.


“Besok kamu akan latih tambahan selama tiga hari. Kita akan ke negara A tiga hari lagi, jadi sebaiknya latihan kita akan ditingkatkan lagi.”

__ADS_1


Mendengar apa yang Freya katakan, senyum yang ada diwajah Fina langsung hilang saat itu juga. Berbeda jika dibandingkan dengan Nick yang kini tertawa seolah ia meledek penderita Fina.


__ADS_2